Langkat Bahorok CN – Keluarga sakinah tidak hanya ditandai dengan ketenangan lahir dan batin, tetapi juga kemampuan pasangan saling menguatkan dan mengevaluasi diri ketika menghadapi permasalahan.
“Keluarga sakinah itu keluarga yang tenang lahir dan batin. Tidak pernah terjadi konflik yang berkepanjangan. Kalaupun terjadi, selalu ada saat masing-masing pihak melakukan evaluasi diri,” Demikian disampaikan Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Bahorok H. Muhammad Kurnia Amir, S.Sos.I, S.Pd.I,MM dihadapan ibu-ibu perwitan yang tergabung dalam Pengajian Alhidayah Kecamatan Bahorok, di masjid Raya Pekan Bahorok, Jum’at (17/10/2026).
Masih menurut Kurnia yang juga wakil sekretaris Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Provinsi Sumatera bahwa keluarga Sakinah menuju keluarga maslahah merupakan keluarga yang menghadirkan kebaikan dan manfaat bagi anggota keluarganya maupun lingkungan sekitar. Dengan demikian, pembinaan keluarga tidak hanya bertujuan menciptakan keharmonisan rumah tangga saja, tetapi juga mendorong kontribusi keluarga dalam kehidupan bermasyarakat. Sehingga fungsi keluarga dapat memperkokoh pondasi pembangunan bangsa dalam mewujudkan dan mempersiapkan generasi emas 2045. Pengajian Alhidayah harus mampu menjadi garda terdepan dalam menciptakan ketahanan keluarga yaitu keluarga sakinah mashlaha, yang ikut serta dalam pembangunan terutama dalam meningkatkan sumber daya manusia dan peran rumah tangga dalam mengisi dan mensukseskan pembangunan.
Camat Bahorok yang diwakili koordinator pendapatan Tugianto, SE sekaligus ketua Al-Jam’iyatul Washliyah Kecamatan Bahorok terpilih dalam sambutannya mengatakan agar ibu-ibu pengajian aktif mengikuti kegiatan Alhidayah sebagai momentum untuk bersilaturahmi, menambah wawasan keilmuan khususnya ilmu agama Islam dan menerima pesan-pesan serta informasi pembangunan sekaligus sarana menciptakan keluarga Sakinah. Hal senada juga disampaikan Lurah Pekan Bahorok selaku tuan rumah dalam pengajian Alhidayah tersebut.
Sebelumnya ketua Alhidayah kecamatan Bahorok Amnah Lubis dalam sambutannya mengharapkan agar ibu-ibu rajin mengikuti pengajian yang rutin dilaksanakan sebulan sekali dengan lokasi dan tempat pengajian yang berpindah-pindah dari satu desa ke desa yang lainnya sebagai bentuk kekompakan dan silaturahmi ujarnya.
Hadir pada pengajian antara lain kepala desa sekecamatan Bahorok didampingi ketua TP.PKK desa, ketua BKM Raya Bahorok, penyuluh agama Islam Bahlian S.Th.I dan tokoh agama, tokoh masyarakat serta 700 an ibu-ibu perwitan yang memadati ruangan hingga teras masjid.
Editor (zulfan nasution)














