MASIH TINGGAL DI TENDA, WARGA LUBOK PUSAKA HARAPKAN PERHATIAN PEMERINTAH  

oleh

Aceh Utara | Cakrawala Nusantara ID — Hampir delapan bulan telah berlalu sejak bencana alam melanda wilayah ini pada akhir tahun 2025. Namun, Ibu Fitriah Andriyani beserta keluarganya belum juga mendapatkan tempat tinggal yang layak. Hingga hari ini, 27 Juni 2026, ia masih harus bertahan hidup di dalam tenda darurat bantuan Kementerian Sosial, bersama suami dan dua orang anaknya.

Berdasarkan pantauan tim media ini di lapangan, masih terlihat sejumlah warga korban bencana yang bertempat tinggal di tenda darurat, tepatnya di Dusun Bidari, Desa Lubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara. Kondisi ini terasa sangat kontras jika dibandingkan dengan sebagian warga lain yang sudah dapat menempati Rumah Hunian Sementara (Huntara) yang disediakan pemerintah bagi korban bencana.

BACA  Warga Dusun I Bantal Jaya Bergotong Royong Perbaiki Jalan Rusak, Batu Base Dibantu Salah Satu Pengusaha
example banner

Keluarga Fitriah bukan satu-satunya yang mengalami kondisi serupa. Tim media menemukan masih ada sejumlah kepala keluarga lain di Desa Lubok Pusaka yang belum mendapatkan giliran pindah ke Huntara. Mereka pun terpaksa tetap tinggal di tenda darurat dengan segala keterbatasan fasilitas dan kenyamanan yang ada. Selama berbulan-bulan hidup di bawah tenda, mereka harus menghadapi perubahan cuaca yang tidak menentu serta ruang gerak yang sangat terbatas.

Menanggapi hal tersebut, Geuchik Lubok Pusaka, Janni, memberikan penjelasan terkait kondisi di lapangan. “Mereka ini masuk dalam data susulan tahap kedua, sehingga belum mendapatkan alokasi Huntara. Bisa kita bilang masih dalam kondisi ‘KK gantung’, dan memang benar masih ada warga korban yang tinggal di tenda darurat karena belum mendapatkan unit hunian sementara di gampong kami,” ujarnya.

BACA  Rakerda DPC LSM KPK RI Kabupaten Karo Dimajukan: Jan Warista Ginting Pastikan Persiapan Lebih Matang

Ia melanjutkan, penyaluran bantuan lain juga belum merata diterima masyarakat. “Masalah bantuan dana tunggu hunian atau DTH juga belum dirasakan semuanya; masih tersisa 93 kepala keluarga yang belum menerimanya. Warga juga sangat berharap agar pembangunan bantuan hunian tetap (Huntap) dapat berjalan lebih cepat, sedikit demi sedikit. Seperti yang terlihat di desa tetangga, Desa Bukit Linteng, pembangunan Huntap mereka sudah mencapai sekitar 70 persen,” tambahnya.

Geuchik Janni juga menyampaikan keluhan soal bantuan pemulihan ekonomi. “Selanjutnya, dana bantuan JADUB dan program simulasi ekonomi juga belum dirasakan manfaatnya oleh warga korban sampai detik ini. Padahal bantuan tersebut sangat diharapkan, apalagi kondisi ekonomi saat ini terasa semakin sulit untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari bagi keluarga yang terdampak bencana,” jelasnya dengan nada penuh harapan.

BACA  Semarak Bulan Bung Karno di Gejagan, Banyu Biru Djarot Ajak Warga Perkuat Semangat Berdikari dan Gotong Royong

Ia pun memohon perhatian dari pemerintah. “Saya sangat berharap kepada pemerintah pusat maupun daerah, berkenanlah mempercepat penyaluran seluruh bantuan kepada warga korban bencana di desa kami ini,” pungkasnya.

Warga berharap agar seluruh proses penempatan hunian dan penyaluran bantuan segera dipercepat, sehingga mereka dapat segera memiliki tempat tinggal yang layak dan memulihkan kondisi kehidupan pasca musibah.

No More Posts Available.

No more pages to load.