UPTD Puskesmas Tebing Tinggi menyelenggarakan Lokmin Tribulanan Linsek IV Tahun 2025

oleh

Empat Lawang, Sumsel. CN – Dalam rangka meningkatkan peran serta masyarakat dan dukungan sektor-sektor yang bersangkutan dalam pelaksanaan pembangunan kesehatan, UPTD Puskesmas Tebing Tinggi harus melakukan kerja sama dengan lintas sektor agar diperoleh dukungan dalam pelaksanaan berbagai kegiatannya. Salah satu bentuk upaya untuk penggalangan dan pemantauan berbagai kegiatan adalah melalui pertemuan bernama Lokakarya Mini (Lokmin) Tribulanan Lintas Sektoral (Linsek). Lokmin memang sudah menjadi agenda bulanan UPTD Puskesmas Tebing Tinggi untuk membahas isu-isu kesehatan di wilayah kerjanya. Jumat, (21/11/2025)

BACA  Desa Lubuk Dalam Wakili Kabupaten OKU dalam Penilaian Lomba Aku Hatinya PKK Tingkat Provinsi Sumsel

 

example banner

UPTD Puskesmas Tebing Tinggi menyelenggarakan Lokmin Tribulanan Linsek IV Tahun 2025 bertempat di Aula UPTD Puskesmas Tebing Tinggi. Kegiatan ini dihadiri Perwakilan Dinas Kesehatan, Camat Tebing Tinggi, Kapolsek Tebing Tinggi, Danramil Tebing Tinggi, KUA Tebing Tinggi, Lurah dan Kades se-Kecamatan Tebing Tinggi, Ibu PKK Desa dan Kader Kesehatan.

 

Lokakarya mini tribulanan lintas sektoral kali ini fokus pada Penerapan Posyandu ILP dan Asesment Kader Posyandu. Posyandu ILP (Integrasi Layanan Primer) adalah bentuk posyandu yang mengintegrasikan berbagai layanan kesehatan primer dalam satu kegiatan yang bertujuan untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat dan melayani seluruh siklus hidup mulai dari bayi hingga lansia. Dalam pelaksanaan posyandu ILP terdapat 5 langkah kegiatan yaitu pendaftaran; penimbangan dan pengukuran; pencatatan; pelayanan kesehatan dan penyuluhan. Selain itu juga dilakukan kunjungan rumah diluar jam buka posyandu.

BACA  logo open navigation menu Beranda Berita Polsek Sosoh Buay Rayap Ikuti Simulasi Penanggulangan Bencana Banjir, Tanah Longsor dan Cuaca Ekstrem di Kabupaten OKU oprspitresogankomeringulu 15 Oktober 2026 19:00 0 Main Image NextUI hero Image NextUI hero Image NextUI hero Image NextUI hero Image NextUI hero Image SOSOH BUAY RAYAP, OKU – Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan serta kemampuan dalam menghadapi potensi bencana alam, Polsek Sosoh Buay Rayap bersama unsur TNI, BPBD, Damkar, pemerintah kecamatan, dan masyarakat mengikuti kegiatan Simulasi Penanggulangan Bencana Banjir, Tanah Longsor dan Cuaca Ekstrem di wilayah Kecamatan Sosoh Buay Rayap, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Kamis (15/10/2026). Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB tersebut dilaksanakan di Bendungan Bendali, Desa Tungku Jaya, Kecamatan Sosoh Buay Rayap. Simulasi dipimpin oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten OKU, Drs. Januar Effendi, M.I.Kom, serta diikuti oleh Camat Sosoh Buay Rayap beserta staf, personel Polsek Sosoh Buay Rayap, anggota Koramil Kota Baturaja, personel BPBD Kabupaten OKU dan BPBD Kecamatan Sosoh Buay Rayap, anggota Damkar Kecamatan Sosoh Buay Rayap, siswa-siswi SMA Pramuka Kwarcab OKU, serta masyarakat Desa Tungku Jaya. Dalam kegiatan tersebut, Kalaksa BPBD Kabupaten OKU menyampaikan pentingnya kesiapsiagaan bersama dalam menghadapi potensi bencana, termasuk meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat memasuki musim kemarau. Masyarakat diimbau agar berperan aktif dalam upaya pencegahan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun aktivitas pembakaran lahan yang berpotensi menimbulkan kebakaran. Ia menegaskan bahwa upaya pencegahan karhutla tidak dapat hanya mengandalkan aparat TNI dan Polri, tetapi membutuhkan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat sebagai mata dan telinga di lingkungan masing-masing. Selanjutnya, peserta mendapatkan penyampaian materi mengenai pemetaan titik rawan atau hotspot, simulasi pemadaman dini, tindakan pencegahan dan pemadaman kebakaran, cara mendeteksi arah angin untuk mengantisipasi penyebaran api, serta pemetaan wilayah yang berpotensi terdampak banjir setelah turun hujan. Sekitar pukul 10.00 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi penanganan bencana banjir menggunakan perahu karet bersama tim gabungan dari unsur terkait. Simulasi ini bertujuan meningkatkan keterampilan dan koordinasi antarpersonel dalam melakukan penanganan awal serta evakuasi apabila terjadi banjir di wilayah Kecamatan Sosoh Buay Rayap. Selain berfokus pada penanganan banjir dan tanah longsor, kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya mencegah karhutla, terutama di kawasan semak belukar, lahan yang tidak terurus, area perkebunan warga, serta wilayah lain yang berpotensi mengalami kebakaran. Dalam kesempatan tersebut, Kanit Binmas Polsek Sosoh Buay Rayap turut memberikan imbauan kepada seluruh peserta agar tidak membuka, membersihkan, atau mengolah lahan pertanian dengan cara dibakar. Imbauan serupa juga disampaikan oleh Bhabinkamtibmas kepada warga di desa binaan masing-masing agar tidak melakukan pembakaran hutan, semak belukar, maupun lahan untuk keperluan perkebunan. Sebagai langkah pencegahan berkelanjutan, patroli terpadu yang melibatkan Polri, TNI, dan Masyarakat Peduli Api juga perlu dilaksanakan secara berkala, khususnya pada titik-titik yang dipetakan rawan terjadi karhutla. Melalui patroli tersebut, potensi kebakaran diharapkan dapat dideteksi sejak dini sehingga dapat segera dilakukan langkah penanganan. Melalui kegiatan simulasi ini, Polsek Sosoh Buay Rayap bersama BPBD dan seluruh unsur terkait menunjukkan komitmen dalam memperkuat sinergitas lintas instansi untuk menghadapi berbagai potensi bencana. Kesiapsiagaan personel, pemahaman masyarakat, serta koordinasi yang baik diharapkan dapat meminimalkan risiko, mencegah timbulnya korban jiwa, dan mengurangi kerugian akibat bencana alam di wilayah Kabupaten OKU. Masyarakat pun diimbau untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca, potensi banjir dan tanah longsor, serta bahaya kebakaran hutan dan lahan. Dengan kerja sama seluruh pihak, upaya pencegahan dan penanggulangan bencana diharapkan dapat berjalan lebih optimal demi keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

 

Asesmen kader posyandu adalah proses evaluasi untuk menilai pengetahuan, keterampilan, dan kinerja kader dalam melaksanakan tugas pelayanan kesehatan di Posyandu, mencakup seluruh siklus hidup (ibu hamil, bayi, balita, usia sekolah, remaja, produktif, lansia). Tujuannya untuk meningkatkan kualitas pelayanan, mengidentifikasi kebutuhan pelatihan, dan memperkuat kader sebagai ujung tombak kesehatan masyarakat. Penilaian ini dilakukan melalui observasi, wawancara, tes tertulis, dan penilaian kinerja kader yang berorientasi kepada 25 keterampilan dasar kader kesehatan. Asesmen kader posyandu akan dilakukan pada tanggal 24 November 2025 s.d. 29 November 2025 dan diminta kepada Lurah dan Kades untuk mempersiapkan 5 orang kader yang akan dinilai ujar Rafiqoh Karamah, S.Kep., Ners., M.Kes, selaku Kepala UPTD Puskesmas Tebing Tinggi.

BACA  Polsek Semidang Aji Gelar KRYD, Antisipasi Premanisme dan Gangguan Kamtibmas

No More Posts Available.

No more pages to load.