BANNER IKLAN

Pelaku Penembakan Polisi Didor Petugas Hingga Tewas, Tuai Protes Keluarga? Ini Kronologisnya

oleh -619 views
oleh

Labuhanbatu| CN- Terduga pelaku penembakan personel Kepolisian Resor Labuhanbatu, Bripka Rajinsyah, akhirnya tewas di rumah sakit daerah Aekkanopan. Pelaku Didor petugas karna sempat melakukan perlawanan saat ditangkap.

Sebelumnya, RM (pelaku-red) bersama satu rekannya AW hendak diamankan petugas karna melakukan pungutan liar (pungli) terhadap sopir truck yang melintas di Jalan Lintas Sumatera, Desa Membang Muda, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara.

Hal itu dilakukan Polres Labuhanbatu menindak lanjuti informasi dari masyarakat. Namun, saat Unit Reksrim melakukan penangkapan pada Rabu (22/9) malam, pelaku merampas senjata api milik petugas, hingga terjadi perebutan senpi. Disaat itu pelaku menembak Bripka Rajinsyah hingga roboh.

Kedua pelaku berhasil melarikan diri meski sempat dikejar petugas.

 

| Buron Dua Hari, Polisi Bekuk Pelaku di Siborong-Borong

Setelah Insiden terjadi, RM (27), warga Guntingsaga, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara bersama rekannya sempat buron selama 2 hari.

Namun kesigapan Polsek Pangaribuan dan Polsek Siborongborong Polres Tapanuli Utara dalam berkoordinasi, akhirnya RM dibekuk petugas dan juga sempat melakukan perlawanan.

Selanjutnya, Tim gabungan menjemput RM untuk pengembangan, Jumat (25/9) sekira pukul 23:30 WIB. Besoknya, tim Polres Labuhanbatu membawa RM mencari temannya, AW, tetapi tidak ada di tempat bersembunyian pertama yang disebut oleh RM.

Namun saat tiba di tempat persembunyian yang kedua, RM memukul kepala Bripka Sumiadi Joko dengan benda keras dan terjadilah pergumulan. RM juga berusaha merampas senjata revolver Aipda TA, hingga Akhirnya petugas menembak paha RM.
Setelahnya Bripka Sumiadi dan RM dilarikan ke rumah sakit. Namun setibanya di rumah sakit, petugas medis mengatakan RM sudah meninggal.
Sementara, Bripka Sumiadi Joko mengalami robek pada bagian kepala sebelah kanan.

| Pihak Keluarga Protes Hingga Terjadi Aksi Blokade Jalan

BACA  Tunggu Pembeli, Pemilik Sabu Ditangkap Sat Narkoba Polres Tebing Tinggi

Mencuat kabar pengamanan pelaku sempat menuai protes dari pihak keluarga. Bahkan terjadi aksi memblokade jalan lintas Sumatera (Jalinsum).

Informsi yang dihimpun http://cakrawalanusantara.id , pihak keluarga tak terima dan menganggap kematian RM tak wajar.

Sehingga pemulangan jenazahnya ke rumah duka di Keluarahan Gunting Saga, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara ditolak keluarga.

Menurut keluarga, mereka dan RM sempat berkomunikasi pada Jumat (25/10) sekira jam 10.30 WIB melalui telepon, namun keesokan harinya dikabarkan meninggal dunia oleh personel kepolisian.

Belakangan beredar video amatir yang berisi pengakuan RM, Ia mengaku merampas senjata api saat diamankan polisi.

Ia juga menyembunyikan senjata rampasan itu di belakang rumah kakaknya di Gunting Saga. Namun dia membantah sebagai pelaku utama penembakan Bripka Rajinsyah Siregar.

| Kapolres Labuhan Batu Beberkan Insiden Penembakan

Polres Labuhanbatu menggelar konferensi pers terkait penembakan buronan Polres Labuhanbatu berinisial ARM yang tewas usai diterjang timah panas petugas karna melakukan perlawanan saat ditangkap.

Dalam kondisi lemas dan dibawa ke rumah sakit terdekat, akhirnya nyawa tersangka tak dapat diselamatkan.

“Saat ini jenazah tersangka sudah dibawa ke Rumah Sakit Umum Jarasmen Saragih, untuk dilakukan otopsi. Kita masih menunggu hasilnya,” ungkap Kapolres Labuhanbatu, AKBP Deni Kurniawan, saat press conference, Senin (28/9/2020).

Kapolres menerangkan, tindak pidana ini terjadi di Jalinsum Membang Muda, Desa Perkebunan Membang Muda, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labura.

Dimana, korban adalah anggota Polsek Kualuh Hulu, Bripka Ranjinsyah Siregar yang menjadi korban penembakan di perut dengan kondisi kritis.

BACA  Tunggu Pembeli, Pemilik Sabu Ditangkap Sat Narkoba Polres Tebing Tinggi

“Saat ini korban dalam perawatan di RS Bhayangkara Medan,” ungkapnya.

Dedi Kurniawan, yang pernah menjabat sebagai Kapolres Nias itu mejabarkan lebih detail proses penangkapan kedua pelaku.

Dijelaskannya ” pada Jumat (25/9/2020), tim gabungan Polres Labuhanbatu menjemput tersangka ARM dari Polres Taput dan tiba di Mapolsek Kualuh Hulu,

“Saat itu, tersangka diinterogasi untuk mengetahui dimana keberadaan rekannya AW,. Berdasarkan keterangan dari tersangka, mereka melakukan pelarian dengan tujuan Medan, namun AW menyarankan untuk bersembunyi di tempat yang dulu AW pernah ini bekerja sebagai sopir truk di daerah Padang Mahondang Ujung, Kabupaten Asahan,” jelasnya.

Akhirnya kedua pelaku menuju lokasi tersebut. Namun setelah sampai di sana, ARM merasa tidak nyaman sehingga melanjutkan perjalanannya kembali dan menuju Pangaribuan.

“Mendengar keterangan tersebut pada Sabtu (26/9/2020), tim bergerak dari Mapolsek Kualuh Hulu menuju lokasi yang diduga Awi masih berada. Sekira pukul 04.25, tim sampai di lokasi yang dimaksud,” tutur Kapolres.

Selanjutnya, petugas membagi 3 tim untuk melakukan penangkapan. Namun saat berada di tempat persembunyian kedua, RM memukulkan kepala Bripka Sumiadi Joko dengan benda keras dan terjadi pergumulan.

“Melihat itu, Bripka E Sitohang mencoba melepaskan genggaman tersangka dari baju Bripka Sumiadi Joko. Namun tersangka mencoba merebut senjata Bripka E Sitohang yang disimpan di pinggang sebelah kanan dan Bripka E Sitohang menangkap tangan tersangka dan melepaskan genggaman pelaku dari pinggang,” ucapnya.

Begitupun, lanjut Kapolres, pelaku kembali menarik baju Bripka Sumiadi dan Bripka E Sitohang menembakan senjata ke udara sebanyak 2 kali. Namun peringatan itu tak dihiraukan oleh pelaku.

BACA  Tunggu Pembeli, Pemilik Sabu Ditangkap Sat Narkoba Polres Tebing Tinggi

“Pelaku masih tetap berusaha menyerang Bripka E Sitohang dan mencoba menarik Bripka Sumiadi ke parit bekoan dan terjadi tarik menarik di situ, hingga Bripka E Sitohang menembak pelaku hingga mengenai paha sebelah kanan pelaku,” tandasnya.

Saat itu juga pelaku terjatuh bersama Bripka Sumiadi ke dalam parit bekoan. Di mana, dimana pelaku tertimpa Bripka Sumiadi Joko.

“Bripka E Sitohang mencoba menolong Bripka Sumiadi dan tersangka dari parit bekoan, namun dikarenakan situasi pinggiran parit licin, sehingga Bripka E Sitohang tidak mampu untuk menarik keduanya. Tidak berapa lama, Aiptu Edi Syahputra datang membantu Bripka E Sitohang untuk mengeluarkan pelaku bersama Bripka Sumiadi dari parit bekoan. Setelah keluar dari parit bekoan, Kanit Reskrim beserta tim lainnya tiba, karena tadi sudah membagi bagikan tim untuk penangkapan tersangka kedua,” terangnya lagi.

Melihat Bripka Sumiadi Joko dan pelaku sudah tergeletak dalam keadaan lemas, Kanit Reskrim beserta tim langsung membawa Bripka Sumiadi Joko dan ARM ke rumah sakit terdekat untuk pertolongan medis.

Namun setibanya di Rumah Sakit Lina di Aek Loba, pihak medis mengatakan tersangka sudah tidak bernyawa lagi dan Bripka Sumiadi mengalami luka robek pada bagian kepala sebelah kanan.

“Dari catatan kepolisian, tersangka ARM adalah DPO kasus curas yang terjadi pada Selasa (29/1/2019) sekira pukul 04.00 di jalinsum perlintasan kereta api Gunting Saga. Dia juga residivis kasus pencurian dengan pemberatan pada Senin (27/7/2015) sekira pukul 00.30 di jalan utama panjang bidang Kelurahan Gunting Saga. Pelaku ini sudah beberapa kali menjadi residivis,” ungkap Kapolres.

Reporter : Daud Rinaldy Rangkuty

Editor      : RD

No More Posts Available.

No more pages to load.