Kades Tanggapi Keluhan,Janji Tinjau Limbah Jangkos Milik PKS Sei-Tapung di Rohul

oleh
oleh

Ironis dan sangat memprihatinkan. Itulah gambaran nyata kondisi lingkungan yang saat ini terjadi di wilayah Desa Sungai Kuning, khususnya di Kampung Baru, Kecamatan Tandun, Kabupaten Rokan Hulu. (Jumaat 08/05/2026).

Meski persoalan tumpukan limbah jangkos milik PKS Sei Tapung (PTPN IV Regional III) sudah diberitakan dan dimuat secara luas oleh sejumlah media massa sejak 02 Mei 2026, masalah ini seolah tak kunjung mendapatkan solusi yang pasti dan belum ada tindak lanjut nyata dari pihak terkait.

example banner

pantauan langsung di lapangan, aktivitas pengangkutan dan penumpukan limbah tersebut masih terus berjalan. Terlihat jelas mobil-mobil dump truck bermuatan penuh jangkos terus melintas di depan rumah warga, lalu membuang dan menumpuk material tersebut di salah satu lahan yang diklaim sebagai tempat yang disewa atau diminati pihak tertentu. Aktivitas ini berlangsung terus-menerus tanpa ada upaya pengendalian yang memadai.

Padahal, sebelum pemberitaan pertama kali dimuat, Asisten Umum (ASUM) PKS Sei Tapung, Bapak G. Siregar, dikabarkan sudah memberikan pernyataan bahwa pembuangan limbah jangkos di lingkungan warga akan dipertimbangkan kembali atau dicarikan solusinya. Namun sayangnya, janji tersebut hanya tinggal angin lalu.

BACA  Sinergitas TNI–Polri untuk Rakyat: Brimob Polda Sumut Hadiri Pembukaan Karya Bakti di Kepulauan Nias

Faktanya, bisnis jangkos yang diperjualbelikan dengan harga yang cukup fantastis itu justru berjalan lancar tanpa hambatan apa pun. Akibat kelalaian dan ketidak disiplinan warga di sekitar lokasi harus menanggung penderitaan dan kerugian yang sangat besar.

Tumpukan limbah padat hasil olahan kelapa sawit kini masih saja bersemayam dan menumpuk tinggi di permukiman warga. Sampai saat ini, belum terlihat upaya serius dari pihak pengelola maupun pengusaha limbah untuk memindahkan, mengangkut habis, atau mengolah limbah tersebut sesuai dengan standar pengelolaan lingkungan hidup yang baik dan benar.
Kondisi ini tentu menimbulkan dampak yang sangat merugikan dan menyiksa warga sehari-hari.

Selain menimbulkan bau tak sedap dan menyengat hingga menusuk hidung, tumpukan limbah ini juga menjadi sumber masalah lain yang sangat mengganggu kenyamanan hidup.

Populasi nyamuk dan lalat meningkat drastis di sekitar lokasi. Hewan pengganggu ini tidak henti-hentinya mengerumuni setiap rumah warga, bahkan hinggap di atas makanan dan minuman yang disajikan. Hal ini tentu sangat mengkhawatirkan karena sangat berpotensi menjadi sarang penyakit dan sumber bakteri yang membahayakan kesehatan warga, terutama bagi anak-anak dan para lansia.

BACA  Jembatan Gotting Dibenahi Bertahap, Brimob Sumut Fokus Perkuat Struktur Jembatan

Yang menjadi sorotan publik dan menuai kemarahan warga adalah sikap yang terkesan sangat masa bodoh dan mengabaikan sepenuhnya aspirasi masyarakat. Ironisnya, meski pemberitaan sudah ramai diberitakan dan menjadi konsumsi publik luas, persoalan ini seolah diabaikan begitu saja.

Hingga saat ini, tidak terlihat adanya perhatian serius dan tindakan tegas, baik dari pihak manajemen PKS Sei Tapung selaku penanggung jawab utama operasional perusahaan, maupun instansi terkait yang memiliki wewenang penuh dalam pengawasan, seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rokan Hulu.

Masyarakat pun mulai bertanya-tanya, apakah masalah lingkungan yang terjadi di wilayah mereka hanya dianggap angin lalu? Padahal, hak atas lingkungan hidup yang bersih, sehat, dan nyaman adalah hak dasar setiap warga negara yang wajib dilindungi.

Merespons keluhan yang tak kunjung usai dan pemberitaan yang berkembang, Kepala Desa Sungai Kuning akhirnya memberikan tanggapan resmi kepada awak media terkait persoalan yang membelenggu warganya.

BACA  Polres Tebing Tinggi Laksanakan Operasi Gabungan Sosialisasi Pajak Kendaraan 

Menurut Kades, laporan lisan maupun informasi terkait kondisi lingkungan yang memprihatinkan tersebut sudah diterima oleh pihaknya. Pemerintah Desa pun menyadari dampak buruk yang ditimbulkan bagi kesehatan dan kenyamanan warga.

“Laporan lisan sudah kami terima. Rencana dalam waktu dekat kami mau menengok langsung ke lokasi. Kalau Bapak (Wartawan) ada waktu, biar sekalian kita sama-sama ngecek dan meninjau ke lokasi pembuangan tersebut,” ujar Kepala Desa Sungai Kuning saat dikonfirmasi

Janji kehadiran langsung dan peninjauan dari pemimpin desa ini diharapkan menjadi titik terang serta langkah awal penyelesaian masalah yang berlangsung sudah lama,

Warga berharap besar agar permasalahan ini tidak hanya berhenti menjadi bahan berita semata, namun harus diikuti dengan langkah konkret dan penegakan aturan yang tegas. Masyarakat menuntut adanya tindakan cepat dan nyata dari pihak berwenang serta manajemen perusahaan untuk segera menyelesaikan persoalan ini. Jangan biarkan warga terus menjadi korban ketidakpedulian dan kelalaian demi kesehatan dan kenyamanan bersama.

Editor R Gulo

No More Posts Available.

No more pages to load.