Management “‘Main Mata”‘,Proyek di PTPN IV Ajamu Rentan Penyelewengan

oleh

Panai Hulu -CN

PTPN IV Regional II melalui Unit Kebun Ajamu saat ini menyelenggarakan pekerjaan insfratruktur seperti penimbunan pengerasan jalan produksi dan pembuatan jalan rabat beton. Namun, dalam proses pekerjaan ditemukan dugaan penyelewengan.

example banner

Ironis, Management PTPN IV Regional II Unit Kebun Ajamu terkesan pembiaran atas dugaan penyelewengan dalam proses pekerjaan tersebut. Pasalnya, meski mengetahui percobaan penyewengan, Management tidak ada memberikan tindakan. Selain itu, Management juga dinilai sengaja merahasiakan vendor perusahaan pelaksana pekerjaan.

Hasil croschek di lokasi pekerjaan pembuatan jalan rabat beton menemukan material tanah lumpur bercampur batu. Informasi yang dirangkum menyebut material akan digunakan untuk lapisan bawah pada pekerjaan tersebut. Sebelumnya, untuk diketahui, alat berat digunakan pada tahap penyiapan lahan (profil) pekerjaan pembuatan jalan rabat beton itu dirental (sewa) dari seorang pelaksana lapangan pekerjaan penimbunan jalan produksi.

BACA  Bupati Labuhanbatu Resmikan Poliklinik, Gedung E, dan Cath Lab RSUD Rantauprapat

Pada pekerjaan penimbunan pengerasan jalan produksi menemukan ketebalan material tidak rata serta material lapisan bawah menggunakan tanah lumpur.

Management PTPN IV Regional II melalui Manager Unit Kebun Ajamu, Yogo saat ditemui dalam ruang kerjanya, Senin (13/4/2026) guna klarifikasi mengungkapkan bahwa pihaknya sebelumnya telah mengetahui pengunaan material tanah lumpur bercampur batu untuk pekerjaan pembuatan jalan rabat beton tidak sesuai dengan ketetapan dalam kontrak.

BACA  Dugaan Penghinaan Wartawan, Polres Empat Lawang Panggil Oknum Guru PNS

” Material itu tidak kami terima karena tidak sesuai dalam kontrak, seharusnya material sertu. Mengenai percobaan penyelewengan penggunaan material itu kami belum ada memberikan tindakan sanksi, kami hanya memberikan teguran secara lisan.” sebutnya.

Soal pengunaan alat berat, katanya, pihak Management menginstruksikan kepada vendor melalui pelaksana lapangan harus menggunakan alat berat pada tahap pembuatan profil. Ia mengatakan bahwa dalam kontrak tidak ada ketetapan merinci terkait penggunaan alat berat sehingga, katanya, terserah vendor mengadakan alat berat itu dari mana.

BACA  Wakil Bupati Labuhanbatu Kunker Ke Kecamatan Panai Tengah

” Terkait soal pekerjaan penimbuan pengerasan jalan produksi itu belum siap dan juga belum serah terima. Kami akan instruksi kepada pelaksana lapangan dari vendor agar menambah volume ketebalan serta meratakanya. Kami tidak berhak untuk memperlihatkan bestek (site plan) kedua pekerjaan tersebut ke publik,” kilahnya.(DB/O.H)

No More Posts Available.

No more pages to load.