TAPSEL CN- 2 (Dua) Orang Petugas yang mengaku dari Dinas Lingkungan Hidup Sumatera Utara (Sumut), mulai bergerak megunjungi rumah masyarakat melakukan Wawancara tentang Dampak Lingkungan Pembangunan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT. SKL.
Wawancara di Lakukan secara acak ke Rumah – rumah warga di Lingkungan 1 dan 3, Kelurahan Muara Ampolu, Kec. Muara Batang Toru (MBT), Kab. Tapanuli Selatan ( Tapsel).
Terpantau Media, Rabu, 21/12/2022. 2 ( Dua) Orang Petugas yang mengaku dari Dinas Lingkungan Hidup Sumateta Utara ( Sumut), Di dampingi Seorang Petugas Keamanan (Nikmat Nasution) dari PT. SKL. Yang mengaku dari Dinas Lingkungan hidup tersebut meminta tanggapan dampak yang di rasakan masyarakat bila PKS di Bangun.
Salah satu tanggapan Masyarakat Zulfandri Batubara (Zulfan) dari Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Kel. Muara Ampolu, yang kebetulan juga sebagai Kabid Lingkungan Hidup LSM TERKAMS Kec. Muara Batang Toru. Mengapresiasi Langkah yang di buat PT. SKL , langsung turun ke masyarakat untuk wawancara dampak Pembangunan PKS.
Bapak Zulfan berharap PT. SKL agar selalu bergandeng tangan dengan masyarakat, membina Lingkungan masyarakat sekitar, dengan mengalirkan sumber air yang ada di PT. SKL melalui Vipa ke M. Ampolu, karena air di lingkunan masyarakat sangat buruk.
Di tempat terpisah Kepala Lingkungan 1 juga berharap, agar PT SKL memberdayakan masyarakat Lokal khususnya Kec. Muara Batang Toru, dengan membuka lowongan Kerja 70% lokal, dan selanjutnya berpesan agar Perusahaan mengelola Limbah PKS sesuai dengan peraturan Pemerintah, agar tidak mencemari Lingkungan.
Bapak Zulfan juga menyampaikan harapannya agar Pemerintah juga ikut mengawasi kegiatan PKS tersebut. Khususnya Dinas Tenaga Kerja tentang karyawan, dan terkhusus juga Dinas Lingkungan Hidup tentang Pengolahan Limbah agar tidak mencemari lingkungan dan masyarakat sekitar.
*(A. GOJALI S. MCN TAPSEL)*













