Kampar Riau,-CN+Duka menyelimuti warga Kecamatan Tapung Hulu setelah kebakaran hebat meluluhlantakkan sedikitnya dua unit rumah pada Jumat (28/3/2026). Api yang diduga berasal dari korsleting listrik dengan cepat membesar dan menghanguskan bangunan beserta seluruh isinya.
Peristiwa ini tidak hanya merusak tempat tinggal, tetapi juga memusnahkan harta benda korban, mulai dari kendaraan, peralatan rumah tangga, hingga perlengkapan usaha dan elektronik. Total tujuh jiwa terdampak, termasuk anak-anak yang masih bersekolah.
Merespons cepat kejadian tersebut, Kepala Desa Danau Lancang, H. Azirman, langsung turun ke lokasi pada Sabtu (28/3/2026). Tanpa menunggu lama, ia menyerahkan bantuan darurat berupa sembako dan kebutuhan pokok kepada para korban.
“Kami bergerak cepat begitu mendapat informasi. Ini bentuk kepedulian pemerintah desa kepada warga yang tertimpa musibah. Semoga bantuan ini bisa meringankan beban mereka sementara waktu,” ujar H. Azirman.
Namun, di balik bantuan tersebut, Kades juga menyoroti persoalan yang lebih besar. Ia mengungkapkan bahwa kebakaran serupa bukan kali pertama terjadi di wilayahnya.
BACA Gelorakan Semangat HUT Ke-116, Pemkab OKU Inisiasi Gerakan Indonesia Asri BATURAJA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ulu (OKU) resmi meluncurkan Gerakan Indonesia Asri yang digelar secara serentak di seluruh wilayah Kabupaten OKU, Sumatera Selatan, Jumat (24/7/2026) pagi. Aksi lingkungan berskala makro ini diinisiasi khusus oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkab OKU dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten OKU yang ke-116. Kegiatan gotong royong massal tersebut dipimpin langsung oleh Bupati OKU, H Teddy Meilwansyah, SSTP, MM, MPd. Kegiatan ini dipusatkan di kawasan Taman Kota Baturaja yang menjadi titik pusat (kick-off) pergerakan kebersihan daerah serta aliran sungai Ogan baik dibawah jembatan Ogan. Ajak Warga Berdampak Nyata Bupati OKU Teddy Meilwansyah menjelaskan bahwa Gerakan Indonesia Asri merupakan langkah konkret pemerintah daerah untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pelestarian alam dan kebersihan lingkungan lingkungan sejak dini. "Melalui Gerakan Indonesia Asri ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran kolektif. Kebersihan daerah bukan sekadar tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh warga Bumi Sebimbing Sekundang," ujar Teddy saat memberikan arahan langsung di lokasi kick-off, Baturaja. Teddy juga menegaskan bahwa momentum bertambahnya usia Kabupaten OKU ke-116 harus dibarengi dengan perubahan perilaku yang positif terhadap lingkungan. "Sesuai dengan tema besar hari jadi tahun ini, yakni 'Serentak Bergerak, Berdampak Nyata Wujudkan Sayangi OKU', gerakan ini adalah bukti nyata kepedulian kita untuk menjaga wilayah OKU tetap sehat, asri, dan nyaman ditinggali," tambahnya. Sinergi Curve Sisir Fasilitas Publik Di tempat yang sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten OKU Brigman menyatakan bahwa pergerakan ini tidak hanya berpusat di ibu kota kabupaten, melainkan berjalan serentak di 13 kecamatan, serta seluruh kantor di wilayah OKU. "Tim Kita bersinergi terjun langsung ke lapangan membersihkan lingkungan termasuk beberapa titik di aliran sungai Ogan,"ucap Brigman. Pihak DLH menerjunkan personel kebersihan untuk menyisir fasilitas publik, saluran air (drainase), serta kawasan padat penduduk guna mengantisipasi penumpukan sampah. Selain melakukan aksi kebersihan, Pemkab OKU turut mengimbau masyarakat luas untuk menyemarakkan suasana HUT daerah dengan memasang umbul-umbul dan Bendera Merah Putih di pekarangan rumah masing-masing sepanjang bulan perayaan.
“Kejadian ini sudah dua kali terjadi di Desa Danau Lancang. Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah kabupaten agar ada solusi konkret, khususnya di Kecamatan Tapung Hulu,” tegasnya.
Saat ini, para korban terpaksa mengungsi di tempat seadanya dengan kondisi terbatas. Mereka masih sangat membutuhkan bantuan lanjutan, baik dari pemerintah maupun para dermawan.
Di tengah musibah, solidaritas warga tampak kuat. Masyarakat bahu-membahu membantu proses pemadaman saat kejadian serta mendukung korban pasca kebakaran.
Pemerintah desa juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap instalasi listrik yang berpotensi memicu kebakaran.
Hingga kini, total kerugian masih dalam pendataan. Namun satu hal yang pasti, musibah ini kembali menjadi alarm keras bagi semua pihak agar penanganan dan pencegahan kebakaran di wilayah Tapung Hulu tidak lagi sekadar reaktif, tetapi benar-benar solutif dan berkelanjutan.
Sumber: pers keadilan Tapung Hulu
Editor R Gulo