Aktivis Soroti Dampak PLTU 3 Sulut, Diduga Bertolak Belakang dengan Program Swasembada Pangan

oleh

Sulawesi Utara ( SULUT ), Cakrawalanusantara.id – Jomsen Silitonga. Keberadaan PLTU 3 Sulut di Kema, Minahasa Utara, mendapat sorotan tajam dari kalangan aktivis. Proyek energi tersebut diduga berdampak pada terganggunya sistem pengairan sawah warga.

LSM JARI menilai kondisi ini berpotensi melemahkan sektor pertanian lokal yang selama ini menjadi penopang ketahanan pangan daerah.

BACA  REFLEKSI & MOMENT PENTING SEJARAH PENEGAKAN HUKUM, KEJATI SUMATERA UTARA GELAR SYUKURAN HARI BHAKTI ADHYAKSA KE-66
example banner

“Ada laporan bahwa aliran sungai berubah dan tidak lagi mengairi sawah seperti sebelumnya,” kata Sekretaris JARI, Jenry M.

Dampaknya, sejumlah lahan pertanian mengalami penurunan produktivitas. Bahkan sebagian lahan dilaporkan tidak dapat digarap secara optimal.

BACA  Wabup Aceh Timur Minta Dun Belanda Klarifikasi dalam 2x24 Jam, Jika Tidak Jalur Hukum Akan Ditempuh

Menurut JARI, kondisi ini menjadi ironi di tengah upaya pemerintah mendorong swasembada beras.

“Program pangan harus sejalan dengan kondisi di lapangan. Jangan sampai petani justru dirugikan,” tegasnya.

BACA  Dugaan Komersialisasi Proyek Swakelola Rp 690 Juta di Sergai: P3A Wesdari Ditenggarai Hanya "Pinjam Nama" ke Pemborong.

JARI juga meminta pemerintah melakukan verifikasi lapangan serta memastikan seluruh aktivitas proyek telah sesuai dengan dokumen AMDAL dan perizinan.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak PLTU maupun pengelola terkait.

Tentang Penulis: Jomsen Silitonga Jurnalis Nganjuk

Gambar Gravatar
Kejujuran adalah modal utama

No More Posts Available.

No more pages to load.