Sudah Empat Bulan Belum Diganti, Nasabah Soroti Lambannya Layanan Pergantian Kartu ATM BRI KCP Blambangan Umpu

oleh
oleh
Way Kanan – CN.

 

Lambannya pelayanan pergantian kartu ATM di BRI KCP Blambangan Umpu kembali menuai keluhan. Hingga memasuki bulan keempat sejak keluhan, sejumlah nasabah mengaku belum juga dapat melakukan pergantian kartu ATM yang rusak. Kamis (2/7)

example banner

Salah satu nasabah yang menyampaikan keluhannya adalah Owner Beraninews  Yoni Aliestiadi. Ia mengaku telah mengajukan pergantian kartu ATM sejak 31 Maret 2026, namun hingga kini belum juga terealisasi.

Hal ini ditanyakan salah satu kru Media ke petugas Hari ini dijawab , belum bisa karena menunggu akan diseragamkan untuk menjadi aplikasi BRI mo.

Menurut Yoni, saat kembali menanyakan perkembangan kepada pihak bank melalui wartawan, ia memperoleh penjelasan bahwa layanan pergantian kartu ATM untuk jenis kartu yang digunakannya belum dapat dilakukan karena sedang dalam proses penyesuaian menuju sistem BRImo.

BACA  Koreksi News 0 Type and enter KOREKSI TV EKONOMI SOSIAL POLITIK KESEHATAN OLAHRAGA Beranda Daerah pemkab waykanan Way kanan Bupati Ayu Asalasiyah Buka Peringatan HARGANAS Ke-33 Kabupaten Way Kanan Koreksi News Koreksi News 4 menit baca Berita 29 Juni 2026 WAYKANAN //KoreksiNews - Peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-33 tingkat Kabupaten Way Kanan resmi digelar di UPT Puskesmas Baradatu pada Senin (29/06/2026). Melalui momentum ini, Pemerintah Kabupaten Way Kanan menegaskan kembali komitmen bersama untuk membangun ketahanan keluarga yang berkualitas sebagai pilar utama dalam mencetak sumber daya manusia unggul menuju visi Indonesia Emas 2045 serta mewujudkan Way Kanan yang Mandiri dan Sejahtera. Peringatan HARGANAS dihadiri oleh Bupati Way Kanan Ayu Asalasiyah, S.Ked., didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung, Dinas Komunikasi dan Informatika, Camat Baradatu, Plt. Ketua TP PKK Kabupaten Way Kanan, unsur Dharma Wanita Persatuan serta Ketua TP PKK Kecamatan Baradatu. Dalam sambutannya, Bupati Ayu Asalasiyah menegaskan bahwa Hari Keluarga Nasional merupakan momentum penting untuk mengingatkan seluruh masyarakat bahwa keluarga merupakan pondasi utama dalam membentuk pembangunan bangsa. Keluarga menjadi lingkungan pertama dalam membentuk karakter, menanamkan nilai-nilai kehidupan, serta mempersiapkan generasi penerus yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. Mengusung tema “Ayah Wajib Hadir”, Bupati menjelaskan bahwa tema tersebut mengandung makna penting tentang perlunya kehadiran seorang ayah, tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara emosional, sosial, dan spiritual dalam proses tumbuh kembang anak. “Peran ayah sangat penting dalam membangun rasa percaya diri anak, memberikan perlindungan, menjadi teladan, membentuk karakter, serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Kehadiran ayah hari ini akan menentukan kualitas generasi masa depan”, ujar Bupati Ayu. Bupati juga mengajak seluruh ayah di Kabupaten Way Kanan untuk meningkatkan keterlibatan dalam pengasuhan anak, mendampingi proses pendidikan, menjaga komunikasi yang harmonis dalam keluarga, serta bersama-sama menciptakan lingkungan keluarga yang penuh kasih sayang dan kebahagiaan. Lebih lanjut disampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Way Kanan terus berkomitmen mendukung pembangunan keluarga melalui berbagai program strategis, di antaranya Program Bangga Kencana, percepatan penurunan stunting, pembinaan keluarga balita, keluarga remaja, keluarga lansia, serta penguatan Kampung Keluarga Berkualitas. Menurut Bupati Ayu, keberhasilan pembangunan keluarga tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, tetapi membutuhkan sinergi seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, hingga lembaga pendidikan agar mampu menciptakan keluarga yang tangguh, mandiri, dan sejahtera. Apresiasi juga disampaikan oleh Bupati Ayu kepada seluruh jajaran Dinas P3APPKB Kabupaten Way Kanan, para Penyuluh Keluarga Berencana (PKB), kader Institusi Masyarakat Perdesaan (IMP), kader PKK, Tim Pendamping Keluarga (TPK), serta seluruh pihak yang selama ini berperan aktif dalam menyukseskan program pembangunan keluarga di Kabupaten Way Kanan. Related Posts Perkuat Fondasi Generasi Emas, Bunda PAUD Way Kanan Kukuhkan Pengurus di Tiga Kecamatan Perkuat Fondasi Generasi Emas, Bunda PAUD Way Kanan Kukuhkan Pengurus di Tiga Kecamatan Dukung Sensus Ekonomi 2026, DPMPTSP Way Kanan: Data Akurat Kunci Pembangunan Dukung Sensus Ekonomi 2026, DPMPTSP Way Kanan: Data Akurat Kunci Pembangunan Peringatan HARGANAS Ke-33 ini juga menjadi sarana memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengasuhan yang berkualitas, peningkatan ketahanan keluarga, pencegahan stunting, serta penguatan peran orang tua dalam membentuk generasi yang sehat, berkarakter, dan produktif. Sebelumnya, Kadis P3APPKB Andi Oktoviandi, S.KM.,M.M., dalam laporannya menyampaikan bahwa peringatan Hari Keluarga Nasional Ke-33 Tahun 2026 mengusung tema “Ayah Wajib Hadir”, yang menjadi pengingat bagi seluruh keluarga akan pentingnya peran ayah dalam pengasuhan anak serta pembangunan keluarga yang berkualitas. Menurutnya, kehadiran seorang ayah tidak hanya diukur dari keberadaan secara fisik, tetapi juga dari keterlibatan emosional, sosial, dan spiritual dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Temukan lebih banyak POLITIK Politik “Kehadiran ayah yang aktif dalam keluarga terbukti mampu memberikan dampak positif terhadap tumbuh kembang anak, sekaligus membantu menurunkan tingkat stres pada ibu dan anak. Kondisi tersebut secara tidak langsung turut mendukung upaya percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Way Kanan. Ayah yang hadir juga merupakan ayah yang peduli terhadap kesehatan reproduksi keluarga serta mendukung perencanaan keluarga yang matang”, ujar Andi. Lebih lanjut disampaikan bahwa sebagai bentuk implementasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) serta komitmen Pemerintah Kabupaten Way Kanan dalam percepatan penurunan stunting, rangkaian peringatan HARGANAS Ke-33 tahun ini diisi dengan pelayanan keluarga berencana secara langsung kepada masyarakat. Di Kecamatan Baradatu dilaksanakan pelayanan kepada 15 akseptor implan dan 10 akseptor suntik, sementara di Klinik Kamino diberikan pelayanan Metode Operasi Wanita (MOW) kepada dua akseptor sebagai bagian dari pelayanan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). Temukan lebih banyak Olahraga Panduan & Petunjuk Perjalanan EKONOMI Referensi Geografis News Menurut Andi, pelayanan tersebut merupakan langkah konkret untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam merencanakan keluarga yang sehat dan berkualitas, sekaligus memperkuat peran keluarga sebagai fondasi utama dalam mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. "Melalui pelayanan ini kami berharap semakin banyak keluarga di Way Kanan yang memiliki kesadaran untuk merencanakan kehidupan berkeluarga secara baik. Keluarga yang sehat, terencana, dan harmonis akan melahirkan generasi yang berkualitas serta menjadi modal utama dalam mewujudkan Way Kanan Mandiri dan Sejahtera," katanya. Pada kesempatan tersebut, Andi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh Penyuluh KB, Kader Institusi Masyarakat Perdesaan (IMP), Tim Pendamping Keluarga (TPK), kader PKK, tenaga kesehatan, serta seluruh mitra kerja yang selama ini menjadi ujung tombak pelaksanaan Program Bangga Kencana di Kabupaten Way Kanan. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan keluarga tidak dapat dicapai oleh pemerintah semata, melainkan memerlukan dukungan dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Temukan lebih banyak POLITIK Politik Mengakhiri laporannya, Andi mengajak seluruh kader dan petugas lapangan untuk terus menggaungkan Gerakan "Ayah Wajib Hadir" hingga ke tingkat keluarga. "Mari kita jadikan momentum HARGANAS ini sebagai penguat komitmen bersama untuk menghadirkan ayah yang lebih peduli, lebih terlibat, dan lebih bertanggung jawab dalam pengasuhan anak. Karena keluarga yang kuat akan melahirkan generasi yang unggul menuju Indonesia Emas 2045 dan Way Kanan Mandiri dan Sejahtera," pungkasnya. Melalui momentum HARGANAS Ke-33, Pemerintah Kabupaten Way Kanan berharap seluruh keluarga semakin memperkuat fungsi keluarga sebagai tempat tumbuh kembang anak yang aman, harmonis, dan penuh kasih sayang, sehingga mampu melahirkan generasi unggul yang menjadi modal utama dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 dan Way Kanan Mandiri dan Sejahtera.(Ibrahim)

“Sudah hampir empat bulan kami menunggu, tetapi jawabannya masih sama, belum bisa dilakukan. Sebagai nasabah tentu kami sangat kecewa,” ujarnya.

Akibat belum digantinya kartu ATM tersebut, Yoni mengaku hanya bisa melakukan transaksi melalui ATM Link. Kondisi itu membuatnya harus mengeluarkan biaya tambahan setiap kali melakukan transaksi.

“Saya sangat dirugikan. Kartu ATM BRI saya rusak sehingga tidak bisa digunakan di mesin ATM BRI. Terpaksa menggunakan ATM Link yang dikenakan biaya setiap transaksi,” keluhnya.

Ia juga menyoroti besarnya biaya transaksi yang harus dikeluarkan.

“Untuk tarik tunai sebesar Rp1 juta, biaya yang saya keluarkan mencapai sekitar Rp10.000. Padahal dalam satu minggu kami bisa beberapa kali melakukan transaksi. Kalau dihitung selama berbulan-bulan, tentu cukup memberatkan,” tegasnya.

BACA  Wakil Bupati Arifa'i Pimpin Upacara Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Empat Lawang Tegaskan Komitmen Tingkatkan Pelayanan

Yoni berharap manajemen BRI segera melakukan evaluasi terhadap pelayanan di KCP Blambangan Umpu agar nasabah tidak terus dirugikan.

“Kami meminta BRI meningkatkan kualitas pelayanan. Jangan sampai nasabah harus menunggu berbulan-bulan hanya untuk pergantian kartu ATM. Selain itu, mohon dilakukan pengawasan terhadap layanan ATM Link agar biaya yang dibebankan kepada masyarakat sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.

Perlu Evaluasi Pelayanan

Sebagai lembaga perbankan, pelayanan kepada nasabah seharusnya mengacu pada ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai perlindungan konsumen sektor jasa keuangan, yang mewajibkan pelaku usaha jasa keuangan memberikan pelayanan yang cepat, adil, profesional, transparan, dan tidak merugikan konsumen.

BACA  Pesona Alam Pemandian Air Terjun Sigi Hutan di Sipispis, Magnet Baru Wisatawan.

Selain itu, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen mengatur bahwa konsumen berhak memperoleh kenyamanan, keamanan, serta pelayanan yang benar, jujur, dan tidak diskriminatif.

Lamanya proses pergantian kartu ATM hingga berbulan-bulan dinilai perlu menjadi bahan evaluasi agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal dan tidak menimbulkan kerugian bagi nasabah.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak BRI KCP Blambangan Umpu belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan tersebut. Redaksi membuka ruang hak jawab apabila pihak BRI ingin memberikan penjelasan atau klarifikasi sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers

No More Posts Available.

No more pages to load.