Suaramu, Suaraku, Suara dan Partisipasi Kita Tentukan Arah Kota

oleh
oleh

Binjai| CN- Mungkin hanya satu hak suara, namun itu satu harapan penting yang kita punya dalam membangun suatu demokrasi. Partisipasi masyarakat untuk memilih pemimpin membentuk asa baru melalui hak pilih demi perubahan yang lebih baik.

Meskipun beberapa orang terkadang bosan dengan janji kampanye, jengah dengan visi – misi calon pemimpin, namun tak dapat dipungkiri bahwa hak pilih menjadi sakral dan penentu perubahan. Walau hanya satu suara, namun hal itu suatu kontribusi yang harus kita berikan untuk merubah apa yang harus diubah.

example banner

Tentu Komisi Pemilihan Umum sebagai penyelenggara memegang peranan penting untuk mewadahi hak konstitusi rakyat dalam memilih dan dipilih.

Partisipasi masyarakat memegang kunci penting dalam menentukan sukses tidaknya penyelenggara pemilu, sehingga menjadi bagian yang utama dalam setiap berlangsungnya Pilkada.

Namun kali ini, Lembaga penyelenggara Pemilu dikejutkan dengan pandemi Covid-19 yang merubah jadwal hingga proses Pilkada yang sebelumnya telah disusun dan ditetapkan. Beberapa tahapan hingga pemungutan suara yang dijadwalkan 23 September harus bergeser ke 9 Desember akibat Indonesia dilanda Pandemi Covid-19.

Bahkan pro-kontra sempat mewarnai  penyelenggaraan pemilu di tengah merebaknya virus corona. Beragam tanggapan dan ujaran mengisi jendela Menu Goegle di Gadget kita.

BACA  Sidang Pemeriksaan Objek Lahan Sengketa,Warga Bantah Pernyataan Penggugat

Hal ini pastinya berdampak dengan tingkat partisipasi Publik, hingga menjadi tantangan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk tetap dapat mendongkrak partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya.

KPU diuji, penyelengaraan Pilkada di tengah Pandemi virus corona bak level baru dalam sebuah game. KPU ditiap daerah penyelenggara Pilkada terpaksa harus mencari strategi baru dalam menggenjot partisipasi masyarakat hingga finish di 9 Desember mendatang.

Tentunya, mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilih bukan hal yang mudah, peran Divisi Sosialisasi Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU menjadi ujung tombak dalam hal ini.

Seperti Pilkada di kota Binjai yang mengalami hal serupa (Pandemi-red) dengan daerah lain. Tingkat partisipasi pemilih yang terancam menurun jadi tantangan baru Komisi Pemilihan Umum setempat. Sebab Partisipasi masyarakat jadi tolak ukur keberhasilan suksesnya penyelenggara Pilkada.

Tidak gampang memang, karena segala kegiatan dibatasi dengan protokol kesehatan.

Namun, berkat sinergi dan soliditas anggota KPU Binjai dengan tim Sekretariat, serta berangkat dari tiga penghargaan termasuk peringkat ketiga kategori kreasi sosialisasi dan partisipasi pemilu yang diraih pada  2019 lalu, KPU Binjai tetap optimis menjaga tingkat partisipasi masyarakat dalam Pilkada 2020, meskipun di tengah Pandemi Virus Corona (Covid-19).

BACA  Sidang Pemeriksaan Objek Lahan Sengketa,Warga Bantah Pernyataan Penggugat

Divisi Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU kota Binjai, tancap gas ‘menggeber’ sosialisasi Pemilu kepada warga. Seluruh elemen masyarakat pun turut dirangkul untuk bersinergi dalam meningkatkan partisipasi pemilih.

Memperkaya cara-cara baru sosialisasi, demokrasi dan pemilu pun dilakukan.

Dengan dikomandoi Robby Efendi selaku Komisioner KPU Binjai Divisi Parmas dan SDM, berbagai cara jitu dan keren diterapkan dalam peningkatan partisipasi masyarakat.

Salah satunya dengan menggelar sayembara Maskot dan Jingle Pilkada  kota Binjai tahun 2020 yang dilaksanakan beberapa waktu lalu, tepatnya di Bulan Oktober 2019. Kompetisi tersebut terbukti ampuh hingga menarik minat masyarakat yang cukup tinggi, terlebih kalangan anak muda di kota Binjai.

Pastinya Sayembara yang di gelar KPU Binjai meningkatkan  antusias milenial kreatif dalam berpartisipasi pada Pilakada 2020 kali ini.

Bukan hanya itu, sosialisasi Via Daring pun menjadi sarana alternatife tepat KPU Binjai mensosialisasikan Pilkada tahun 2020 dimasa Pandemi Covid-19. Hal itu dianggap cukup efektif saat ini.

Selain itu Relawan demokrasi KPU Binjai juga diluncurkan guna memaksimalkan sosialisasi pilkada kepada masyarakat.

BACA  Sidang Pemeriksaan Objek Lahan Sengketa,Warga Bantah Pernyataan Penggugat

Teranyar, Relawan Demokrasi melakukan sosialisasi gabungan dari sejumlah basis, pada Minggu (1/11/2020), yang beberapa diantaranya menyasar ke Pemilih penyandang Disabilitas. Serta Penguatan koordinasi dengan semua pemangku kepentingan pun tak luput dari agenda.

KPU Binjai pada Pilkada kali ini menargetkan 77,5 persen pemilih di tahun 2020. Hal itu akibat dilanda Pandemi Covid-19. Kendati demikian pihak KPU tetap optimis partisipasi pemilih bisa melebihi target awal seperti sebelumnya.

Karna pada Pemilu sebelumnya partisipasi masyarakat Binjai melonjak hingga 82, 14 persen yang melebihi target sebesar 77,5 persen.

Harapan dari setiap insan yang peduli dengan Demokrasi, menjadi pemicu KPU khususnya di Binjai untuk menyelenggarakan Pilkada yang berkualitas dan berintegritas dengan tingkat partisipasi masyarakat yang tinggi dalam menyongsong pemimpin baru di kota Rambutan.

Menjelang 9 Desember 2020 yang sudah didepan mata, merupakan sejarah baru penyelenggaraan Pilkada dalam suasana yang berbeda. Komisi Pemilihan Umum pegang kendali penting  mengajak rakyat dalam pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Binjai tahun 2020 yang ditentukan dengan partisipasi masyarakat dalam memilih. (Riduan Hamdani)

No More Posts Available.

No more pages to load.