Sergai – CN – Kekisruhan berkepanjangan antara Ketua Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Desa Sei Rejo, Sasrianto, dengan para petani lokal akhirnya mencapai titik balik. Melalui forum mediasi yang digelar oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Sei Rejo, Kecamatan Sei Rampah, para petani secara bulat menyepakati pergantian kepemimpinan P3A kepada pejabat baru, Iqbal Alkindi.
Pertemuan yang berlangsung di Kantor Desa Sei Rejo pada Selasa (04/08/2026) tersebut sedianya dijadwalkan mulai pukul 10.00 WIB, dari pukul 09 : 00 Wib, sesuai undangan yang dibagikan. Namun, panitia terpaksa mengundur waktu selama 15 menit demi menanti kehadiran Sasrianto. Hingga forum resmi dibuka, Ketua P3A demisioner tersebut tetap mangkir tanpa memberikan alasan atau kejelasan apa pun kepada pihak Pemdes maupun forum.
Mediasi krusial ini dihadiri langsung oleh Kepala Desa Sei Rejo Muliono beserta para Kadus, Ketua BPD, perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Serdang Bedagai yang diwakili oleh Kepala Bidang Penyuluh Dinas Pertanian Marnangkok Gultom, S.P, M. Yunus S.P Koordinator BPO Sei Rejo, Sandi Aprilla BPP Sei Rejo, Nunung Israq Amini, S.P, PPL Sei Rejo, unsur Bhabinkamtibmas, serta perwakilan dari 14 kelompok tani (koptan) se-Desa Sei Rejo.
Dalam sambutan pembukanya, Kades Sei Rejo Muliono menyampaikan permohonan maaf kepada warganya terkait aksi penyampaian aspirasi petani beberapa hari lalu.
“Saya memohon maaf karena tidak dapat hadir langsung saat masyarakat menyampaikan aspirasinya beberapa hari lalu, karena ada alasan mendesak yang tidak bisa saya sampaikan di sini. Pada pertemuan hari ini, kita harapkan ada keputusan bersama yang konkret demi menyelesaikan permasalahan yang selama ini berlarut-larut,” ujar Muliono di hadapan massa petani.
Sikap netral dan regulatif ditunjukkan oleh pihak Dinas Pertanian. Kabid Penyuluh Dinas Pertanian, Gultom, yang hadir mewakili Kepala Dinas Dedy Iskandar, menegaskan bahwa instansinya fokus pada keberlanjutan produktivitas sektor pertanian warga, bukan pada ranah konflik internal personal.
“Pihak Dinas Pertanian tidak masuk atau mencampuri urusan konflik internal antara petani dengan pihak P3A. Kepentingan utama kami adalah bagaimana roda organisasi dan aktivitas pertanian di Desa Sei Rejo ini dapat berjalan dengan baik dan lancar,” tegas Gultom.
Puncak ketegangan mencair saat perwakilan kelompok tani menyampaikan aspirasi mereka. Hampir seluruh perwakilan dari 14 koptan yang hadir menyuarakan mosi tidak percaya dan mendesak agar Sasrianto segera diganti dari posisinya. Pernyataan tersebut langsung disambut tepuk tangan riuh dari puluhan petani yang memadati ruang pertemuan sebagai simbol kesepakatan mutlak.
Melalui musyawarah mufakat yang difasilitasi Pemdes dan disaksikan unsur bhabinkamtibmas, forum resmi menetapkan Iqbal Alkindi sebagai Ketua P3A Desa Sei Rejo yang baru guna menggantikan posisi Sasrianto. Pergantian ini diharapkan mampu menyudahi polemik distribusi air dan mengembalikan stabilitas pertanian di desa tersebut.
Kendati sempat diwarnai riak protes pada hari-hari sebelumnya, agenda mediasi dan reorganisasi ini berjalan dengan aman, lancar, dan kondusif hingga akhir acara tanpa ada hambatan berarti. Upaya konfirmasi lebih lanjut kepada Sasrianto terkait ketidakhadirannya dalam mediasi ini masih terus diupayakan oleh pihak terkait. (Syahrial).














