Bupati Minta NGO Harus Mampu Tingkatkan Kualitas Petani Sawit Lokal.

oleh
oleh

Aceh Singkil.CN Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon, meminta para NGO (Non Gobermental Organization) yang tergabung dalam forum multi pihak pengelolaan sumber daya alam, dan lingkungan hidup harus mampu meningkatkan kualitas petani sawit lokal.

 

example banner

“Daerah ini hampir 80 persen kehidupan masyarakatnya didominasi sebagai petani sawit, baik yang masih petani berbasis tradisional maupun belasan perusahaan perkebunan besar yang bernaung dibawah HGU, ”

“Saya berkeinginan ke- 21 NGO yang bergabung pada forum multi pihak PSDA-LH sebagai mitra pembangunan Aceh Singkil, dapat lebih spesifik meningkatkan petani sawit lokal, baik dibidang pembinaan hingga pendamping,”

 

Pernyataan ini disampaikan, bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon, Rabu, 22 April 2026, di aula Bappeda, Pulo Sarok, saat membuka acara ekspose laporan kegiatan dan rencana kerja forum multi pihak pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup (PSDA-LH) Aceh Singkil, serta silaturahmi dengan Pemkab Aceh Singkil.

BACA  Edukasi Sejak Dini, Den Gegana Sat Brimob Polda Sumut Terima Kunjungan TK Kemala Bhayangkari 02 Tanjung Morawa

 

Saat ini, kata Oyon, tren bibit unggul pada tanaman sawit telah mampu mengubah pola hidup petani menjadi lebih baik.” Kami berharap kedepan ada program NGO membagikan bibit sawit unggul ke petani sekaligus mendampingi sistem penanaman, dan perawatan yang lebih baik,”

 

Di daerah Pasaman, Sumatra Barat, lanjutnya, kacambah dari daerah lain dilarang masuk, sebab mereka khawatir mutu tidak baik dibandingkan kepunyaan daerah sehingga dapat merugikan petani, sebutnya.

BACA  Tim Gabungan Berhasil Tangkap 2 Pelaku Begal di Jalan Ileng

 

Disamping itu, kedepan kami ingin Rawa Singkil, yang mempunyai luasan hingga 80 ribu hektare dapat dikelola dengan baik sehingga karbon yang dihasilkan dapat dijual, dan dananya dimanfaatkan untuk membangun daerah.

 

Sementara, Junaidi, ketua Forum Multi pihak PSDA-LH, menyampaikan bahwa keberadaan NGO sebagai mitra pembangunan telah memberi kontribusi dalam membangun Aceh Singkil.

 

“Sudah banyak progres, dan capaian kerja yang dihasilkan sejak keberadaan forum multi pihak PSDA-LH di Aceh Singkil,”

 

Ia juga menyoroti penyaluran dana CSR perusahaan perkebunan yang disalurkan kepada para karyawan perusahaan, dan masih banyak perusahaan yang enggan melaporkan realisasi penyaluran dana CSR.”hanya sebahagian perusahaan saja yang rutin memberikan laporan CSR,”

BACA  Wujudkan Keluarga Samara dan cegah perceraian, KUA Salapian Aktif Laksanakan Bimbingan Perkawinan

 

Cristina Rini, kordinator forum multi pihak PSDA-LH, mengakui bahwa mereka telah melakukan pelatihan bagi 1943 petani sejak kurun waktu 2022.” Artinya sudah hampir 50 persen petani tradisional telah terwakili, dan kedepan secara bertahap akan ditingkatkan lagi,”

 

Juga ada 14 desa telah punya mempunyai tapal batas antar desa, ” Memang dari 116 desa di Aceh Singkil, mungkin persentase masih minim namun akan ditingkatkan terus,” jelas Cristina.

 

Jurnalis : Yudi Sagala CNtv

No More Posts Available.

No more pages to load.