Lampung Barat CN – Akibat intensitas hujan yang cukup lebat, petani ikan di Kecamatan Kebun Tebu, mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah, yang di akibatkan luapan beberapa sungai yang tak mampu menampung debit air hujan yang cukup tinggi, Kamis (23/05/2014).
Sawaldi menyampaikan, bukan hanya kolam milik petani ikan mengalami kebanjiran, hingga mengalami kerugian ratusan juta rupiah, namun berapa jalan kabupaten terendam banjir, dan jalan lintas Sumber Jaya-Kecamata Kebun Tebu mengalami retakan yang cukup serius.
Polsek Sumber Jaya meninjau lokasi dan memasang garis polis line agar para pengendara berhati-hati melintas di jalan tersebut, apabila tidak di tangani pihak terkait secepatnya di khawatirkan jalan lintas Sumber Jaya-Kecamata Kebun Tebu akan lumpuh total. ucap Sawaldi.
Karyanto, Peratin Pekon Purawiwitan sa’at di konfirmasi membenarkan, akibat intensitas hujan yang cukup tinggi beberapa sungai di Kecamatan Kebun Tebu tidak mampu menampung debit air hujan, sehingga meluap dan membanjiri kolam petani ikan, jalan penghubung dan pemukiman warga Pekon Purawiwitan. katanya.
Idris Apandi, Seorang petani ikan di Pekon Tugu Mulya sa’at dikonfirmasi mengatakan, banjir ini terjadi pada pukul 03.00 WIB dini hari yang di akibat hujan lebat di wilayah Kecamatan Kebun Tebu, beberapa sungai yang ada di Kecamatan Kebun Tebu, tidak mampu menampung debit air hujan dan meluap. Sehingga membanjiri puluhan kolam milik petani ikan.
Situasi itu, tambah dia, menyebabkan ratusan ton ikan milik petani jenis ikan nila ikut hanyut terbawa banjir. “Jumlah ikannya mencapai ratusan ton, ada kurang lebih 120 kolam milik petani ikan yang terendam banjir. Kalau jumlah kerugiannya bisa mencapai miliaran rupiah,” kata Idris.
Idris mengaku, mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah, karena ikan yang siap dipanen sebanyak 20 ton hanyut, apalagi banjir juga merusak kolam.
“Kalau petani ikan lainnya di sini, selain saya, ada juga yang mengalami kerugian hingga ratusan juta, belum lagi yang ada di luar Kecamatan Kebun Tebu, juga banyak,” kata Idris menambahkan.
Banjir yang melanda beberapa pekon di Kecamatan Kebun Tebu tersebut, sebelumnya pada tahun 2019 pernah terjadi, dan kini kembali terulang.
Sementara itu, petani ikan lainnya di Pekon Purawiwitan, Mastur mengharapkan, Pemkab Lampung Barat dan pihak-pihak terkait dapat memberikan bantuan untuk memulai kembali usaha karena kerugian yang dialami cukup besar.
“Saat ini kami masih membersihkan kolam-kolam karena banyak sampah yang masuk, sejauh ini belum ada pejabat pemerintah yang datang,” pungkasnya.
( Hendra CN)












