Peringati Hari AIDS Sedunia, Pemkab Indramayu Perluas Layanan ARV di 16 Puskesmas

oleh

Indramayu, CN – Pemerintah Kabupaten Indramayu memperluas cakupan layanan antiretroviral (ARV) bagi penderita HIV di 16 Puskesmas. Kebijakan ini merupakan upaya untuk mempermudah layanan dan melanjutkan program yang komprehensif.

 

example banner

Hal tersebut terungkap ketika berlangsung Peringatan Hari AIDS Sedunia (HAS) Tahun 2025 di Halaman Gedung Landraad Indramayu, Senin (1/12/2025).  Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah, tenaga kesehatan, organisasi masyarakat, LSM dan komunitas peduli HIV/AIDS.

 

Bupati Indramayu Lucky Hakim dalam sambutannya yang dibacakan Staf Ahli Bupati Bidang SDM dan Kemasyarakatan, Deden Boni Koswara, mengatakan, perluasan cakupan layanan pemberian ARV dan lainnya di 16 Puskesmas ini merupakan salah satu strategi dalam pencegahan dan penanganan HIV / AIDS di Kabupaten Indramayu.

BACA  Sat Lantas Polres Sergai Olah TKP Selidiki Kecelakaan Maut Pelajar 17 di Sei Rampah

 

Sebelumnya layanan ARV ini hanya ada di RSUD Indramayu dan RS Bhayangkara Losarang. Dengan tambahan layanan di 16 Puskesmas maka akan mendekatkan dan mempermudah layanan bagi pasien dan juga keluarganya.

 

Deden menambahkan, dalam upaya penanggulangan HIV/AIDS pihaknya terus melakukan percepatan strategi SULUH atau penyebaran informasi secara luas, peningkatan temuan kasus, serta memastikan pengobatan berkelanjutan bagi Orang dengan HIV (ODHIV). Langkah ini diharapkan dapat mencegah penularan sekaligus meningkatkan kualitas hidup ODHIV agar makin berdaya.

BACA  Gelorakan Semangat HUT Ke-116, Pemkab OKU Inisiasi Gerakan Indonesia Asri BATURAJA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ulu (OKU) resmi meluncurkan Gerakan Indonesia Asri yang digelar secara serentak di seluruh wilayah Kabupaten OKU, Sumatera Selatan, Jumat (24/7/2026) pagi. Aksi lingkungan berskala makro ini diinisiasi khusus oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkab OKU dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten OKU yang ke-116. Kegiatan gotong royong massal tersebut dipimpin langsung oleh Bupati OKU, H Teddy Meilwansyah, SSTP, MM, MPd. Kegiatan ini dipusatkan di kawasan Taman Kota Baturaja yang menjadi titik pusat (kick-off) pergerakan kebersihan daerah serta aliran sungai Ogan baik dibawah jembatan Ogan. Ajak Warga Berdampak Nyata Bupati OKU Teddy Meilwansyah menjelaskan bahwa Gerakan Indonesia Asri merupakan langkah konkret pemerintah daerah untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pelestarian alam dan kebersihan lingkungan lingkungan sejak dini. "Melalui Gerakan Indonesia Asri ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran kolektif. Kebersihan daerah bukan sekadar tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh warga Bumi Sebimbing Sekundang," ujar Teddy saat memberikan arahan langsung di lokasi kick-off, Baturaja. Teddy juga menegaskan bahwa momentum bertambahnya usia Kabupaten OKU ke-116 harus dibarengi dengan perubahan perilaku yang positif terhadap lingkungan. "Sesuai dengan tema besar hari jadi tahun ini, yakni 'Serentak Bergerak, Berdampak Nyata Wujudkan Sayangi OKU', gerakan ini adalah bukti nyata kepedulian kita untuk menjaga wilayah OKU tetap sehat, asri, dan nyaman ditinggali," tambahnya. Sinergi Curve Sisir Fasilitas Publik Di tempat yang sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten OKU Brigman menyatakan bahwa pergerakan ini tidak hanya berpusat di ibu kota kabupaten, melainkan berjalan serentak di 13 kecamatan, serta seluruh kantor di wilayah OKU. "Tim Kita bersinergi terjun langsung ke lapangan membersihkan lingkungan termasuk beberapa titik di aliran sungai Ogan,"ucap Brigman. Pihak DLH menerjunkan personel kebersihan untuk menyisir fasilitas publik, saluran air (drainase), serta kawasan padat penduduk guna mengantisipasi penumpukan sampah. Selain melakukan aksi kebersihan, Pemkab OKU turut mengimbau masyarakat luas untuk menyemarakkan suasana HUT daerah dengan memasang umbul-umbul dan Bendera Merah Putih di pekarangan rumah masing-masing sepanjang bulan perayaan.

 

HIV/AIDS bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga terkait erat dengan aspek sosial, ekonomi, politik, dan budaya. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama multipihak yang terkoordinasi dan terintegrasi untuk mencapai target Three Zero pada tahun 2030, yaitu: tidak ada infeksi baru HIV, tidak ada kematian akibat AIDS, dan tidak ada stigma dan diskriminasi terhadap ODHA.

BACA  Geram Lihat Mangrove Dirusak, Kapolda Riau: Ini Benteng Masyarakat Pesisir, Tempat Satwa Berkembang Biak

 

Peringatan Hari AIDS Sedunia 2025 di Kabupaten Indramayu diharapkan menjadi dorongan bagi semua elemen masyarakat untuk terus memperkuat kolaborasi, menghilangkan stigma, dan memastikan layanan HIV yang berkelanjutan serta mudah diakses.

 

Pada kesempatan itu diberikan pula berbagai bantuan untuk anak-anak yang terinfeksi HIV dan Baznas Kabupaten Indramayu.

 

 

(Nana. S)

No More Posts Available.

No more pages to load.