Bagansiapiapi.CN- Wabah malaria di Kecamatan Sinaboi, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau, terus menunjukkan tren peningkatan dan kini menjadi perhatian serius pemerintah pusat hingga lembaga kesehatan internasional.
Di tengah lonjakan kasus yang belum melandai, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat ikut terlibat dalam penyusunan langkah penanggulangan bersama Kementerian Kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Rohil, Ners Afirda, SKep, mengakui pihaknya kewalahan menghadapi penyebaran malaria yang terus bertambah setiap hari. Menurutnya, penanganan wabah tidak dapat dibebankan hanya kepada Dinas Kesehatan, melainkan membutuhkan sinergi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD), terutama dalam pengendalian lingkungan dan edukasi masyarakat.
“Setiap hari masih ada penambahan kasus. Kami telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan tim CDC Amerika Serikat untuk menyusun langkah lanjutan penanggulangan malaria,” ujarnya.
Afirda menjelaskan, berbagai upaya telah dilakukan sejak tahun lalu. Namun, kondisi geografis Rohil yang didominasi kawasan pesisir masih menjadi tantangan besar karena menjadi habitat ideal bagi nyamuk penyebab malaria. Akibatnya, angka kasus belum menunjukkan penurunan yang signifikan.
Di tengah perhatian serius pemerintah pusat dan keterlibatan tim internasional, sikap DPRD Rohil justru menuai sorotan. Ketua Komisi D DPRD Rohil, Purnomo S.Ag., belum memberikan tanggapan saat dimintai konfirmasi terkait pengawasan maupun dukungan kebijakan dalam penanganan wabah.
Kondisi tersebut memunculkan kritik terhadap minimnya respons legislatif daerah di saat masyarakat Rohil masih menghadapi ancaman penyebaran malaria yang terus meningkat.
(M.Rambe)













