Toni Alexander, Berhenti Berbohong! Arogan Klaim Patuh Aturan, PKS SSM terus cemari sungai Bawak

oleh
oleh

Rokan Hulu,-CN -Wajah asli kebusukan dan kepura-puraan manajemen PT Surya Sawit Mandiri (SSM) kini semakin terbuka jelas di mata publik. Di tengah kemarahan masyarakat dan teguran keras Bupati, Humas perusahaan, Toni Alexander, justru menunjukkan sikap munafik, seakan-akan perusahaannya adalah pihak paling benar dan tidak melakukan kesalahan apa pun terkait pencemaran lingkungan yang terjadi di Sungai Bawak, Desa Koto Tandun, Kecamatan Tandun.

Toni Alexander terlihat berusaha menghindar dan memutarbalikkan fakta. Kepada sejumlah pihak, ia dengan berani mengklaim bahwa perusahaannya sudah menjalankan semua instruksi sesuai arahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Rokan Hulu. Ia bahkan menyebut bahwa pekerjaan restoking atau perbaikan baru akan dimulai keesokan harinya setelah terjadi keributan dan desakan keras dari masyarakat.

example banner

“Itu semua hanya alasan pembenaran semata!”

Lebih jauh lagi, Toni mencoba memutar fakta dengan menyatakan kepada media lain bahwa masyarakat di Koto Tandun sebenarnya tidak resah, dan semua sudah paham kondisi sebenarnya. Ia seolah meremehkan suara rakyat yang selama ini tertindas.

BACA  Minggu Kasih Brimob Sumut di Pematangsiantar, Pererat Kebersamaan Melalui Bakti Sosial dan Kepedulian Antarumat

“Kamu salah besar Bang Toni! Masyarakat marah bukan karena dihasut, tapi karena penderitaan mereka nyata. Jangan coba-coba membelokkan fakta hanya untuk menutupi kesalahan perusahaanmu,” tegaskan sumber di lapangan.

Fakta Membantah Omong Kosong: Beroperasi Tanpa Izin, Racuni Alam

Seluruh ucapan Toni Alexander itu langsung dibantah keras oleh realita yang ada. Fakta di lapangan membuktikan bahwa PT SSM adalah perusahaan yang bandal dan ilegal.

Berkali-kali mereka mendapat teguran resmi dan surat berita acara dari DLH Rohul, namun tidak satu pun dilaksanakan. Lebih mengerikan lagi, terungkap bahwa legalitas perusahaan ini cacat hukum. Land Aplikasi bermasalah, dan yang paling fatal, PT SSM TIDAK MEMILIKI Surat Layak Operasional (SLO) yang sah.

Mereka beroperasi seenaknya, membuang limbah beracun hingga merusak ekosistem sungai, namun Toni Alexander dan tim manajemen justru bersikap seolah berada di atas hukum.

BACA  Patroli Humanis Brimob Sumut Menyapa Kota Medan, Malam Aman Warga Nyaman

Sikap Arogan: Blokir Wartawan, Adu Domba Warga

Selain berbohong soal kepatuhan, gaya kepemimpinan Toni Alexander juga sangat ditentang masyarakat. Ia dikenal sangat “sok keras”, arogan, dan diduga kuat mendapat perlindungan pihak tertentu sehingga berani bertindak sewenang-wenang.

Ciri khasnya ketika ditegur atau dikonfirmasi adalah menutup-nutupi informasi dengan cara memblokir nomor telepon wartawan. Ia juga dituduh bermain kotor dengan mengadu domba masyarakat demi melanggengkan kepentingan perusahaan, padahal pemilik lahan asli sudah tidak mempermasalahkan hal tersebut.

Perlu diketahui, gaya represif dan tidak transparan ini bukan hanya dilakukan di PT SSM, tapi juga berlaku di 3 perusahaan PKS lainnya di bawah naungan yang sama, yakni PKS KCN, PKS RSM, dan PKS Era Sawita.

Bupati Anton Murka: Saya Akan Turun Sendiri!

Merespons pembangkangan yang dipimpin oleh manajemen seperti Toni Alexander, Bupati Rokan Hulu, H. Anton, ST., MM, meluapkan kemurkaannya. Ia menegaskan tidak akan main-main dengan perusahaan nakal.

BACA  Penyaluran Beras Bulog di Desa Bukit Kemuning Berjalan Lancar, 364 KK Terima Manfaat

“Saya akan turun sendiri nanti! Perusahaan PKS di Rohul harus benar-benar mengindahkan aturan dan bertanggung jawab penuh atas pencemaran yang mereka lakukan. Tidak ada satu pun yang bisa lolos dari aturan tersebut,” tegas Bupati Anton dengan nada tinggi.

Bupati siap mencabut izin operasional jika terbukti perusahaan merusak lingkungan dan tidak bertanggung jawab.

Masyarakat Minta Ditindak Tegas

Masyarakat kini tidak lagi percaya pada janji manis manajemen. Mereka menuntut agar Toni Alexander dan jajaran direksi bertanggung jawab atas pencemaran yang terjadi.

“Berhentilah berbohong dan bersikap arogan. Akui kesalahan, minta maaf, dan perbaiki kerusakan yang sudah kalian buat. Jangan jadikan hukum dan rakyat sebagai mainan,” seru warga.

Kasus ini terus dikawal ketat, dan jika tidak ada tindakan nyata, masyarakat siap membawa masalah ini ke ranah hukum yang lebih tinggi demi keadilan dan keselamatan lingkungan.

Editor R Gulo

No More Posts Available.

No more pages to load.