Jakarta| CN- Pengamat teroris Al Chaidar mengatakan, aksi serangan di Mabes Polri dilakukan oleh pasukan perempuan. Aksi ini masih terkait dengan bom Makassar.
“Ya, itu serangan teroris. Dilakukan oleh pasukan perempuan JAD (Jamaah Ansharut Daulah),” kata Al Chaidar ,Rabu (31/3/2021) sore.
Menurut Chaidar yang selama ini selalu memberikan informasi terdepan aksi terorisme, penyerangan ini merupakan aksi balas dendam, dengan tertangkapnya sejumlah anggota JAD di Makassar dan sejumlah daerah lainnya, pasca ledakan bom bunuh diri di pintu gereja Katedral, Makassar, Minggu (28/3/2021).
JAD adalah organisasi terorisme yang berkiblat pada Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Pola serangan JAD cenderung acak. JAD menyasar publikasi dalam aksinya. Berdasar sejarahnya, JAD terbentuk atas inisiatif Aman Abdurrahman di Nusakambangan pada medio 2014
Sebelumnya dilaporkan, terjadi aksi baku tembak di Mabes Polri. Ada korban yang tergeletak di halaman. Akses keluar masuk Mabes ditutup. Belum diketahui secara pasti siapa pelaku dan korban, serta motif aksi ini. Situasi di Mabes Polri masih mencekam. Semua akses keluar masuk ditutup, sehingga tak ada yang bisa masuk ke areal Mabes Polri.
Kejadian terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Suara bersumber dari lantai 2 gedung Mabes Polri. Terdengar dua kali tembakan.Wartawan masih menunggu keterangan resmi Mabes Polri.
Dugaan penyerangan yang dilakukan oleh seorang wanita berjubah dan bercadar di posko polisi halaman Mabes Polri. Perempuan tak dikenal itu kemudian ditembak petugas.
Perempuan tersebut tampak tak bergerak setelah ditembak. Ia mengenakan pakaian hitam dan sempat mengacungkan senjata ke petugas. Polisi pun memastikan perempuan tersebut meninggal dunia.
Area Mabes Polri kini sudah disterilisasi. Saat dimintai konfirmasi, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan akan memberikan keterangan. “Ya nanti saja,” kata Sigit ketika dihubungi. (Ical)













