Warga Tanah Jawa Geger! Madan Sinaga Diduga Gelapkan Belasan Kendaraan, Menghilang Tanpa Jejak

oleh

Tanah Jawa-I CN Ketenteraman warga Tanah Jawa mendadak terusik. Sosok yang selama ini dikenal ramah, sopan, dan mudah bergaul ternyata kini terseret dalam dugaan kasus penggelapan kendaraan yang membuat masyarakat resah.

Nama Madan Sinaga (26), warga Perumahan Kampung Melayu No. 74, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, mendadak menjadi pembicaraan hangat di tengah masyarakat.

example banner

Pria yang diketahui bekerja di Perusahaan Listrik Negara (PLN) Tanah Jawa itu diduga menjadi dalang di balik hilangnya sejumlah kendaraan milik warga. Ironisnya, Madan berasal dari keluarga yang cukup dikenal di daerah tersebut.

Ayahnya, Rano Sinaga, tinggal di Simpang Tangsi Balimbingan dan dikenal sebagai pemain keyboard yang kerap tampil di berbagai acara masyarakat. Namun kini, nama keluarga itu ikut terseret dalam sorotan setelah muncul berbagai laporan dugaan penipuan dan penggelapan kendaraan.

Diduga Bawa Kabur Belasan Kendaraan
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga pada 15 Maret 2026, Madan diduga telah membawa kabur sedikitnya 12 unit kendaraan, baik sepeda motor maupun mobil.

BACA  Forum satu data Indonesia kabupaten Karo gelar penetapan daftar data tahun 2025 secara hybrid

Modus yang diduga digunakan cukup rapi: ia merental kendaraan dari warga dengan sikap sopan dan meyakinkan. Namun setelah kendaraan dibawa, kendaraan tersebut tidak pernah kembali. Warga menduga kendaraan-kendaraan itu kemudian digadaikan atau bahkan dijual secara ilegal.

Yang lebih mengejutkan, korban bukan hanya masyarakat biasa. Beberapa rekan kerja bahkan atasan di tempat kerjanya disebut-sebut juga ikut menjadi korban.

Kisah Korban: Mobil Hilang Setelah Dirental
Salah satu korban, R Boru S, kehilangan mobil Daihatsu Terios putih BK 1738 TAA setelah dirental oleh Madan.

Menurut penuturan korban, kejadian bermula pada suatu malam ketika Madan datang ke rumahnya sekitar pukul 20.00 WIB. Ia datang menggunakan mobil bersama beberapa orang, lalu memperkenalkan diri dengan sopan kepada ibu korban.

Karena sikapnya yang santun dan terlihat dapat dipercaya, keluarga korban akhirnya mengizinkan mobil tersebut dirental pada malam itu juga.

Dalam pertemuan tersebut, seorang pria bernama Oky Lubis diduga ikut sebagai sopir. Ia disebut mengetahui rencana Madan, namun tidak pernah mengungkapkan maksud sebenarnya kepada keluarga korban.

BACA  Pemkab Karo Siap Bangun Sekolah Nasional Terintegrasi, Tim Kemendikdasmen-BPMP Gelar Pertemuan

Awalnya, Madan hanya meminta mobil untuk satu hari. Namun setelah waktu yang dijanjikan lewat, ia terus menghubungi korban untuk meminta perpanjangan waktu. Janji pengembalian terus berubah — dari dua hari, tiga hari, hingga beberapa hari berikutnya.

“Awalnya satu hari. Tapi selalu berubah. Kadang janji pagi, lalu siang, lalu malam. Kami jadi sangat was-was,” ujar R Boru S.
Pada suatu kesempatan, mobil tersebut sempat dikembalikan sekitar pukul 22.00 WIB. Namun saat itu suami korban langsung menegur Madan karena terlalu sering mengubah janji.

“Apanya maksud kalian? Kami jadi takut mobil ini dibawa kabur,” ujar suami korban saat itu.

Tak lama setelah kejadian itu, Madan kembali menghubungi korban untuk merental mobil yang sama. Meski sempat ragu, korban akhirnya kembali meminjamkan kendaraan tersebut.

Modusnya kembali terulang. Madan terus meminta tambahan waktu dengan berbagai alasan. Ia bahkan sempat meminta nomor rekening untuk mentransfer uang sewa.

Namun pada Jumat, 14 Maret 2026, sebelum batas waktu pengembalian yang dijanjikan pukul 10.00 WIB, nomor telepon Madan tiba-tiba tidak lagi aktif.

BACA  Perkuat Sinergi dan Keberlanjutan, PT PLN Indonesia Power UBK Pangkalan Susu Gelar Pisah Sambut Senior Manager.

Upaya menghubungi nomor orang tuanya juga tidak membuahkan hasil.
Sejak saat itu, mobil milik R Boru S tidak pernah kembali, dan Madan diduga telah melarikan diri.

Serangkaian kejadian ini membuat warga Kelurahan Tanah Jawa semakin gelisah. Banyak masyarakat khawatir masih ada korban lain yang belum melapor. Warga pun berharap aparat kepolisian segera bertindak tegas.

Harapan besar kini ditujukan kepada Kapolsek Tanah Jawa yang baru menjabat, agar segera mengusut tuntas kasus ini dan menangkap pelaku yang diduga telah merugikan banyak warga.

“Warga sudah sangat resah. Kami berharap polisi segera bertindak dan mengungkap kasus ini sampai tuntas,” ujar salah seorang warga.

Hingga berita ini diturunkan, keberadaan Madan Sinaga masih belum diketahui dan ia diduga telah melarikan diri.

  • Kasus ini kini menjadi perhatian masyarakat Tanah Jawa yang menunggu langkah tegas dari pihak kepolisian. (JR.S)

No More Posts Available.

No more pages to load.