HUT-27 Siak,Bupati Sampaikan Pesan Kesetiaan dan Keadilan.

oleh
oleh

CN-SIAK. Dari atas panggung, dengan mengenakan baju Melayu Sultanah Latifah, Bupati Siak Afni Zulkifli, menyuarakan pentingnya menjaga kesetiaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sekaligus memperjuangkan keadilan bagi daerah penghasil sumber daya alam.

 

example banner

Pesan itu disampaikan Afni saat memimpin upacara peringatan Hari Jadi ke-27 Kabupaten Siak, Senin (12/10/2026), di lapangan Tugu Istana Siak, Kota Siak.

 

Afni menegaskan kesetiaan kepada negara bukan berarti daerah harus diam ketika hak-hak masyarakat dan persoalan keadilan fiskal perlu diperjuangkan.

 

“Merah Putih adalah warna Siak selamanya. Namun, kesetiaan bukan berarti kebisuan ketika ketidakadilan pada kekayaan negeri ini patut kiranya diperjuangkan,” ungkap Afni.

 

Bupati Siak pertama kelahiran Siak Sri Indrapura itu menyinggung kontribusi Siak melalui sumber daya alam, terutama minyak bumi, yang telah mengalirkan manfaat bagi negara selama puluhan tahun.

 

Menurutnya, sumbangsih Siak tersebut perlu diiringi kejelasan dan keadilan dalam pembagian hasil yang kembali kepada daerah.

 

Afni menggambarkan pipa-pipa tua pengalir minyak yang masih membentang sebagai saksi panjangnya hubungan antara kekayaan alam dan kesetiaan masyarakat Siak kepada Indonesia.

BACA  logo open navigation menu Beranda Berita Polsek Sosoh Buay Rayap Ikuti Simulasi Penanggulangan Bencana Banjir, Tanah Longsor dan Cuaca Ekstrem di Kabupaten OKU oprspitresogankomeringulu 15 Oktober 2026 19:00 0 Main Image NextUI hero Image NextUI hero Image NextUI hero Image NextUI hero Image NextUI hero Image SOSOH BUAY RAYAP, OKU – Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan serta kemampuan dalam menghadapi potensi bencana alam, Polsek Sosoh Buay Rayap bersama unsur TNI, BPBD, Damkar, pemerintah kecamatan, dan masyarakat mengikuti kegiatan Simulasi Penanggulangan Bencana Banjir, Tanah Longsor dan Cuaca Ekstrem di wilayah Kecamatan Sosoh Buay Rayap, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Kamis (15/10/2026). Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB tersebut dilaksanakan di Bendungan Bendali, Desa Tungku Jaya, Kecamatan Sosoh Buay Rayap. Simulasi dipimpin oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten OKU, Drs. Januar Effendi, M.I.Kom, serta diikuti oleh Camat Sosoh Buay Rayap beserta staf, personel Polsek Sosoh Buay Rayap, anggota Koramil Kota Baturaja, personel BPBD Kabupaten OKU dan BPBD Kecamatan Sosoh Buay Rayap, anggota Damkar Kecamatan Sosoh Buay Rayap, siswa-siswi SMA Pramuka Kwarcab OKU, serta masyarakat Desa Tungku Jaya. Dalam kegiatan tersebut, Kalaksa BPBD Kabupaten OKU menyampaikan pentingnya kesiapsiagaan bersama dalam menghadapi potensi bencana, termasuk meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat memasuki musim kemarau. Masyarakat diimbau agar berperan aktif dalam upaya pencegahan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun aktivitas pembakaran lahan yang berpotensi menimbulkan kebakaran. Ia menegaskan bahwa upaya pencegahan karhutla tidak dapat hanya mengandalkan aparat TNI dan Polri, tetapi membutuhkan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat sebagai mata dan telinga di lingkungan masing-masing. Selanjutnya, peserta mendapatkan penyampaian materi mengenai pemetaan titik rawan atau hotspot, simulasi pemadaman dini, tindakan pencegahan dan pemadaman kebakaran, cara mendeteksi arah angin untuk mengantisipasi penyebaran api, serta pemetaan wilayah yang berpotensi terdampak banjir setelah turun hujan. Sekitar pukul 10.00 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi penanganan bencana banjir menggunakan perahu karet bersama tim gabungan dari unsur terkait. Simulasi ini bertujuan meningkatkan keterampilan dan koordinasi antarpersonel dalam melakukan penanganan awal serta evakuasi apabila terjadi banjir di wilayah Kecamatan Sosoh Buay Rayap. Selain berfokus pada penanganan banjir dan tanah longsor, kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya mencegah karhutla, terutama di kawasan semak belukar, lahan yang tidak terurus, area perkebunan warga, serta wilayah lain yang berpotensi mengalami kebakaran. Dalam kesempatan tersebut, Kanit Binmas Polsek Sosoh Buay Rayap turut memberikan imbauan kepada seluruh peserta agar tidak membuka, membersihkan, atau mengolah lahan pertanian dengan cara dibakar. Imbauan serupa juga disampaikan oleh Bhabinkamtibmas kepada warga di desa binaan masing-masing agar tidak melakukan pembakaran hutan, semak belukar, maupun lahan untuk keperluan perkebunan. Sebagai langkah pencegahan berkelanjutan, patroli terpadu yang melibatkan Polri, TNI, dan Masyarakat Peduli Api juga perlu dilaksanakan secara berkala, khususnya pada titik-titik yang dipetakan rawan terjadi karhutla. Melalui patroli tersebut, potensi kebakaran diharapkan dapat dideteksi sejak dini sehingga dapat segera dilakukan langkah penanganan. Melalui kegiatan simulasi ini, Polsek Sosoh Buay Rayap bersama BPBD dan seluruh unsur terkait menunjukkan komitmen dalam memperkuat sinergitas lintas instansi untuk menghadapi berbagai potensi bencana. Kesiapsiagaan personel, pemahaman masyarakat, serta koordinasi yang baik diharapkan dapat meminimalkan risiko, mencegah timbulnya korban jiwa, dan mengurangi kerugian akibat bencana alam di wilayah Kabupaten OKU. Masyarakat pun diimbau untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca, potensi banjir dan tanah longsor, serta bahaya kebakaran hutan dan lahan. Dengan kerja sama seluruh pihak, upaya pencegahan dan penanggulangan bencana diharapkan dapat berjalan lebih optimal demi keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

 

“Selama puluhan tahun, pompa-pompa minyak itu tak pernah berhenti mengangguk, dan rakyat Siak tak pernah sekalipun menggeleng,” ujarnya.

 

Afni menegaskan, Siak akan terus menjadi bagian dari Indonesia dan memberikan kontribusi bagi negara. Namun, persoalan pembagian hasil sumber daya alam, termasuk rumus dan cara penghitungannya, harus menjadi perhatian agar kesejahteraan masyarakat tidak berhenti pada angka-angka.

 

Ini menyikapi pemangkasan DBH Migas 2027 oleh pusat yang turun hingga 72%, sementara utang pusat ke Kabupaten Siak masih tertahan Rp460 miliar.

 

“Kita tidak perlu menjadi kasar untuk menjadi kuat. Kita tidak perlu menjadi beringas untuk menunjukkan bernas. Perjuangan memperjuangkan hak daerah harus dilakukan dengan prinsip yang teguh, pikiran yang tajam, serta perkataan yang santun. Ini adalah hak Siak, bukan mengemis apalagi meminta belas kasihan,” tegasnya.

 

Sikap tersebut, kata Afni, bukan untuk menunjukkan keberanian semata, melainkan demi menjaga hak-hak masyarakat Siak. Diingatkan, bahwa ukuran keberhasilan sebuah daerah bukan hanya besarnya kekayaan yang dihasilkan, tetapi sejauh mana kekayaan dan pembangunan itu memberikan manfaat kepada rakyat.

BACA  Kapolsek Padang Hulu Pimpin Subuh Keliling di Masjid As-Syuhada

 

“Rakyat adalah alasan mengapa kekuasaan harus dijalankan dengan amanah. Alasan mengapa pembangunan tidak boleh kehilangan arah,” kata Afni.

 

Dalam pidato yang ditulisnya sendiri, Afni turut menekankan bahwa pembangunan Kabupaten Siak harus dirasakan seluruh masyarakat, termasuk warga yang tinggal di kampung-kampung dan wilayah pelosok.

 

Kata Afni, masyarakat dari Teluk Lanus di Kecamatan Sungai Apit hingga Tasik Betung di Kecamatan Sungai Mandau, serta berbagai kampung lainnya, memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pelayanan dan merasakan hasil pembangunan.

 

Menurut Afni, Indonesia tidak hanya ditopang kota-kota besar, tetapi juga kampung-kampung dan dusun-dusun yang menjadi bagian penting kehidupan masyarakat.

 

Memasuki usia ke-27 tahun, Afni mengakui masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan dan tidak menyerah menghadapi keterbatasan.

BACA  Pelindo Multi Terminal Perkuat Layanan Nonpetikemas Pelabuhan Belawan

 

“Jika suatu hari kata mereka minyak kita sudah berkurang, jangan sampai semangat kita ikut menghilang,” ujarnya.

 

Afni juga mengajak masyarakat menjaga tiga hal utama, yakni marwah, persatuan, dan semangat memperjuangkan keadilan. Ia mengingatkan agar perbedaan pendapat tidak merusak persaudaraan dan persoalan yang menyangkut kehidupan rakyat tidak dibiarkan berlalu tanpa upaya perbaikan.

 

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan rapat paripurna dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-27 Kabupaten Siak. Afni berharap momentum hari jadi tidak hanya menjadi perayaan atas capaian yang telah diraih, tetapi juga menjadi pengingat bagi seluruh elemen daerah untuk terus bekerja, menjaga marwah, dan memperjuangkan kesejahteraan masyarakat.

 

“Dari Siak kita mengenang sejarah, dengan keadilan kita menjaga marwah, dengan persatuan kita melangkah, dengan keberanian kita membangun masa depan yang cerah,” ucap Afni.

 

Selanjutnya dalam rangkaian kegiatan, digelar pemberian penghargaan pada ASN berdampak, dan pelajar berprestasi.

(Cakrawala Nusantara Siak/S)

No More Posts Available.

No more pages to load.