BAZNAS Selayar, Santuni Korban Selamat, Dalam Tragedi Tenggelamnya KLM Nurul Salsa

oleh
oleh

Selayar.CN- Setelah memberikan santunan 29 juta kepada 24 Korban hilang dan 1 korban meninggal dunia di Posko Jampea, beberapa waktu lalu, BAZNAS Kep. Selayar kembali menyerahkan santunan berupa uang tunai kepada 4 orang penumpang Selamat dalam Tragedi Tenggelamnya KLM Nurul Salsa.

Dengan rasa haru campur gembira, Salla bersama keluarga dan temannya menerima santunan berupa uang tunai di Kantor BAZNAS Kep. Selaya,

example banner

“Ini bantuan dari BAZNAS. Silahkan diterima, semoga bisa membantu meringankan beban ekonomi keluarga, setelah mengalami musibah di KLM Nurul Salsa, tutur Waka 2 Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Leonardo M. Siregar, saat menyerahkan Santunan kepada Salla dkk, disaksikan Koordinator Auditor Saiful Arif, dan Waka 4 Pimpinan Bidang Umum dan Pelaporan Abd. Karim, staf Ayyub dan Pia, di Lt 2 Kantor BAZNAS Kep.Selayar.Sebelum menerima santunan, Salla, Penduduk Dusun Kayuangin, Desa Massungke, bertutur, mengungkap pengalamannya.

BACA  Polsek Muara Pinang Berikan Layanan Kedukaan Si Baja, Wujud Kepedulian Polri kepada Masyarakat

Awal musibah, diketahui, bahwa Pambel pendingin Kapal, rusak waktu mesin mati. Masih sempat diperbaiki dan berjalan lagi. Namun, tak lama. Beberapa saat berikutnya, pambel pendingin lepas. Mesin rusak total.

Melihat situasi ini, Salla mencoba menelpon keluarganya di Polassi untuk dijemput. Tapi tidak nyambung.

BACA  Kapolres Tebing Tinggi Hadiri Upacara Hari Sumpah Pemuda ke 98 Tahun 2026

Beberapa saat berikutnya, istri Salla, Nasmawati, kembali mencoba menghubungi keluarga. Tak lama berselang, ada kapal kayu kecil yang samar samar keliatan dari kejauhan, namun makin mendekat ke KLM Nurul Salsa.

Saat kapal kecil mendekati KLM Nurul Salsa, Nasmawati menyeberangkan anaknya, Muhammad Riswan, lalu suami istri menyusul. Suami istri ini mengajak juga yang lain untuk segera berpindah ke kapal kayu kecil tersebut, namun penumpang lain enggan, hanya sebagian yang mau. Karena, ombak besar, dan berharap, KM Nurul Salsa bisa segera baik kembali.

BACA  Walikota Dampingi Wamenag RI Hadiri Pelantikan Fahmi Ummi Tanjungbalai

“Kami meninggalkan KLM Nurul Salsa”, lanjut Salla, sekitar pukul 15.00 WITA. Setelah 5 jam diketahui, mesin kapal diketahui rusak total (sekitar jam 10.00 WITA, red)

Sekalipun, kami sempat ngeri, dalam perjalanan menuju Pulau Polassi, karena kapal penolong diombang ambingkan oleh ombak besar, namun Alhamdulillah, kami selamat tiba di Pulau Polassi, pungkas Salla, sambil mengelus kepala anaknya, Riswan, sambil melirik istrinya Nasma, yang duduk di samping temannya, Baedhowi Anwar, yang juga menerima santunan dari BAZNAS.( Ucok Haidir )

No More Posts Available.

No more pages to load.