BANNER IKLAN

Pendirian PT. Primadaya Plastisindo Tuai Polemik, Warga Anggap Akan Ganggu Aktifitas Pembibitan

oleh -404 views

Binjai| CN- Rencana pendirian pembangunan PT. Primadaya Plastisindo menuai polemik, bahkan warga Jalan Madura, Lingkungan 3, Kelurahan Kebun Lada, Binjai Utara sempat protes dengan melakukan aksi damai pada Sabtu (17/10) lalu.

 

 

Menurut warga, dengan didirikannya PT. Primadaya Plastisindo dikawasan mereka dapat mengganggu aktifitas pembibitan yang selama ini menjadi mata pencariannya.

 

” mengapa dipilih daerah kami yang bukan wilayah pabrik. Saya khawatir akibat pembangunan pabrik kedepannya pengahasilan kami akan terganggu ” kata Khairul Ambri, saat dilakukan pertemuan dikantor Camat Binjai Utara, Rabu (21/10/2020) siang.

 

” kami selaku petani pembibitan sangat bergantung dengan alam, kalau ada 1 pabrik, pasti ada 2 pabrik. Rt/Rw daerah kami bukan kawasan industri ” tambahnya.

 

 

Sementara Ilham, warga yang juga mengikuti forum, menyampaikan hal yang senada, dirinya menolak pembangunan pabrik plastik karna dianggapnya dapat mempengaruhi pembibitan.

 

” tolonglah lak pak Camat tolak ini, karna kami semua bekerja dengan bibit ” harapnya.

 

Warga lain juga mengaku khawatir dan tak ingin lingkungan mereka rusak akibat berdirinya pabrik tersebut. “Sudah 30 tahun kami merintis usaha pembibitan. Niat kami untuk penghijauan sudah berjalan. Jangan gara-gara berdirinya pabrik ini, semua yang kami rintis jadi berakhir,” cetus warga.

 

 

Ditempat yang sama, Camat Binjai Utara Adri Rivanto, usai pertemuan mengatakan, pendirian pabrik ini masih tahap proses administrasi di Pemko Binjai. Dimana pihak pengusaha sudah mengajukan beberapa dokumen agar izin usahanya dapat diproses.

“Sebenarnya proses ini sudah lama dan terkendala masalah corona. Sehingga terjadi pengunduran proses. Nah, ketika satu persatu dokumen mulai terpenuhi, seperti nota kesepahaman dengan pemko, Perwal 21 Tahun 2020 dan bukti izin dari warga, maka penolakan pun terjadi,” kata Adri.

Dari pertemuan yang digelar tadi, lanjut Adri, warga ingin ketemu dengan pemko,untuk meminta jaminan, apakah pabrik itu berdampak dengan lingkungan atau tidak. “Pertemuan ini akan kami fasilitasi. Kami akan koordinasi dulu dengan Dinas Lingkungan Hidup, PU, maupun Perkim,” beber Adri.

Terkait Perwal 21 Tahun 2020, Adri menjelaskan, bahwa perwal itu mengatur tentang tata ruang. Dimana pabrik yang akan berdiri diberikan disinsentif atau dibebankan pajak yang besar dan tidak mendapat fasilitas dari pemerintah.

“Artinya, soal lokasi tidak sesuai RTRW sudah tidak ada masalah. Karena pihak pengusaha setuju dengan disinsentif yang diberikan Pemko Binjai berdasarkan perwal tadi,” tutur Adri.

Turut hadir Camat Binjai Utara Adri Rivanto, perwakilan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (PNMP2TSP), Arfan Harahap, pihak warga, dan HRD PT Primadaya Plastisindo Pusat, Firman.(Rid)

No More Posts Available.

No more pages to load.