Sulawesi Utara ( SULUT ), Cakrawalanusantara.id – Jomsen Silitonga. Keberadaan PLTU 3 Sulut di Kema, Minahasa Utara, mendapat sorotan tajam dari kalangan aktivis. Proyek energi tersebut diduga berdampak pada terganggunya sistem pengairan sawah warga.
LSM JARI menilai kondisi ini berpotensi melemahkan sektor pertanian lokal yang selama ini menjadi penopang ketahanan pangan daerah.
“Ada laporan bahwa aliran sungai berubah dan tidak lagi mengairi sawah seperti sebelumnya,” kata Sekretaris JARI, Jenry M.
Dampaknya, sejumlah lahan pertanian mengalami penurunan produktivitas. Bahkan sebagian lahan dilaporkan tidak dapat digarap secara optimal.
Menurut JARI, kondisi ini menjadi ironi di tengah upaya pemerintah mendorong swasembada beras.
“Program pangan harus sejalan dengan kondisi di lapangan. Jangan sampai petani justru dirugikan,” tegasnya.
JARI juga meminta pemerintah melakukan verifikasi lapangan serta memastikan seluruh aktivitas proyek telah sesuai dengan dokumen AMDAL dan perizinan.
Sampai berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak PLTU maupun pengelola terkait.













