Darurat Judi Togel di Sergai: Menjamur Hingga ke Desa, Kapolres dan Ketua MUI Kompak Bungkam?.

oleh

SERGAI, Senin, 03 Agustus 2026 – CN Aktivitas perjudian jenis Toto Gelap (Togel) atau yang akrab ditengah masyarakat dengan istilah 303, kian marak dan beroperasi bebas tanpa hambatan di wilayah hukum Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai). Praktik ilegal ini terpantau telah menggurita hampir di seluruh desa dan kecamatan di Kabupaten Sergai, menimbulkan keresahan mendalam di tengah masyarakat.

Berdasarkan investigasi lapangan, praktik perjudian ini sangat mudah ditemukan secara terang-terangan di warung-warung kopi. Para juru tulis (jurtul) dengan setia menanti pembeli angka yang berharap keberuntungan nasib. Di atas meja warung, buku misteri tafsir mimpi menjadi pemandangan biasa yang dijadikan acuan para pemasang angka taruhan.

example banner

Kondisi ini memicu kekhawatiran besar, khususnya bagi kaum ibu rumah tangga. Di tengah situasi ekonomi yang sulit saat ini, maraknya judi togel yang mayoritas digandrungi kaum pria/suami ini dinilai memperburuk ketahanan ekonomi keluarga hingga berpotensi merusak keharmonisan rumah tangga.

BACA  Musrenbang Desa Padang Brahrang Tahun 2027, Tetapan Program Unggulan Pembagunan Desa.

Gurita Bisnis 303 Diduga Dikendalikan Inisial AK.

Informasi yang dihimpun dari peredaran di lapangan, jaringan judi togel berskala besar yang merambah hampir seluruh desa ini diduga kuat dikendalikan oleh seorang bandar berinisial AK. Aktivitasnya tersebar masif di sejumlah kecamatan krusial, di antaranya seperti di Kecamatan Perbaungan, Pegajahan, Pantai Cermin, Teluk Mengkudu, Sei Rampah, hingga Kecamatan Sei Bamban.Bebasnya operasional judi togel ini memicu tanda tanya besar di benak publik terkait komitmen pemberantasan penyakit masyarakat (pekat) di wilayah hukum Kabupaten Sergai yang dikenal dengan semboyan “Tanah Bertuah Negeri Beradat”.

Kapolres Sergai dan Kasat Reskrim Pilih Bungkam.

Sorotan tajam kini tertuju pada jajaran Polres Sergai yang dinilai melakukan pembiaran dan tidak memberikan tindakan tegas. Dugaan adanya perlindungan (backing) dari oknum aparat pun mulai berembus liar di tengah masyarakat akibat tidak adanya respons konkret di lapangan.

BACA  Bupati dan Wakil Bupati Karo Serahkan Penghargaan kepada Juara Fun Run Festival Bunga dan Buah Karo Tahun 2026

Upaya konfirmasi telah dilakukan oleh awak media kepada Kapolres Sergai, AKBP Jhon H. R. Sitepu, pada Kamis (30/07/2026) melalui pesan tertulis. Pertanyaan yang dilayangkan mengenai langkah hukum Polres Sergai serta klarifikasi agar tidak timbul asumsi liar di tengah publik, tidak mendapatkan jawaban sama sekali alias bungkam hingga berita ini diturunkan, meskipun pesan dinyatakan telah terkirim.

Sikap bungkam yang sama juga ditunjukkan oleh Kasat Reskrim Polres Sergai, AKP Binrod Situngkir. Saat dikonfirmasi pada pemberitaan sebelumnya mengenai maraknya aktivitas judi togel 303 ini, IPTU Binrod juga memilih tidak merespons pertanyaan wartawan.

Ketua MUI Sergai Turut Mengabaikan Konfirmasi.

Kekecewaan publik semakin bertambah setelah pemuka agama setempat terkesan tutup mata. Ketua MUI Sergai, Drs. H. Hasful Huznain, S.H., turut mengabaikan konfirmasi yang dilayangkan awak media pada Sabtu (18/07/2026).

BACA  Kepercayaan Masyarakat Meningkat, 56 Siswa Baru Masuk SD Negeri Madat dan Dapat Perlengkapan Gratis

Pesan konfirmasi yang mempertanyakan pandangan hukum Islam dan imbauan keagamaan terkait maraknya judi togel yang dikendalikan oleh AK di warung-warung kopi seperti diKecamatan Perbaungan, Pegajahan, Pantai Cermin, Teluk Mengkudu, Sei Rampah, dan Sei Bamban tersebut, sama sekali tidak direspons oleh Ketua MUI. Padahal, statmen dan fatwa dari tokoh agama sangat dinanti sebagai pencerahan bagi masyarakat serta sebagai acuan moral bagi APH untuk segera bertindak.

Masyarakat Kabupaten Sergai kini mendesak para pemangku kebijakan, Kapolda Sumatera Utara, dan Mabes Polri untuk segera turun tangan mengambil tindakan tegas. Publik berharap wilayah hukum Polres Sergai bersih dari segala bentuk perjudian demi menyelamatkan perekonomian keluarga dan menjaga marwah daerah yang beradat. (Syahrial).

No More Posts Available.

No more pages to load.