TANAH KARO CN –Kejadian teragis yang tak terduga di sebuah pemandian tempat rekrasi kolam pemandian, yang di kenal dengan kolam air panas sidebu debu tanah karo kabupaten karo, sumatra utara,
Pada hari selasa (18-05-2021),
Peristiwa dan musibah yang menimpa seorang balita asal Stabat ini yang mana diketahui2 Kapolsek Simpang Empat, AKP.A. Ridwan Harahap dari laporan warga melalui telpon selulernya, pada tanggal, 18/05/2021) sekira pukul 19.00 Wib. Bahwa di pemandian air panas pariban ada kejadian anak dari salah satu pengunjung tenggelam di kolam tersebut, dan pada saat ini korban lagi di larikan kerumah sakit amanda berastagi,
Kapolsek dengan sigap merespon kabar tersebut dan langsung memerintahkan, Kanit Reskrim Polsek Simpang Empat, IPDA. Mona Tarigan, beserta Kanit Intel, AIPTU, Mas Depari dan satu anggota, AIPTU. Tojo Simanjuntak, serta Babin Kamtibmas, AIPDA. Deni Andresas untuk segera menindak lanjuti dan lansung mengecek kebenarannya yang mana pada saat itu menurut informasi korban telah di larikan kerumah sakit amanda yang berada di kota beras tagi tanah karo,
Pukul 19.30 Wib Tim yang dipimpin oleh Kanit Reskrim, IPDA.Mona Tarigan langsung2 bergerak menuju RS Amanda Berastagi, dikarenakan sesuai dengan informasi yang di dapat bahwa balita malang itu dilarikan ke (RS ) amanda berastagi,
Setiba di RS Amanda, pihak RS mengatakan bahwa bocah yang diketahui bernama, ABDULLAH yang masih berumur 4 tahun itu telah dibawa keluarganya pulang ke Stabat, karena menurut pemeriksaan pihak ( RS ) rumah sakit bocah malang itu telah dinyatakan meninggal dunia.
Kemudian Tim menuju ke Kolam Pemandian Air Panas Pariban yang berada di Desa Semangat Gunung, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo Sumatera Utara, untuk melakukan Olah (TKP). Setiba dilokasi Tim dari mapolsek Simpang empat langsung menemui Manager Kolam Pemandian Air Panas Pariban, Ardian Surbakti, Selaku penanggung jawab di usaha pemandian tetsebut,
Saat di konfirmasi oleh petugas Ardian Surbakti selaku manejer di tempat pemandian air panas tersebut menerangkan kejadiannya, sekira pukul 15.00 Wib, itupun setelah pihak keluarga membawa anak tersebut ke Pos Pembelian Tiket yang diterima adek saya Ewis Surbakti kemudian dilaporkan kepada saya, melihat hal itu pihaknya langsung membawa Abdullah ( 4 thn ) putra dari Julian Helmi ( 38 ) warga setabat kabupaten langkat, yang mana saat itu langsung di larikan ke Puskesmas terdekat, guna mendapatkan pertolongan dan langsung ditangani oleh Bidan Eva Sitepu ( Pukul 19.35 Wib ),
namun karena keadaannya sudah sangat lemas, maka oleh Bidan diusulkan untuk membawa ke (RS) rumah sakit Amanda Berastagi, tiba di RS sekitar pukul 20.20 Wib langsung ditangani oleh, dr. Maya dengan memberikan bantuan pernafasan, namun malang sekitar pukul 20.30 Wib 15 menit kemudian Abdullah dinyatakan meninggal dunia dan pukul 20.45 Wib korbang langsung dibawah keluarganya ke Stabat, ucapnya
Dan di katakannya lagi atas kejadian itu, pihak keluarga tidak menuntut apa – apa dan biaya RS bererta Ambulance untuk mengantar mereka ke Stabat kita bantu, justru mereka mengucapkan terimakasih kepada kita. Bahkan neneknya sendiri mengatakan kalau bocah itu memang ada riwayat penyakitnya, dan perlu juga diketahui kolamnya tidak begitu dalam, hanya 60 Cm, lagian anak dibawah umur itu dibawah pengawasan orang tuanya jadi atas musibah ini bukan kesalahan pengusaha Pariban , ucapnya kepada Tim Petuga dari Polsek Simpang Empat, yang meminta keterangan akan kronologis kejadian tetsebut,
Akan tetapi ketika Kanit Reskrim, IPDA.Mona Tarigan menanyakan apakah ada disediahkan pelampung untuk mengantisipasi musibah seperti ini, Ardian menjawab, Tidak Ada” karena ini Kolam Renang bukan air yang mengalir jawabnya kepada petugas,
Dan apakah ada himbauan agar setiap kolam itu mana untuk anak – anak, dewasa kedalaman berapa yang bisa dimasukin anak – anak, lagi – lagi Ardian mengatakan, ” Ada tapi tidak setiap kolam ” karena sekarang banyak himbauan terkait covid 19 yang harus mematuhi Prokes, dan kolam tempat anak itu mandi tidak dalam hanya semata kaki orang dewasa saja ucapnya
Tapi setelah Tim dari mapolsek sim0ang 4 meninjau kelokasi kolam dimana tempat terjadinya Bocah Abdullah mandi dan tenggelam, terpantau bahwa kolamnya cukup dalam, dan kalau kolamnya penuh dapat diyakini anak – anak yang kurang pandai berenang pasti tenggelam, sementara pihak pengelolah tidak menyediahkan pelampung, jadi ini dinilai termasuk salah satu kelalaian dari pada pengelolah selaku pengusaha Pemandian Kolam Air Panas bariban tersebut,( junaidi ginting )















