Petani Mengalami Kerugian Pasca Banjir Dan Merasa Kecewa

oleh

Aceh Tamiang CN Intensitas hujan yang tinggi, puluhan hektar persawahan milik warga di kawasan Kampung Balai, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang, terendam banjir. Kondisi ini membuat para petani merugi, karena padi yang mereka tanam membusuk dan mati.

Mustafa petani sawah mengatakan, Puluhan hektar sawah miliknya di Kampung Balai, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang terendam banjir, Senin(24/01/2022).

BACA  Status Lahan Mojoroto Disoal, Ahli Waris H. Abbas Zaini Dahlan Minta Kejelasan Perubahan Hak
example banner

Tanaman padi yang baru ditanam sekitar 40 hari mulai membusuk dan mati, karena tergenang air sehingga padi tidak nampak.

Selain tingginya curah hujan selama beberapa hari terakhir lalu, banjir juga disebabkan karena jebolnya tanggul.

Imbas dari banjir ini, petani pun mengalami kerugian, sekitar jutaan rupiah per hektarnya. Selain itu banjir yang menggenangi persawahan diprediksi akan berimbas pada mundurnya masa panen, karena petani harus mengganti semua tanaman padi yang mulai membusuk yang biasa disebut (puso), dan mati.

BACA  Mengisi Moment libur sekolah PT Niat Suci Kebuaitullah ( NSK) Fasilitasi Khitan Massal Gratis untuk 288 Anak ke 9 Perwakilan Daerah

Saat ini para petani meminta pemerintah setempat melakukan perbaikan Tanggul, apabila tidak dilakukan perbaikan maka seterusnya petani akan mengalami hal yang serupa dari tahun ketahun.

Karena jika musim hujan tiba, areal persawahan di wilayah itu selalu terendam banjir, dan petani terus merugi.

BACA  Camat Rupat Utara Sambut Mahasiswa KUKERTA UNRI 2026 di Tanjung Medang

Adapun anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten(DPRK) Aceh Tamiang dari Komisi B, datang kelokasi hanya melihat lihat saja, ketika ditanyai solusi, jawaban mereka hanya mengatakan minta kepada dinas terkait,”ucapnya.

Apalagi ditanyai tentang bibit, racun dan pupuk, jawabannya tidak ada,”tutupnya.

Penulis:Amir CN

No More Posts Available.

No more pages to load.