Binjai| CN- Menjelang hari pemungutan suara yang jatuh pada 9 Desember 2020 mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) kota Binjai gencarkan sosialisasi. Kali ini, sosialisasi menyasar kepada kelompok milenial.
Mulai dari kelompok Jaka Dara, Generasi Berencana, Kumpulan Podcast, hingga Himpunan Mahasiswa Islam jadi target Divisi Sosialisasi, SDM dan Parmas KPU Binjai dalam peningkatan partisipasi publik.
“Pilkada tinggal sebulan lagi, maka simpul-simpul kalangan milenial ini diharapkan dapat menyampaikan kepada teman-teman dan keluarga untuk mengingatkan serta mengajak mereka untuk ke TPS pada 9 Desember 2020,” ujar Ketua Divisi Sosialisasi, Sumber Daya Manusia dan Partisipasi Masyarakat KPU Binjai, Robby Effendi, yang juga sebagai moderator dalam sosialisasi yang digelar di salah satu kafe, Jum’at (6/11).
Sejumlah hal baru saat pemilihan di TPS juga dibeberkan Robby. Ini dilakukan untuk menghindari klaster baru penyebaran Covid.
Sebelumnya di tempat yang sama juga digelar sosialisasi kepada Pemuda Katolik Binjai, Ikatan Mahasiwa Muhammadiyah Binjai, Pemuda Batak Bersatu dan Ikatan Mahasiswa Binjai dengan narasumber Darwin Sipahutar Koordinator Wilayah JPPR (Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat) Sumut.

Sementara, Narasumber kali ini adalah Dosen dan Peneliti USU, Dr Hatta Ridho yang menyampaikan materi tentang urgensi Pilkada 2020.
Hatta menjelaskan sejumlah alasan mengapa Pilkada tetap harus dilaksanakan di tengah Pandemi Covid-19.
“Karena tidak ada pihak manapun yang dapat memberi kepastian kapan Covid-19 akan berakhir. Kemudian pemerintah tidak mengizinkan 270 daerah dipimpin oleh pelaksana tugas dalam waktu bersamaan karena pelayanan publik tidak akan optimal,” kata dia.
Hatta juga menjelaskan beberapa alasan mengapa harus memilih. Menurut dia, hak pilih ini adalah hak istimewa sebagai warga negara.
Namun, masih saja ada masyarakat yang menolak menggunakan hak pilih. Bagi dia, orang yang tidak menggunakan hak pilih adalah masyarakat berkarakter sombong.
“Memilih juga untuk menaikan indeks demokrasi Indonesia. Indeks demokrasi Indonesia tahun 2019 berada di angka 74,92 persen, dan ini kategori sedang. Di dunia, Indonesia menempati peringkat 65,” bebernya.
Memilih kepala daerah, lanjut Hatta ” untuk menuju perubahan yang lebih baik. Dia menjelaskan, masyarakat memilih pemimpin dianggap mampu menyelesaikan sejumlah masalah di Binjai.
“Dan terakhir, memilih adalah untuk melahirkan kepala daerah yang berkualitas, agar anggaran tak sia-sia. Harus lahir pemimpin kota yang tangguh, peduli, bersih, rajin dan cerdas,” pungkasnya. (Rid/Rob)













