Ibu Paruh Baya Dengan Keterbatasan Mental Kehilangan Tempat Tinggal

oleh

Ogan Ilir, Sumsel – Ibu Gendot (42), warga Desa Ibul Besar II, Kecamatan Pemulutan Induk, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, kehilangan tempat tinggal setelah rumahnya roboh karena dimakan usia.

 

example banner

Rumah kayu yang sudah ditempati Ibu Gendot selama lebih dari 20 tahun itu roboh pada Minggu (7/1/2024) malam. Ibu Gendot yang tinggal sebatang kara karena keterbatasan mental terpaksa mengungsi ke rumah saudaranya.

BACA  Pengurus Lama Koperasi Mekarti Jaya Dinilai Tak Lagi Berwenang. Kuasa Hukum : Pemilihan Ketua di Luar RAT Melawan Hukum.

 

Kepala Dusun (Kadus) V Desa Ibul Besar II, Ismail, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan, Ibu Gendot tinggal sebatang kara setelah kedua orang tuanya meninggal dunia.

BACA  Ribuan Senyum Warnai Makan Gratis Bersama , Warga Apresiasi Kepedulian Bupati OKU

 

“Ibu Gendot ini tinggal sebatang kara karena keterbatasan mental. Beliau tidak mampu untuk bekerja,” kata Ismail.

 

Ismail mengatakan, Ibu Gendot hanya bisa makan dari belas kasihan tetangga dan keluarga. Ia berharap pemerintah, khususnya Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir, dapat membantu memperbaiki rumahnya.

BACA  Gelorakan Semangat HUT Ke-116, Pemkab OKU Inisiasi Gerakan Indonesia Asri BATURAJA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ulu (OKU) resmi meluncurkan Gerakan Indonesia Asri yang digelar secara serentak di seluruh wilayah Kabupaten OKU, Sumatera Selatan, Jumat (24/7/2026) pagi. Aksi lingkungan berskala makro ini diinisiasi khusus oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkab OKU dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten OKU yang ke-116. Kegiatan gotong royong massal tersebut dipimpin langsung oleh Bupati OKU, H Teddy Meilwansyah, SSTP, MM, MPd. Kegiatan ini dipusatkan di kawasan Taman Kota Baturaja yang menjadi titik pusat (kick-off) pergerakan kebersihan daerah serta aliran sungai Ogan baik dibawah jembatan Ogan. Ajak Warga Berdampak Nyata Bupati OKU Teddy Meilwansyah menjelaskan bahwa Gerakan Indonesia Asri merupakan langkah konkret pemerintah daerah untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pelestarian alam dan kebersihan lingkungan lingkungan sejak dini. "Melalui Gerakan Indonesia Asri ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran kolektif. Kebersihan daerah bukan sekadar tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh warga Bumi Sebimbing Sekundang," ujar Teddy saat memberikan arahan langsung di lokasi kick-off, Baturaja. Teddy juga menegaskan bahwa momentum bertambahnya usia Kabupaten OKU ke-116 harus dibarengi dengan perubahan perilaku yang positif terhadap lingkungan. "Sesuai dengan tema besar hari jadi tahun ini, yakni 'Serentak Bergerak, Berdampak Nyata Wujudkan Sayangi OKU', gerakan ini adalah bukti nyata kepedulian kita untuk menjaga wilayah OKU tetap sehat, asri, dan nyaman ditinggali," tambahnya. Sinergi Curve Sisir Fasilitas Publik Di tempat yang sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten OKU Brigman menyatakan bahwa pergerakan ini tidak hanya berpusat di ibu kota kabupaten, melainkan berjalan serentak di 13 kecamatan, serta seluruh kantor di wilayah OKU. "Tim Kita bersinergi terjun langsung ke lapangan membersihkan lingkungan termasuk beberapa titik di aliran sungai Ogan,"ucap Brigman. Pihak DLH menerjunkan personel kebersihan untuk menyisir fasilitas publik, saluran air (drainase), serta kawasan padat penduduk guna mengantisipasi penumpukan sampah. Selain melakukan aksi kebersihan, Pemkab OKU turut mengimbau masyarakat luas untuk menyemarakkan suasana HUT daerah dengan memasang umbul-umbul dan Bendera Merah Putih di pekarangan rumah masing-masing sepanjang bulan perayaan.

 

“Ibu Gendot berharap pemerintah bisa membantu memperbaiki rumahnya,” kata Ismail.

 

 

Reporter : Andi

No More Posts Available.

No more pages to load.