CN- Manajemen PT Mitra Unggul Perkasa (MUP) Kebun Gondai menyatakan akan bertanggung jawab penuh atas insiden yang menimpa para pekerja. Hal ini diungkapkan oleh Nainggolan, manajer PT MUP Kebun Gondai saat bertemu dengan awak media di sela-sela waktu senggangnya bekerja sebagai pimpinan perusahaan, Selasa, (10/6/2025).
Nainggolan mengatakan akan terus mendampingi perkembangan para karyawannya yang saat ini masih di rawat di rumah sakit.
”Sejauh ini sudah ada perkembangan yang signifikan dari karyawan kita yang mengalami patah tulang, keadaannya mulai membaik tapi masih butuh perawatan intensif agar segera pulih. Untuk korban meninggal sudah kita selesaikan dengan baik sebagaimana mestinya, ” ujar Nainggolan.
Ketika disinggung perihal SOP para karyawannya saat bekerja, beliau mengungkapkan bahwasanya semua sudah sesuai ketentuan atau prosedur yang ditetapkan perusahaan.
”Untuk SOP kita selalu terapkan saat bekerja, para karyawan kita juga memakai APD berupa sarung tangan, kacamata, dan sepatu saat bekerja mengangkut pupuk. Kita sudah berusaha semaksimal mungkin melindungi karyawan tapi mau bagaimana lagi, nasib berkata lain, ” tambah beliau dengan raut wajah kesedihan.
Kedepannya Nainggolan akan semakin protektif terhadap para pekerjaannya. Beliau akan terus memprioritaskan keselamatan kerja para karyawannya guna minimalisir kejadian serupa terulang kembali.
”Harapannya semoga kejadian seperti ini tidak terulang lagi, kita akan semaksimal mungkin mengedepankan keselamatan kerja para karyawannya kita. Bekerja adalah kewajiban tapi keselamatan kerja yang paling utama, ” tutup Nainggolan mengakhiri pembicaraan.
Sebelumnya diberitakan sebuh insiden kecelakaan kerja terjadi di gudang PT MUP Kebun Gondai pada Senin, 2 Juni 2025. Seorang pekerja bernama Wanaso Zai meninggal dunia akibat tertimpa tumpukan pupuk yang akan diangkutnya. Sementara tiga pekerja lainnya mengalami luka-luka dan patah yakni Zul Zalukhu mengalami patah kaki betis kiri, Ziran patah kaki kanan dan seorang karyawan wanita bernama Widya mengalami luka hingga harus mendapat perawatan medis.
Kejadian bermula saat Wanaso Zai bersam rekan-rekannya akan melangsir pupuk dari gudang menuju Kebun ancak. Namun tiba-tiba tumpukan karung pupuk seberat 50 kg jatuh dan menimpa mereka yang kebetulan berada di bawah tumpukan pupuk.
Ahasil, mereka pun tertimpa tumpukan pupuk dan Wanaso Zai tewas di lokasi kejadian sebelum sempat di larikan ke rumah sakit.
Tak lama setelah kejadian, pihak kepolisian dari Polsek Langgam pun tiba untuk mengamankan lokasi serta memberi garis Police Line di lokasi kejadian.
Editor: Rizky Marchal Sinaga











