Operasi Pekat Toba 2025: 30 pelaku pungutan liar dan 2 penjual minuman keras berhasil diamankan

oleh

Langkat CN –  Ada momen di mana rasa aman tak bisa ditawar. Ketika keresahan tumbuh di tengah masyarakat, aparat Kepolisian harus lebih dari sekadar penegak hukum, mereka dituntut hadir sebagai pelindung dan pembina. Itulah yang dilakukan Polres Langkat dalam Operasi Pekat TOBA 2025.

Selama satu pekan, dari tanggal 2 hingga 8 Mei 2025, sebanyak 30 pelaku pungutan liar dan 2 penjual minuman keras berhasil diamankan. Namun, tak semua langsung berujung di balik jeruji. Sebagian pelaku mendapat pembinaan. Karena dalam hukum, selalu ada ruang untuk pembenahan.

BACA  Bupati Kasmarni Buka Pasar Seni Slaksa 2026, Dorong Tradisi dan Kreativitas Jadi Penggerak Ekonomi Desa
example banner

Kapolres Langkat, AKBP David Triyo Prasojo, menekankan bahwa pendekatan humanis adalah bagian penting dalam setiap tindakan penegakan hukum. Upaya menciptakan Langkat yang aman bukan semata dengan sanksi, tetapi juga dengan membuka jalan perubahan.

BACA  Sertifikat Hak Pakai Sekolah Rakyat Diserahkan, Bupati: Pendidikan adalah Investasi Masa Depan.

Ketika ruang publik dirusak oleh aksi premanisme dan peredaran miras, negara tak boleh abai. Operasi ini jadi pesan tegas: tidak ada kompromi untuk keamanan, namun selalu ada kesempatan kedua bagi yang bersedia berubah.

BACA  Toko HP Dibobol, 150 Unit Raib Senilai Rp300 Juta Jatanras Sat Reskrim Polres Tebing Tingg Ringkus Pelaku

Langkah ini bukan akhir, melainkan pengingat bahwa menciptakan lingkungan yang aman bukan hanya tugas Polisi. Itu adalah tanggung jawab kita semua. Karena keamanan yang sejati, lahir dari kepercayaan dan kebersamaan.

(Zulfan nasution)

No More Posts Available.

No more pages to load.