Lampung| CN- Anggota DPR RI Muklis Basri angkat bicara terkait peristiwa perkelahian oknum TNI AL dengan seorang petani di tengah perkebunan sawit Desa Gedung Cahya Kuningan, Kecamatan Ngambur, Kabupaten Pesisir Barat (Pesiar) Lampung yang mengakibatkan keduanya harus dirawat di Puskemas.
Mukhlis Basri prihatin atas terjadinya perkelahian oknum TNI AL dengan warga. “mudah-mudahan kejadian seperti ini tak terjadi lagi,” ujarnya, Rabu (3/3/2021).
Sementara, Oking Ganda Miharja, Politikus PDIP yang juga tokoh masyarakat Kabupaten Pesisir Barat mendukung masukan Mukhlis Basri terkait hal tersebut. Beliau pun menyampaikan laporan yang diterimanya dari warga.
“Ada keluhan warga bahwa oknum Lanal jadi beking lahan dan tambak udang,” ujar Oking yang pernah mencalonkan diri sebagai bupati Pesisir Barat itu.
Sebelumnya, Selasa (2/3/2021), pukul 15.30 WIB, Serka Imron bin Yusuf (52), anggota TNI AL dari Lanal lampung, duel berdarah dengan Syafe’i bin Ikhwan (58), petani. Keduanya diduga terkait perselisihan lahan sawit seluas dua hektare.
Akibat kejadian itu, keduanya mengalami luka-luka hingga dilarikan ke Puskesmas.
Akibat tebasan golok, Serka Imron bin Yusuf (52) mengalami luka di pipi kanan sepanjang 10 cm, luka antara jempol dan telunjuk tangan sebelah kiri, luka lengan kiri 5 cm dan luka rahang sebelah kiri sepanjang 5 cm.
Sedangkan Syafii mendapatkan luka dinpelipis kanan sepanjang 5 cm dan 6 jahitan, luka pergelangan tangan kanan sepanjang 8 cm dan 16 jahitan, luka telunjuk tangan kanan 1 cm dan 1 jahitan, luka jempol kiri 1 cm, dan luka memar di dada.
Dikatakan oleh tokoh senior PDIP Lampung itu, Kabupaten Pesisir Barat memiliki garis pantai yang sangat panjang, yakni 210 kilometer dari perbatasan Provinsi Bengkulu hingga perbatasan Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung.
Mukhlis Basri menyatakan prihatin atas terjadinya perkelahian oknum TNI AL dengan warga. “Mudah-mudahan kejadian seperti ini tak terjadi lagi,” ujarnya.(Suhendra)













