
BATURAJA , CN– Kapolres Ogan Komering Ulu (OKU) AKBP Helmy Tamaela, S.I.K., M.I.K., menghadiri Wisuda Akbar TK/TPA/TQA, Tahfizh Juz 30 dan Tahfizh Juz 5 LPPTKA BKPRMI Kabupaten OKU Tahun 2026, sekaligus Tasyakuran 10.000 Santri Bebas Buta Aksara Al-Qur’an.
Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Kesenian Baturaja, Kabupaten OKU, Selasa (25/8/2026), dan menjadi momentum penting dalam mengapresiasi keberhasilan para santri yang telah menuntaskan pendidikan baca tulis Al-Qur’an serta program tahfizh.
Acara ini tidak sekadar menjadi seremoni wisuda, tetapi juga merefleksikan komitmen bersama dalam memperkuat pendidikan keagamaan sejak usia dini. Program tersebut diharapkan mampu membentuk generasi yang memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an sekaligus memiliki fondasi moral dan spiritual yang kuat.
Kapolres OKU AKBP Helmy Tamaela hadir mewakili jajaran Polres OKU. Kehadirannya turut memperlihatkan dukungan kepolisian terhadap berbagai kegiatan keagamaan dan pembinaan generasi muda di wilayah Kabupaten OKU.
Sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat turut hadir, di antaranya Wakil Bupati OKU Ir. H. Marjito Bachri, S.T., Ketua Umum DPD BKPRMI OKU KH. Rokhmat Subeki, S.Ag., M.Si., Danramil Pengandonan Kapten Inf. Suprianto, Kasubsi II Intelijen Kejari OKU Fidorayuci, S.H., M.H., Ketua Dewan Masjid Indonesia Kabupaten OKU Bagus Suparjiono, Kadisdik OKU Kadarisman, S.Ag., M.Si., Ketua BKMT OKU Hj. Fauziah, serta sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat dan tamu undangan lainnya.
Rangkaian kegiatan berlangsung khidmat, mulai dari prosesi wisuda para santri hingga doa bersama. Suasana penuh syukur tampak mewarnai kegiatan yang menjadi penanda keberhasilan ribuan santri dalam menyelesaikan tahapan pendidikan Al-Qur’an.
Kapolres OKU AKBP Helmy Tamaela menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan program pendidikan Al-Qur’an yang melibatkan masyarakat secara luas. Menurutnya, pembinaan keagamaan sejak dini memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda sekaligus memperkuat kehidupan sosial yang harmonis.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan keagamaan, tokoh agama, masyarakat dan seluruh elemen terkait dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang generasi penerus.
Tasyakuran 10.000 Santri Bebas Buta Aksara Al-Qur’an menjadi salah satu capaian yang menunjukkan bahwa gerakan pendidikan Al-Qur’an memiliki dampak nyata di tengah masyarakat.
Kegiatan kemudian ditutup dengan prosesi wisuda dan doa bersama untuk kemajuan, keamanan, kedamaian serta keberkahan bagi masyarakat dan Kabupaten OKU.
Momentum tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak hanya bertumpu pada aspek akademik, tetapi juga membutuhkan penguatan karakter, nilai keagamaan dan kepedulian sosial sejak dini.






