Padangsidimpuan. Cakrawala Nusantara.id. Harapan dengan adanya pemberitaan dengan judul “Pejabat Tidak Peduli, APBD Kota Padangsidimpuan Kecolongan Ratusan Juta Per Tahun” akan mendapat perhatian khusus dari Pemko Padangsidimpuan sehingga dapat menekan kecolongan dimaksud dengan melakukan pembenahan dalam bermitra media dengan instansi pemerintah kota Padangsidimpuan.
Pemberitaan tersebut dimuat di media cetak Cakrawala Nusantara, pada edisi 120, Jumat (14/02/2025).
Semenjak hari Senin tanggal 17 Pebruari 2025, media Cakrawala Nusantara, yang memberitakan kasus tersebut mulai dihantar ke seluruh instansi yang bermitra dengan media Cakrawala Nusantara, di Pemko Padangsidimpuan.
Setelah 3 minggu berselang, awak media melakukan penelusuran ke beberapa instansi, untuk mengetahui sejauh mana efek dari pemberitaan itu, ternyata ada beberapa instansi yang sudah melakukan penertiban diantaranya, Dinas Kominfo, Dinas Pemberdayaan Penduduk (PP) dan KB, Kesbangpol, Dinas Sosial, Camat Tenggara dan Camat Hutaimbaru, tetapi sungguh disayangkan masih banyak instansi yang masih tetap bermitra dengan media-media bodong, sehingga kebocoran APBD ini, diperkirakan masih tetap terjadi di Tahun Anggaran 2025.
Dari sekian Instansi yang masih bermitra dengan media bodong, salah satunya adalah Inspektorat Kota Padangsidimpuan, sungguh disayangkan sekali, ternyata instansi Inspektorat yang diharapkan berperan untuk memberangus kemitraan instansi Pemerintah dengan media-media bodong, justru menjadi instansi yang masih mempertahankan kemitraan tersebut.
Dari hasil penelusuran awak media di instansi Pemko Padangsidimpuan, ternyata instansi yang paling banyak melakukan kegiatan mark-up (khusus kegiatan bermitra dengan media bodong) dengan urutan,
1.Sekretariat DPRD.
2.Dinas Perkim.
3.Badan Kepegawaian Daerah.
4.Inapektorat.
5.Dinas Perizinan satu 6.Dinas Lingkungan Hidup.
7.Disdukcapil.
8.dst.
Pemotongan anggaran oleh Pemerintah Pusat ke daerah mengakibatkan, Pemko Padangsidimpuan, harus melakukan efisiensi anggaran, tetapi ada kebocoran didepan mata tidak ditambal.
Dari hasil wawancara awak media dengan rekan awak Media Bongkar Kasus News, Hs, mengatakan bahwa kegiatan bermitra dengan media bodong akan tetap dilakukan oleh instansi tertentu karena Kadisnya tidak ingin ribut-ribut.
“Kadis tidak ingin ribut-ribut karena pemilik media bodong juga kawan kadis, jadi Kadis lebih mengambil langkah save dengan cara berbagi-bagi APBD dengan oknum pemilik media bodong” katanya.
Karena ini sudah menyangkut kerugian negara diharapkan kepada Aparat Penegak Hukum (APH), untuk menindaklanjutinya dan tentunya dibawah kepemimpinan, Letnan-Levi, sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Padangsidimpuan, akan segera menyelesaikan permasalahan ini. (Hs).










