Subulussalam| CN- Lembaga pemerhati suku Singkil kota Subulussalam, menyayangkan cat makam ulama kharismatik Aceh diduga tidak sesuai dengan filosofi adat lambang rambu-rambu khusus budaya adat suku Singkil, Rabu (23/12/20).
Berdasarkan warna rambu-rambu adat suku Singkil pengertianya (merah) artinya Panglima (Putih) artinya Ulama (Kuning)artinya Raja (Hijau) Rakyat (Hitam) artinya Tabib seharusnya pemerintah kota Subulussalam instansi Dinas terkait mengikuti berdasarkan rambu-rambu adat Budaya suku Singkil.
BACA FORWA Rupat Jalin Silaturahmi Dengan Camat Rupat Utara Forum Wartawan Rupat atau FORWA Rupat melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor Camat Rupat Utara sebagai bentuk mempererat hubungan kemitraan antara insan pers dan pemerintah kecamatan. Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua FORWA Rupat, Sunardi, bersama Wakil Ketua Jonggi Tambatu Siahaan, serta anggota lainnya yakni Boiman, Marhisam, dan Asmadi. Rombongan FORWA Rupat disambut langsung oleh Camat Rupat Utara, Rizki Subagia Effendi, di ruang kerjanya dengan suasana penuh keakraban dan kekeluargaan. Dalam pertemuan tersebut, Camat Rupat Utara menyampaikan apresiasi atas kunjungan yang dilakukan FORWA Rupat. Ia menilai silaturahmi seperti ini penting untuk memperkuat komunikasi dan sinergi antara pemerintah dengan insan pers dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. “Media memiliki peran penting dalam memberikan informasi yang positif, edukatif, dan membangun kepada masyarakat. Kami menyambut baik kehadiran FORWA Rupat dan berharap hubungan baik ini terus terjalin,” ujar Rizki Subagia Effendi. Sementara itu, Ketua FORWA Rupat, Sunardi, mengatakan bahwa kunjungan tersebut bertujuan mempererat hubungan serta membangun komunikasi yang harmonis dengan pihak kecamatan. Menurutnya, wartawan tidak hanya menjalankan tugas jurnalistik, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan berbagai program pembangunan dan informasi kepada masyarakat secara berimbang. Silaturahmi berlangsung hangat dan penuh keakraban. Selain berdiskusi mengenai perkembangan daerah, pertemuan tersebut juga menjadi momentum memperkuat kolaborasi demi kemajuan Kecamatan Rupat Utara ke depan. Penulis. Sunardi
Rahmat selaku kepala bidang budayawa aceh (LPS2) meminta instansi terkait untuk menyesuaikan warna makam ulama Kharismatik aceh syekh Hamzah Fansuri dengan memakai warna putih sebagai lambang simbol warna Ulama,
Yang sudah dari jaman dahulunya membuat makna warna rambu-rambu atau tabir-tabir adat istiadat budaya suku singkil yang memeluk agama islam seratus persen.
Jangan seolah-olah makam ulama kharismatik aceh itu terkesan ada kaitanya dengan warna partai politik, seharusnya cat makam ulama Kharismatik itu memakai warna putih sesuai dengan simbol adat istiadat suku Singkil. Ujarnya”.
Rahmat berharap melalui panggilan walikota subulussalam pemerintah kota Subulussalam melalui dinas instansi terkait dapat merubah warna Makam Ulama Di kota Subulussalam, menunjuk ke netralan terhadap warna Makam.
Karna putih itu melambangkan kesucian bagi kita “,cetusnya.(Jun/ipong)