MEDAN BELAWAN.CN- Komitmen pemberantasan penyakit masyarakat di wilayah hukum Medan Belawan kembali ditegaskan melalui aksi nyata di lapangan. Pada Jumat (08/05/2026), personel gabungan TNI-Polri bersama tokoh masyarakat, pemuka agama, dan jajaran Lembaga Asli Anak Belawan (LAAB) melakukan operasi terpadu guna menekan angka peredaran narkoba, aksi begal, serta tindak kriminalitas lainnya yang meresahkan warga.
Dalam operasi tersebut, sejumlah pria yang diduga kuat terlibat dalam jaringan peredaran gelap narkotika berhasil diamankan. Para pelaku tampak tak berkutik saat petugas melakukan penyergapan dan penggeledahan di lokasi yang disinyalir menjadi titik kumpul aktivitas ilegal.
Barang Bukti dan Kronologi Penangkapan
Dari tangan para pelaku, petugas mengamankan sejumlah barang bukti yang memperkuat dugaan tindak pidana, di antaranya:
Alat Hisap Sabu (Bong): Ditemukan beberapa set alat hisap rakitan, kaca pirex, dan plastik klip transparan.
Alat Komunikasi: Beberapa unit ponsel milik pelaku yang diduga digunakan untuk transaksi.
Uang Tunai: Sejumlah uang pecahan Rp50.000 dan Rp100.000 yang disita sebagai barang bukti hasil transaksi.
Barang Lainnya: Ditemukan pula jam tangan, dompet, identitas diri (KTP), serta korek gas yang telah dimodifikasi.
Saat ini, para pelaku beserta barang bukti telah dibawa ke markas komando untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut dan pengembangan guna memutus mata rantai jaringan yang lebih luas di wilayah Belawan.
Seruan Moral dan Sinergi Lintas Sektoral
Operasi ini tidak hanya bersifat represif, tetapi juga menyentuh aspek pembinaan moral. Ustadz Nabawi, yang turut hadir dalam pendampingan bersama jajaran LAAB, memberikan pesan mendalam bagi para pelaku dan mereka yang masih terlibat dalam dunia kriminal.
“Kami mengimbau kepada para pelaku yang belum tertangkap agar segera menyerahkan diri kepada pihak berwajib. Tidak ada tempat persembunyian yang abadi. Segeralah bertaubat nasuha kepada Allah SWT sebelum terlambat. Mari kembali ke jalan yang benar demi masa depan keluarga dan masyarakat Belawan yang lebih kondusif,” ujar Ustadz Nabawi di lokasi.
Komitmen Keamanan Wilayah
Sinergi antara aparat keamanan (TNI-Polri) dengan elemen masyarakat seperti LAAB menjadi bukti nyata bahwa pemberantasan kejahatan di Belawan memerlukan peran aktif semua pihak. Pihak berwenang menegaskan tidak akan memberikan ruang bagi pelaku begal dan bandar narkoba untuk merusak generasi muda di wilayah tersebut.
Warga menyambut positif tindakan tegas ini dan berharap patroli serta operasi serupa rutin dilaksanakan untuk memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Medan Belawan tetap terjaga. (Rijal)













