SLB Negeri Sidikalang Butuh Perhatian Serius Pemprov Sumut, Kekurangan Guru Fasilitas Jadi Tantangan Besar.

oleh
oleh

Sidikalang I CN SLB Negeri Sidikalang Menanti Sentuhan Pemprov Sumut, Kekurangan Guru dan Fasilitas Jadi Kendala Semangat untuk memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak berkebutuhan khusus terus ditunjukkan oleh keluarga besar Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Sidikalang, Kabupaten Dairi. Namun di balik semangat tersebut, sekolah ini masih menghadapi berbagai keterbatasan yang membutuhkan perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, khususnya Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara.

Kondisi minimnya tenaga pendidik serta keterbatasan sarana dan prasarana seperti tidak adanya ruangan keterampilan dan juga ruangan kepala sekolah menjadi tantangan utama dalam proses belajar mengajar di sekolah yang menjadi tempat menimba ilmu bagi anak-anak berkebutuhan khusus tersebut.

example banner

Saat ini, SLB Negeri Sidikalang hanya memiliki tujuh tenaga pengajar yang terdiri dari dua guru PNS, dua guru PPPK, satu guru paruh waktu, dan tiga guru honorer GTK. Kondisi ini diperkirakan akan semakin berat karena pada tahun 2026 dua guru PNS yang ada dijadwalkan memasuki masa purna tugas.

BACA  Polsek Tebing Tinggi Laksanakan Patroli Rutin Antisipasi Tindak Kriminal

Plt Kepala Sekolah SLB Negeri Sidikalang, Rida Rosdiani Sinaga, saat ditemui awak media pada Kamis (4/6/2026), mengungkapkan harapannya agar sekolah yang dipimpinnya mendapat perhatian lebih dari pemerintah.

“Kami memiliki keinginan besar untuk terus memajukan SLB Negeri Sidikalang. Namun masih banyak kekurangan yang perlu mendapat dukungan, mulai dari ruang kepala sekolah, ruang guru, ruang keterampilan, hingga kebutuhan tenaga pengajar yang masih sangat terbatas,” ujarnya.

Meski berada dalam keterbatasan, para siswa tetap menunjukkan kemampuan dan kreativitas yang membanggakan. Salah satu program unggulan yang terus dikembangkan adalah pelatihan keterampilan menjahit. Dari program tersebut, para siswa telah berhasil menghasilkan berbagai karya, termasuk rompi berbahan kain Ulos Batak yang memiliki nilai budaya dan ekonomi.

BACA  Jumat Curhat Polsek Rantau Kopar, Warga Sampaikan Keluhan Langsung, Polisi Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

Menurut Rida, pengembangan keterampilan menjadi bagian penting dalam pendidikan anak berkebutuhan khusus agar mereka memiliki bekal kemandirian di masa depan.

Karena itu, pihak sekolah berharap perhatian dari Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara Alexander Sinulingga, S.STP., M.Si. agar kebutuhan sekolah dapat segera dipenuhi.

“Anak-anak kami memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Kami berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dapat memberikan perhatian lebih terhadap SLB Negeri Sidikalang, baik dari sisi penambahan guru maupun peningkatan fasilitas pendukung pembelajaran,” harapnya.

BACA  Gelorakan Semangat HUT Ke-116, Pemkab OKU Inisiasi Gerakan Indonesia Asri BATURAJA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ulu (OKU) resmi meluncurkan Gerakan Indonesia Asri yang digelar secara serentak di seluruh wilayah Kabupaten OKU, Sumatera Selatan, Jumat (24/7/2026) pagi. Aksi lingkungan berskala makro ini diinisiasi khusus oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkab OKU dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten OKU yang ke-116. Kegiatan gotong royong massal tersebut dipimpin langsung oleh Bupati OKU, H Teddy Meilwansyah, SSTP, MM, MPd. Kegiatan ini dipusatkan di kawasan Taman Kota Baturaja yang menjadi titik pusat (kick-off) pergerakan kebersihan daerah serta aliran sungai Ogan baik dibawah jembatan Ogan. Ajak Warga Berdampak Nyata Bupati OKU Teddy Meilwansyah menjelaskan bahwa Gerakan Indonesia Asri merupakan langkah konkret pemerintah daerah untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pelestarian alam dan kebersihan lingkungan lingkungan sejak dini. "Melalui Gerakan Indonesia Asri ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran kolektif. Kebersihan daerah bukan sekadar tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh warga Bumi Sebimbing Sekundang," ujar Teddy saat memberikan arahan langsung di lokasi kick-off, Baturaja. Teddy juga menegaskan bahwa momentum bertambahnya usia Kabupaten OKU ke-116 harus dibarengi dengan perubahan perilaku yang positif terhadap lingkungan. "Sesuai dengan tema besar hari jadi tahun ini, yakni 'Serentak Bergerak, Berdampak Nyata Wujudkan Sayangi OKU', gerakan ini adalah bukti nyata kepedulian kita untuk menjaga wilayah OKU tetap sehat, asri, dan nyaman ditinggali," tambahnya. Sinergi Curve Sisir Fasilitas Publik Di tempat yang sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten OKU Brigman menyatakan bahwa pergerakan ini tidak hanya berpusat di ibu kota kabupaten, melainkan berjalan serentak di 13 kecamatan, serta seluruh kantor di wilayah OKU. "Tim Kita bersinergi terjun langsung ke lapangan membersihkan lingkungan termasuk beberapa titik di aliran sungai Ogan,"ucap Brigman. Pihak DLH menerjunkan personel kebersihan untuk menyisir fasilitas publik, saluran air (drainase), serta kawasan padat penduduk guna mengantisipasi penumpukan sampah. Selain melakukan aksi kebersihan, Pemkab OKU turut mengimbau masyarakat luas untuk menyemarakkan suasana HUT daerah dengan memasang umbul-umbul dan Bendera Merah Putih di pekarangan rumah masing-masing sepanjang bulan perayaan.

Pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus merupakan bagian penting dari upaya mewujudkan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan. Dukungan pemerintah terhadap SLB Negeri Sidikalang diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan pendidikan sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi para siswa untuk berkembang sesuai potensi yang mereka miliki.

Dengan berbagai keterbatasan yang ada saat ini, perhatian dan dukungan dari pemerintah menjadi harapan besar agar SLB Negeri Sidikalang dapat terus menjadi rumah belajar yang nyaman, aman, dan mampu melahirkan generasi berkebutuhan khusus yang mandiri, terampil, serta berdaya saing.

Editor :: HP. S
Reporter : JR. S

No More Posts Available.

No more pages to load.