Aceh Aingkil.CN Wakil bupati Aceh Singkil, H. Hamzah Sulaiman, SH, dan rombongan melakukan kunjungan ke Pemerintah Kabupaten Pak-Pak Bharat Sumut guna menjalin kerjasama capaian kemajuan dua daerah.
Acara pembahasan jalinan kerjasama antar dua daerah bertetangga ini, dilaksanakan Kamis, 31 Juli 2025, bertempat di ruang rapat Garuda. Wabup Aceh Singkil dan rombongan disambut hangat koleganya dari Pak-Pak Bharat dengan antusias.

Ketua DPRD Pak-Pak Bharat, Elson Angkat, diawal sambutannya berharap persaudaraan dan jalinan kerjasama dapat terus terjalin guna peningkatan ekonomi dua daerah bertetangga.
“Bila Jalan lintas Toba Aceh, antara desa Keras Aceh Singkil – Sibagindar Pak-Pak Bharat dapat diwujudkan pengaspalannya, niscaya dapat membawa keuntungan bersama bagi masing-masing daerah,” ucap Elson.
“Kami disini banyak menghasilkan sayur mayur dan buah-buahan. Dan Singkil banyak ikan dari hasil lautnya. Semua potensi daerah ini bisa dijalin kerjasama saling menguntungkan, syaratnya akses jalan sudah terbuka baik, ini penting disikapi,” jelas ketua DPRD Pak-Pak Bharat ini.
Dr.Mutsyuhito, M. Pd, selaku wakil bupati Pak Pak Bharat, menyampaikan bahwa pihaknya sangat bangga dan bahagia atas kunjungan koleganya dari Aceh Singkil.
“Kami sudah 2 bulan ini merencanakan kunjungan silaturahmi bersama pak Hamzah, tatkala berjumpa di Jogja pada suatu kegiatan,” kata Solin.
Menurutnya bahwa kerjasama segi tiga potensial dapat dijalin dan diwujudkan, yakni antara Pemko Subulussalam, Pemkab Aceh Singkil dan Pak- Pak Bharat, jelas mantan dosen UMSU Medan ini.
“Moga hubungan silaturahmi dapat terus dibina dan disinergikan lebih baik,”
Mutsyuhito juga merepresentasikan sekilah bahwa wilayah kabupaten Pak Pak Bharat membentang seluas 1375 Km, dengan 8 kecamatan, 52 desa, dan dihuni 60 ribu penduduk.
Ia mengakui, banyak warga Pak-Pak.Bharat berpindah kependudukan ke wilayah Kota Subulussalam maupun Aceh Singkil, guna hijrah memperbaiki ekonomi keluarga ucapnya.
“Jika akses jalan Sibagindar sudah terbuka, akan mampu membawa perubahan ekonomi masyarakat. Selama ini, harga TBS di Singkil, Rp.1600, disini bisa dibilang hanya Rp.600, karena ongkos sudah habis Rp.1000,”
Sementara, Hamzah Sulaiman juga mengucapkan selamat hari jadi ke 22 kabupaten Pak Pak Bharat, semoga terus berjaya ucapnya.
Hamzah Sulaiman juga mengundang pemkab Pak Pak Bharat juga datang berkunjung ke Singkil,” jangan hanya mampir ke Singkil, ke Pulau Banyak juga untuk menikmati indahnya alam dan laut, mandi mandi.
Ia berharap jalan batas bisa terwujud, andai tidak bisa diwujudkan tahun ini, moga bisa di tahun depan. Sengaja kami bawa kadis PUPR agar sama sama cerita ke Jakarta, sebab di Pemerintahan Presiden Prabowo program inpres jalan daerah masih di buka lebar.
“Mungkin dengan seringnya kita cengeng ke Jakarta, kalaupun tidak semua dibantu minimallah 5 km, dan itu alhamdulillah,” kata Hamzah.
“Dan untuk ketahanan pangan, lahan kita ada walau masih kondisi tidur, kita akan buka lahan 300 hektare, ”
Ia menambahkan, bila akses jalan sudah terbuka dan layak dilalui kata wabup, “kita bisa dibantu pesawat cargo guna mengangkat hasil bumi dan laut, itu memungkinkan untuk fasilitas masyarakat, ” katanya.
Menyangkut bahasa, kultur, dan budaya tambah wabup Hamzah, dipastikan sama, jadi tidak susah lagi menyatukan persepsi.
Sebenarnya, sejak 2024, tim Aceh Singkil dan Pak Pak Bharat sudah menggagas melalui program inpres jalan daerah, namun ada kendala saat itu, “kita coba lagi 2025 ini. itu ada 8,3 km. Dan 3 km sudah diaspal sisanya 5,3 km lagi butuh pengaspalan ucap Erwin Syahputra, ST, kadis PUPR Aceh Singkil.
Asmaruddin, Asisten sekdakab Aceh Singkil menimpali agar ruas jalan itu diusul bersama oleh ke dua daerah agar lebih cepat direspon Jakarta, usulnya.
Juliadi Bancin, ketua komisi II DPRK Aceh Singkil, turut bicara bahwa sepengetahuannya tahun 2026 ada dana otsus Aceh untuk jalan perbatasan, namun ia kurang pasti berapa besar dananya,” lupa saya berapa nilainya, tapi itu ada dibahas,” tutur Juliadi.
Menariknya, saat sesi tanya jawab antara ke dua OPD daerah bertetangga, Sekda Pak Pak Bharat, Jalan Berutu, S. Pd MM ambil panggung sebagai moderator di sesi itu.(*)
Jurnalis : Yudi Sagala CNtv













