Kisruh Tata Kelola BUMNag Sait Buntu, Dana Ketahanan Pangan Rp221 Juta Dipertanyakan, Bupati dan Inspektorat Diminta Turun Tangan

oleh

SIMALUNGUN I CN kelola Program Ketahanan Pangan Tahun 2025 melalui penyertaan modal BUMNag di Nagori Sait Buntu, Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun, kembali menjadi sorotan. Program budidaya bawang merah dan tomat yang bersumber dari Dana Desa sekitar Rp221 juta itu memicu perdebatan tajam dalam rapat evaluasi yang digelar antara Badan Permusyawaratan Nagori (Maujana), Pemerintah Nagori, dan pengurus BUMNag. Jumat 24/07/2026

Rapat yang berlangsung di kafe milik unit usaha BUMNag tersebut belum menghasilkan keputusan. Suasana bahkan memanas ketika anggota Maujana bermarga Nababan mempertanyakan dasar hukum pembayaran gaji pengurus BUMNag yang nilainya disebut mencapai sekitar Rp24 juta.

BACA  Polda Sumut Intensifkan Patroli Malam, Brimob Hadir Jaga Kota Medan dari Ancaman Kejahatan Jalanan
example banner

Menurut Nababan, pembayaran honor pengurus harus mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2021, di mana pemberian penghasilan kepada pengurus BUMDes/BUMNag harus memperhatikan kemampuan usaha dan ketentuan yang berlaku. Ia mempertanyakan apakah pembayaran gaji tersebut telah sesuai aturan, mengingat usaha yang dijalankan justru disebut mengalami kerugian.

Menanggapi hal itu, Direktur BUMNag menyatakan pembayaran gaji telah dikoordinasikan dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagori (DPMN) Kabupaten Simalungun dan diklaim diperbolehkan.

Perdebatan juga muncul saat Pangulu Nagori Sait Buntu, Irwan Opungsung, mempertanyakan adanya pengeluaran berulang yang dilakukan pengurus BUMNag pada objek kegiatan yang sama. Hal tersebut dinilai perlu dijelaskan secara rinci agar tidak menimbulkan dugaan penyimpangan dalam pengelolaan keuangan.

BACA  Tim Resmob Satreskrim Polres Bantaeng Berhasil Amankan TR Yang diduga Lakukan Tindak Pidana Gelapkan Satu Unit Sepeda Motor

Selain itu, Direktur BUMNag mengungkapkan bahwa lebih dari Rp10 juta dana penyertaan modal dikembalikan ke rekening desa. Dana tersebut disebut digunakan sebagai dampak penerapan PMK Nomor 81, antara lain untuk mendukung kegiatan pengajian guru sekolah minggu dan guru mengaji. Pernyataan itu pun memunculkan pertanyaan mengenai kesesuaian penggunaan dana penyertaan modal BUMNag dengan tujuan awal program ketahanan pangan.

Kondisi ini semakin memperkuat desakan agar Inspektorat Kabupaten Simalungun segera melakukan audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap pengelolaan dana ketahanan pangan di Nagori Sait Buntu. Audit dinilai penting untuk memastikan seluruh penggunaan anggaran sesuai ketentuan, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

BACA  Gelorakan Semangat HUT Ke-116, Pemkab OKU Inisiasi Gerakan Indonesia Asri BATURAJA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ulu (OKU) resmi meluncurkan Gerakan Indonesia Asri yang digelar secara serentak di seluruh wilayah Kabupaten OKU, Sumatera Selatan, Jumat (24/7/2026) pagi. Aksi lingkungan berskala makro ini diinisiasi khusus oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkab OKU dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten OKU yang ke-116. Kegiatan gotong royong massal tersebut dipimpin langsung oleh Bupati OKU, H Teddy Meilwansyah, SSTP, MM, MPd. Kegiatan ini dipusatkan di kawasan Taman Kota Baturaja yang menjadi titik pusat (kick-off) pergerakan kebersihan daerah serta aliran sungai Ogan baik dibawah jembatan Ogan. Ajak Warga Berdampak Nyata Bupati OKU Teddy Meilwansyah menjelaskan bahwa Gerakan Indonesia Asri merupakan langkah konkret pemerintah daerah untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pelestarian alam dan kebersihan lingkungan lingkungan sejak dini. "Melalui Gerakan Indonesia Asri ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran kolektif. Kebersihan daerah bukan sekadar tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh warga Bumi Sebimbing Sekundang," ujar Teddy saat memberikan arahan langsung di lokasi kick-off, Baturaja. Teddy juga menegaskan bahwa momentum bertambahnya usia Kabupaten OKU ke-116 harus dibarengi dengan perubahan perilaku yang positif terhadap lingkungan. "Sesuai dengan tema besar hari jadi tahun ini, yakni 'Serentak Bergerak, Berdampak Nyata Wujudkan Sayangi OKU', gerakan ini adalah bukti nyata kepedulian kita untuk menjaga wilayah OKU tetap sehat, asri, dan nyaman ditinggali," tambahnya. Sinergi Curve Sisir Fasilitas Publik Di tempat yang sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten OKU Brigman menyatakan bahwa pergerakan ini tidak hanya berpusat di ibu kota kabupaten, melainkan berjalan serentak di 13 kecamatan, serta seluruh kantor di wilayah OKU. "Tim Kita bersinergi terjun langsung ke lapangan membersihkan lingkungan termasuk beberapa titik di aliran sungai Ogan,"ucap Brigman. Pihak DLH menerjunkan personel kebersihan untuk menyisir fasilitas publik, saluran air (drainase), serta kawasan padat penduduk guna mengantisipasi penumpukan sampah. Selain melakukan aksi kebersihan, Pemkab OKU turut mengimbau masyarakat luas untuk menyemarakkan suasana HUT daerah dengan memasang umbul-umbul dan Bendera Merah Putih di pekarangan rumah masing-masing sepanjang bulan perayaan.

Sorotan juga diarahkan kepada Bupati Simalungun, Anton Achmad Saragih, agar memerintahkan Inspektorat bersama OPD terkait melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program ketahanan pangan yang dikelola BUMNag. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan Dana Desa serta memastikan program benar-benar memberikan manfaat bagi warga.

Hingga berita ini disusun, belum ada keputusan resmi dari rapat tersebut. Persoalan tata kelola keuangan BUMNag Nagori Sait Buntu masih menjadi perhatian dan diharapkan segera memperoleh kejelasan melalui pemeriksaan dari instansi yang berwenang.

Editor ; HP. S
Reporter : JR. S

No More Posts Available.

No more pages to load.