SPPG Sabungan Labusel Gandeng UMKM Lokal Tingkatkan Ekonomi Warga

oleh

Singa Kanan CN Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sabungan di Desa Sabungan, Kec. Sungaikanan, Kab. Lahuhanbatu Selatan (Labusel) yang dikelola Yayasan Binar Bersama Sejahtera menggandeng pelaku usaha lokal untuk meningkatkan perekonomian warga sekitar.

“Pada tahap awal operasional ini, layanan dijalankan secara bertahap sekitar 2.274 porsi per hari, dengan penerimaan manfaat anak sekolah yang mencakup jenjang SD dan SMP,” kata Penanggung Jawab SPPG Sabungan, Syariahilaliyah Pulungan didampingi Kepala SPPG Anri K, dan Korwil BGN Labusel Adilfan Harahap kepada wartawan, Rabu (22/4-2027)

example banner

Dijelaskan, untuk menu yang secara rutin disajikan SPPG Sabungan, yakni daging dua kali seminggu, ikan satu kali setiap minggu, dan ayam satu kali. Untuk memenuhi kebutuhan daging sebutnya, setiap minggu mereka menyembelih dua ekor sapi yang dibeli dari peternak lokal.

BACA  POLRES OGAN KOMERING ULU Search for Home/POLRES OKU POLRES OKU Polres Oku Laksanakan Pengamanan Mediasi Antara PT. AOC Dengan Warga Pemilik Lahan (Exs Naker Pt Mtn) Terkait Ketenaga Kerjaan Dan Komfensasi Photo of admin admin Send an email16 jam ago 21 1 minute read Baturaja- Personel gabungan Polres Oku dan Polsek Baturaja Timur melaksanakan kegiatan Pengamanan terkait kegiatan mediasi antara PT AOC dan perwakilan pemilik lahan (exs Naker PT MTN) di Aula BLK Disnaker Kab. OKU jalan A Yani Km 3,5 Kemelak Bindung Langit Kec. Baturaja Timur Kab. OKU. Kamis (21/05/2026) sekira Pukul. 09.00 Wib. Dalam kegiatan pengamanan tersebut dipimpin oleh Kabag Log Polres Oku Akp Marjuni, S.E., M.Si., selaku Koordinator Regu III Polres Oku, di ikuti oleh Perwira dan Personel gabungan Polres Oku dan Polsek Baturaja Timur. Mediasi ini yang mana sebelumnya sudah dilakukan mediasi sebanyak 3 (tiga) kali yaitu 2 (dua) kali di Polres OKU ( 27 April 2026 dan 10 Maret 2026 ), 1 (satu) kali di offise PT AOC ( Senin 11 Mei 2026 ). Dalam kegiatan Mediasi tersebut, Disnaker Kab. OKU menjadi moderator untuk bersama-sama mencari jalan keluar terkait permasalahan Komfensasi dan masa tunggu. Perwakilan pemilik lahan (exs naker PT MTN) Sdr. Johan, terkait dengan komfensasi permintaan pemilik lahan (exs naker PT MTN) sebesar Rp 1.250.000 (satu juta dua ratus lima puluh ribu rupiah) Masa tunggu 23 Juni 2026. Tanggapan dari PT AOC Komfensasi yang ditawarkan PT AOC sebesar Rp 750.000 (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah) Masa tunggu selama 1 (satu) tahun Usai mediasi yang berjalan cukup alot, PT AOC dan warga pemilik lahan (exs naker PT MTN) sepakat mengenai komfensasi dan masa tunggu dengan komfensasi sebesar Rp 800.000,- (delapan ratus ribu rupiah) per orang per bulan, Masa tunggu sampai bulan Desember 2026 dan Pembayaran komfensasi dari bulan April s/d Desember 2026. Dengan telah disapakati terkait komfensasi dan masa tunggu antara PT AOC dan warga pemilik lahan (exs naker PT MTN), warga menerima hasil kesepakatan tersebut. Hadir dalam kegiatan mediasi tersebut Sdr. UGI SISMARENDRA ( Direktur Oprasional PT AOC), Sdr. Drs. AHMAD FIRDAUS MSi ( Kepala Dinas Tenaga Kerja Kab. OKU), Sdr. M ADITYA ( KTT PT AOC), AKP BUDIONO (Kasat Intelkam Polres OKU, Sdr. RICHY SEFRANSYAH, SE.MM.A.Kp (Camat Pengandonan), AKP HARYANTO S.I.P (Kapolsek Pengandonan), KAPTEN AGUS SETIAWAN (Kodim 0403), Sdr. JIRUL AMILI S.E, MM (kades gunung kuripan), Perwakilan Pemilik Lahan (exs Naker PT MTN)

“Sejauh ini belum ada keluhan dari penerima manfaat dari SPPG Sabungan. Penerimaan masyarakat cukup baik, makanya kami belum mau meningkatkan penerima manfaat untuk menjaga kualitas makanan. Tenaga kerja di SPPG ini seluruhnya berasal dari warga lokal. Terdapat 47 relawan dari lingkungan sekitar, termasuk tenaga profesional,” katanya.

Ia menyebut, dalam pelaksanaannya SPPG Sabungan melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta koperasi lokal untuk penyediaan bahan baku. Seperti tahu dan tempe misalnya, mereka menggandeng pengusaha setempat, Saddam Alpian Pane.

Sedangkan daging, mereka bekerja sama dengan peternak sapi setempat, yakni Dubit Andrianto. Kebutuhan cabai merah didapatkan dari BUMDes Sejahtera Sabungan.

“Langkah ini dilakukan agar program tidak hanya berdampak pada penerima manfaat, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi masyarakat setempat. Bahan baku sesuai Juknis memanfaatkan UMKM dan koperasi lokal, supaya ekonomi berputar di lingkungan sekitar,” katanya.

BACA  Polres Tebing Tinggi Sambangi Warga, Sampaikan Himbauan Kamtibmas ditengah Gangguan Listrik

Langkah ini dilakukan agar program tidak hanya berdampak pada penerima manfaat, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi masyarakat setempat. Bahan baku sesuai Juknis memanfaatkan UMKM dan koperasi lokal, supaya ekonomi berputar di lingkungan sekitar,” katanya.

Saddam Alpian Pane mengaku sangat terbantu dengan beroperasinya SPPG Sabungan. Sebelumnya kata dia, produksi tahunya 70 Kg per hari, sekarang menjadi 100 Kg per hari.

“Permintaan lumayan meningkat, seminggu SPPG Sabungan memesan dua kali masing-masing 25 papan. Produksi jadi meningkat. Selama ini pasar kami hanya pedagang pekan,” katanya.

Dia berharap program MBG dapt berlanjut dan semakin banyak SPPG yang beroperasi. Ia pun berencana, jika permintaan terus meningkat akan menambah jumlah pekerja dari tiga orang saat ini.

BACA  Jumat Barokah Berbagi Rezeki -Polsek Kampar Serahkan Sembako ke Desa Pulau Tinggi

Suprianto, Direktur Bumdes Sejahtera Sabungan pun merasa sangat terbantu dengan beroperasinya SPPG di desa tersebut. Menurutnya, budidaya cabai merah dan cabai rawit yang mereka kembangkan kini jadi lebih untung, karena penjualan menerapkan harga pasar.

“Selama ini kami biasa buang ke pasar, harganya sangat murah karena harus melalui tengkulak. Seperti hari ini misalnya, jika kami jual ke pasar harga cabai merah itu Rp19 ribu per Kg, sedangkan di SPPG Sabungan Rp28 ribu. Saat ini SPPG Sabungan membeli 10 Kg cabai merah dari kebun kami,” katanya

Editor : Sartiman Cn

No More Posts Available.

No more pages to load.