Nganjuk (Jatim), Cakrawalanusantara.id – Jomsen Silitonga.
Pihak SMAN 1 Brebek memberikan klarifikasi terkait informasi yang sempat beredar mengenai dugaan adanya iuran dan uang pembangunan di lingkungan sekolah.
Saat ditemui awak media, Humas SMAN 1 Brebek menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar. Ia memastikan sekolah tidak pernah mewajibkan wali murid membayar uang pembangunan ataupun menentukan besaran nominal tertentu.
“Tidak ada pungutan wajib maupun uang pembangunan yang dipaksakan kepada wali murid di SMAN 1 Brebek,” ujar Humas sekolah saat dikonfirmasi Cakrawalanusantara.id.
Menurutnya, apabila ada partisipasi dari wali murid, hal itu semata-mata berupa sumbangan sukarela yang diberikan berdasarkan kemampuan dan keikhlasan masing-masing orang tua siswa.
“Kalau ada wali murid yang ingin membantu, itu sifatnya sukarela. Tidak ada patokan nominal dan tidak ada tekanan dari pihak sekolah,” jelasnya.
Pihak sekolah juga menegaskan bahwa wali murid yang tidak memberikan sumbangan tetap memperoleh pelayanan pendidikan yang sama tanpa adanya perlakuan berbeda.
“Kami tetap berpedoman pada aturan yang berlaku dan selalu mengedepankan transparansi kepada masyarakat,” tambahnya.
Dengan adanya penjelasan resmi tersebut, pihak sekolah berharap masyarakat dapat memahami informasi secara utuh dan tidak mudah terpengaruh isu yang belum terverifikasi kebenarannya.
( Kabiro Nganjuk )












