Sangat Miris Dirasakan Siswa  SMP dan SMA Dari Kayu Menang  Menuju Singkil  Setiap Hari Melewati Air Pasang 

oleh

Aceh Singkil -CN Sungguh perjuangan keras, untuk menuju ke sekolah di Singkil, setiap hari siswa SMP dan SMA asal Kayu Menang kecamatan Kuala Baru harus berjuang melewati air pasang.

 

example banner

Keadaan ini terpaksa dilakukan, mengingat jalan satu – satunya ke ibukota kecamatan Singkil untuk bersekolah hanya melewati jalan Kuala Baru – Kilangan, Singkil, yang hingga saat ini belum ditingkatkan pengaspalannya, kata Sukardi, SH, Kamis, 24 April 2025, warga disana.

 

Sukardi mengatakan, semestinya pemerintah daerah maupun provinsi wajib menyelesaikan urusan wajib guna memudahkan akses masyarakat katanya.

BACA  Polres Tebing Tinggi Kawal Pergerakan Massa Buruh May Day 2026

 

Pasalnya, rencana jalan lintas menghubungkan Kilangan, Aceh Singkil ke Bulu Sema, Aceh Selatan, sudah sejak beberapa tahun yang lalu, namun herannya hingga saat ini masih menyisakan pekerjaan besar ujarnya.

 

“Kasihan anak-anak sekolah yang dari Kayu Menang menuju Singkil, mesti berjuang melawan peruntungan melewati pasang dan surutnya air bila hendak ke sekolah,” sebut Sukardi.

 

Bukan hanya anak – anak sekolah yang mengalami kendala dikala air pasang, namun juga para masyarakat yang hendak bepergian ke ibukota kabupaten itu katanya menambahkan.

BACA  3 Rumah dan 1 Warung di Jalan Rao Hangus Terbakar, Polisi Lakukan Penyelidikan

 

Resiko lain yang dialami pemilik kenderaan, baik roda dua maupun roda empat yakni genangan air laut yang asin.

 

“Bila.usai bepergian.kenderaan tidak kita doorsmer dipastikan akan berkerak dan akhirnya menjadi rusak bahkan kropos, ”

 

Ia mengharapkan agar pemerintah provinsi Aceh dapat segera menuntaskan peningkatan jalan dimaksud, guna mempermudah akses masyarakat dari dan Kuala Baru ucapnya.

 

BACA  Sat Samapta Polres Kampar Laksanakan Patroli Humanis di SPBU, Antisipasi Krisis BBM dan Jaga Kamtibmas

Biasanya, kata Sukardi, dimalam hari air pasang naik, terpaksa harus menunggu sampai 5 jam untuk berangsur surut’barulah bisa jalan dilalui. Air pasang itu terkadang malam atau siang, sulit diprediksi.

 

Parahnya jalan tersebut belum ada lampu jalan atau penerangan dilokasi pasang tersebut sehingga warga mengalami kesulitan dan terkesan terisolir pula ucap Sukardi.

 

“Entah sampai kapan kami mengalami semua ini, berkutat dengan air pasang setiap hari. Semoga saja pemerintah provinsi segera memperbaiki,” ungkapnya.

 

Jurnalis :Yudi Sagala CNtv

No More Posts Available.

No more pages to load.