Misteri 3 Bulan Dana Kutip Kompo di Kebun Tanah Raja: Jawaban Humas Kebun Tanah Raja Dinilai Menggantung.

oleh

SERGAI – CN – Transparansi pengelolaan hak karyawan di PTPN IV Regional 1 Kebun Tanah Raja kini tengah menjadi sorotan tajam. Pasalnya, dana teknis terkait pekerjaan “Kutip Kompo” bagi para karyawan penderes diduga belum dicairkan selama kurang lebih tiga bulan terakhir. Kondisi ini memicu tanda tanya besar di kalangan pekerja yang menggantungkan hidupnya dari sektor tersebut, Jum’at (05/06/2026).

Saat dikonfirmasi oleh awak media sebelumnya pada hari Selasa (02/06/2026), kepada Wagimin Humas Kebun Tanah Raja, yang menanyakan mengenai teknis pekerjaan kutip kompo pada pekerja penderes. Yang menanyakan apakah uang untuk kutip kompo diberikan pada setiap bulannya dan berapa besarannya. Karena menurut informasinya sudah sekitar 3 bulan belum ada diberikan uang komponya, Pak Min.

BACA  Maraknya Peredaran Narkoba di Tengah Masyarakat, Ketua GM FKPPI Kecamatan Sei Bamban Angkat Bicara.
example banner

Dan pada Kamis (04/06/2026), Humas Kebun Tanah Raja, Wagimin, memberikan respons tertulis via aplikasi WhatsApp. Namun, jawaban tersebut dinilai tidak terperinci dan justru menimbulkan teka-teki baru. Dalam pesan singkatnya, Wagimin hanya menjelaskan singkat,

“Mulai dari gugur daun bulan maret memang tidak ada kutip kompo pak.”

Jawaban Memicu Pertanyaan Baru.

Pernyataan yang dikirimkan oleh Humas tersebut diduga merupakan pesan terusan (forwarded chat) dari pihak lain, bukan penjelasan mandiri dari dirinya selaku representasi resmi perusahaan. Hal ini mendorong awak media untuk melayangkan pertanyaan lanjutan demi keberimbangan berita (cover both sides):

BACA  Terkait Permasalahan Pertanian di Desa Pulau Tagor yang Mengalami Kekeringan Menahun, Ketua GM FKPPI 0223 Sergai Bersama Partai PSI Konsultasi Dengan Pihak Ombudsman Guna Berupaya Ada Tindakan Nyata.

“Jadi kalau begitu, siapa yang ngutip Pak Min? Dan ini pernyataan siapa, Pak Min?”

Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, pertanyaan krusial mengenai penanggung jawab dari pekerjaan kutip kompo tersebut, dan pernyataan dari siapa jawaban tersebut, sama sekali tidak direspons oleh Wagimin. Meski pesan konfirmasi tersebut terpantau sudah berstatus centang biru dua (tanda telah dibaca), pihak humas memilih untuk bungkam.

Karyawan Butuh Kejelasan.

Sikap pasif dan minimnya informasi rincian dari pihak manajemen Kebun Tanah Raja membuat persoalan pekerjaan kutip kompo ini kian misterius. Karyawan penderes membutuhkan transparansi yang jelas mengenai regulasi pekerjaan pengutipan kompo ini, terutama di masa-masa sulit pada musim gugur daun (trek), penderes sulit mendapatkan premi karena menurun produksi karet, sementara para penderes sendiri yang membayar biaya kutip kompo tersebut.

BACA  Suasana Haru dan Bangga, SMKN 1 Empat Lawang Resmi Luluskan 424 Siswa

Publik dan para karyawan penderes kini mendesak jajaran manajemen puncak PTPN IV Regional 1 untuk turun tangan memeriksa pengelolaan teknis kutip kompo di Kebun Tanah Raja, agar hak-hak normatif karyawan penderes di lapangan tidak dirugikan oleh sistem yang tidak transparan. Karena, kalau tidak akan menimbulkan persepsi atau asumsi liar, yang menduga adanya dugaan korupsi di pekerjaan kutip kompo, sehingga sangat merugikan para karyawan penderes, disebabkan tidak adanya penjelasan yang jelas dan terperinci dari pihak manajemen Kebun Tanah Raja. (Syahrial).

No More Posts Available.

No more pages to load.