Pelindo, DP World Foundation, dan Pemkot Medan Berkolaborasi Bangun Sekolah untuk Anak-anak Belawan

oleh
oleh

Belawan.CN- 15 Oktober 2026 – Upaya menghadirkan akses pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak di kawasan Belawan mendapat dukungan melalui kolaborasi PT Pelabuhan Indonesia (Persero), DP World Foundation melalui PT Belawan New Container Terminal (BNCT), dan Pemerintah Kota Medan. Kolaborasi tersebut ditandai dengan pelaksanaan groundbreaking ceremony pembangunan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dengan tema “Classrooms of Hope”, Kamis (15/10).

Pembangunan sekolah ini merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) DP World Foundation melalui BNCT yang memberikan dukungan pendanaan pembangunan. Sementara itu, Pelindo Regional 1 Belawan berperan melalui penyediaan lahan, sedangkan Pemerintah Kota Medan akan bertanggung jawab terhadap pengoperasian sekolah setelah pembangunan selesai.

example banner

Kegiatan peletakan batu pertama tersebut dihadiri Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Indonesia H.E. Abdulla Salem AlDhaheri, Komandan Komando Daerah Angkatan Laut I Laksamana Muda TNI Deny Septiana, Direktur Hubungan Kelembagaan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Hendri Ginting, Presiden Direktur BNCT Suffian Bin Abdul Manaf, Turut hadir jajaran pejabat instansi pemerintah dan para pemangku kepentingan di wilayah Belawan.

BACA  Siap Harumkan Nama Kota Medan di Forprovsu 2026, KORMI dan INORGA Galang Dana Pribadi.

Kolaborasi ini menjadi wujud kerja sama antara dunia usaha dan pemerintah dalam mendukung pembangunan pendidikan di sekitar kawasan pelabuhan. Melalui pembagian peran yang saling melengkapi, pembangunan sekolah diharapkan dapat memperluas kesempatan belajar sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Belawan.

Direktur Hubungan Kelembagaan PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Hendri Ginting, menyampaikan bahwa pembangunan sekolah tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat, khususnya anak-anak yang tinggal di sekitar Pelabuhan Belawan.

“Kami berharap kehadiran sekolah ini dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat Belawan, khususnya di sekitar pelabuhan. Pendidikan menjadi salah satu jalan bagi anak-anak untuk meningkatkan pengetahuan, melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, serta membuka peluang kehidupan yang lebih baik bagi diri mereka dan keluarganya,” ujar Hendri.

BACA  logo open navigation menu Beranda Berita Polsek Sosoh Buay Rayap Ikuti Simulasi Penanggulangan Bencana Banjir, Tanah Longsor dan Cuaca Ekstrem di Kabupaten OKU oprspitresogankomeringulu 15 Oktober 2026 19:00 0 Main Image NextUI hero Image NextUI hero Image NextUI hero Image NextUI hero Image NextUI hero Image SOSOH BUAY RAYAP, OKU – Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan serta kemampuan dalam menghadapi potensi bencana alam, Polsek Sosoh Buay Rayap bersama unsur TNI, BPBD, Damkar, pemerintah kecamatan, dan masyarakat mengikuti kegiatan Simulasi Penanggulangan Bencana Banjir, Tanah Longsor dan Cuaca Ekstrem di wilayah Kecamatan Sosoh Buay Rayap, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Kamis (15/10/2026). Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB tersebut dilaksanakan di Bendungan Bendali, Desa Tungku Jaya, Kecamatan Sosoh Buay Rayap. Simulasi dipimpin oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten OKU, Drs. Januar Effendi, M.I.Kom, serta diikuti oleh Camat Sosoh Buay Rayap beserta staf, personel Polsek Sosoh Buay Rayap, anggota Koramil Kota Baturaja, personel BPBD Kabupaten OKU dan BPBD Kecamatan Sosoh Buay Rayap, anggota Damkar Kecamatan Sosoh Buay Rayap, siswa-siswi SMA Pramuka Kwarcab OKU, serta masyarakat Desa Tungku Jaya. Dalam kegiatan tersebut, Kalaksa BPBD Kabupaten OKU menyampaikan pentingnya kesiapsiagaan bersama dalam menghadapi potensi bencana, termasuk meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat memasuki musim kemarau. Masyarakat diimbau agar berperan aktif dalam upaya pencegahan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun aktivitas pembakaran lahan yang berpotensi menimbulkan kebakaran. Ia menegaskan bahwa upaya pencegahan karhutla tidak dapat hanya mengandalkan aparat TNI dan Polri, tetapi membutuhkan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat sebagai mata dan telinga di lingkungan masing-masing. Selanjutnya, peserta mendapatkan penyampaian materi mengenai pemetaan titik rawan atau hotspot, simulasi pemadaman dini, tindakan pencegahan dan pemadaman kebakaran, cara mendeteksi arah angin untuk mengantisipasi penyebaran api, serta pemetaan wilayah yang berpotensi terdampak banjir setelah turun hujan. Sekitar pukul 10.00 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi penanganan bencana banjir menggunakan perahu karet bersama tim gabungan dari unsur terkait. Simulasi ini bertujuan meningkatkan keterampilan dan koordinasi antarpersonel dalam melakukan penanganan awal serta evakuasi apabila terjadi banjir di wilayah Kecamatan Sosoh Buay Rayap. Selain berfokus pada penanganan banjir dan tanah longsor, kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya mencegah karhutla, terutama di kawasan semak belukar, lahan yang tidak terurus, area perkebunan warga, serta wilayah lain yang berpotensi mengalami kebakaran. Dalam kesempatan tersebut, Kanit Binmas Polsek Sosoh Buay Rayap turut memberikan imbauan kepada seluruh peserta agar tidak membuka, membersihkan, atau mengolah lahan pertanian dengan cara dibakar. Imbauan serupa juga disampaikan oleh Bhabinkamtibmas kepada warga di desa binaan masing-masing agar tidak melakukan pembakaran hutan, semak belukar, maupun lahan untuk keperluan perkebunan. Sebagai langkah pencegahan berkelanjutan, patroli terpadu yang melibatkan Polri, TNI, dan Masyarakat Peduli Api juga perlu dilaksanakan secara berkala, khususnya pada titik-titik yang dipetakan rawan terjadi karhutla. Melalui patroli tersebut, potensi kebakaran diharapkan dapat dideteksi sejak dini sehingga dapat segera dilakukan langkah penanganan. Melalui kegiatan simulasi ini, Polsek Sosoh Buay Rayap bersama BPBD dan seluruh unsur terkait menunjukkan komitmen dalam memperkuat sinergitas lintas instansi untuk menghadapi berbagai potensi bencana. Kesiapsiagaan personel, pemahaman masyarakat, serta koordinasi yang baik diharapkan dapat meminimalkan risiko, mencegah timbulnya korban jiwa, dan mengurangi kerugian akibat bencana alam di wilayah Kabupaten OKU. Masyarakat pun diimbau untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca, potensi banjir dan tanah longsor, serta bahaya kebakaran hutan dan lahan. Dengan kerja sama seluruh pihak, upaya pencegahan dan penanggulangan bencana diharapkan dapat berjalan lebih optimal demi keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

Menurutnya, pembangunan sekolah melalui dengan tema “Classrooms of Hope” merupakan bentuk kolaborasi nyata antara DP World Foundation, Pelindo, dan Pemerintah Kota Medan dalam mendukung kemajuan pendidikan. Ia juga menyampaikan bahwa perhatian Pelindo terhadap pendidikan terus diwujudkan melalui berbagai kegiatan, salah satunya program Pelindo Mengajar yang baru saja dilaksanakan pada 13 Oktober 2026.

“Melalui kolaborasi ini, kami berharap anak-anak Belawan semakin giat belajar dan berani memiliki cita-cita yang tinggi. Kehadiran fasilitas pendidikan yang dapat diakses masyarakat menjadi bagian penting dalam membantu anak-anak mewujudkan masa depan yang mereka impikan,” tambahnya.

Bagi Pelindo Regional 1 Belawan, keterlibatan dalam pembangunan sekolah ini menjadi bagian dari dukungan perusahaan terhadap inisiatif sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar pelabuhan. Penyediaan lahan untuk pembangunan sekolah sekaligus menunjukkan bagaimana kolaborasi antarpihak dapat menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Executive General Manager Pelindo Regional 1 Belawan, Yusrizal, menyampaikan bahwa keterlibatan Pelindo dalam pembangunan sekolah tersebut merupakan bagian dari dukungan perusahaan terhadap peningkatan akses pendidikan bagi masyarakat di sekitar Pelabuhan Belawan.

BACA  Tebarkan Kebaikan di Waktu Subuh, Polsek Tapung Hilir Gelar 'Sedekah Subuh' dan Salurkan Mushaf Al-Qur'an ke Masjid Raya Kota Bangun

“Kami menyambut baik kolaborasi ini. Melalui penyediaan lahan untuk pembangunan sekolah, Pelindo Regional 1 Belawan berharap dapat turut membuka kesempatan pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak di sekitar pelabuhan. Kami ingin kehadiran Pelindo tidak hanya dirasakan melalui aktivitas kepelabuhanan, tetapi juga melalui manfaat yang dapat dirasakan masyarakat,” ujar Yusrizal.

Pembangunan sekolah di Belawan dengan tema “Classrooms of Hope”, kolaborasi antara DP World Foundation melalui BNCT, Pelindo, dan Pemerintah Kota Medan diharapkan tidak hanya menghadirkan fasilitas pendidikan baru, tetapi juga membuka kesempatan bagi lebih banyak anak di Belawan untuk memperoleh pendidikan dan mengembangkan potensi mereka.

Pembangunan sekolah ini menjadi salah satu bentuk kontribusi bersama dalam mendukung masa depan generasi muda, sekaligus memperlihatkan bahwa perkembangan kawasan pelabuhan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas kehidupan masyarakat di sekitarnya.(Rijal)

–

No More Posts Available.

No more pages to load.