Warga Eluhkan Kandang Ternak Ayam di Tengah Pemukiman Penduduk Desa Bogak Besar, Dua Kadis Sergai Berikan Tanggapan Singkat.

oleh
oleh

SERGAI – CN – Keberadaan usaha ternak ayam di Dusun 6, Desa Bogak Besar, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) terus menuai keluhan dari warga sekitar. Pasalnya, fasilitas peternakan tersebut beroperasi di tengah pemukiman padat penduduk dan diduga menyalahi peraturan zonasi wilayah.Kondisi ini sebelumnya telah menjadi sorotan publik melalui pemberitaan media, Sabtu (30/05/2026).

Namun, hingga saat ini masyarakat menilai belum ada tindakan konkret atau kejelasan mengenai status legalitas serta evaluasi dampak lingkungan dari usaha tersebut. Saat dikonfirmasi oleh awak media melalui pesan singkat WhatsApp pada Kamis (28/5/2026), Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Lingkungan Hidup (Perkim & LH) Sergai, Reza, tidak memberikan rincian teknis penanganan. Ia mengarahkan penanganan kasus ini ke instansi lain.”Ya bg, coba ditanya dinas putr dan dinas ptsp,” tulis Reza singkat.

BACA  KAHMI Sumsel Mengecam Kekerasan Terhadap Aktivis Mahasiswa Dan Wartawan, Joncik : Usut Tuntas Seluruh Pihak Yang Terlibat
example banner

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sergai, Tri Budi, menyatakan pihak dinas akan melakukan pemeriksaan internal terlebih dahulu terkait dokumen perizinan usaha tersebut. “Besok kita cek ya bg,” ujar Tri Budi. Ketika awak media mempertegas apakah pengecekan tersebut akan dilakukan langsung di lapangan, Tri Budi mengklarifikasi bahwa pemeriksaan awal berfokus pada administrasi perkantoran. “Cek di kantor bg,” tambahnya.

BACA  Polres Empat Lawang Polda Sumatera Selatan Gerebek Kampung Narkoba di Desa Batu Lintang kecamatan Ulu Musi

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada perkembangan lebih lanjut mengenai langkah penertiban ataupun evaluasi dari Dinas PUTR maupun instansi terkait lainnya. Warga setempat berharap pemerintah daerah segera mengambil tindakan tegas guna menyelesaikan polemik lingkungan ini. (Syahrial).

BACA  Dinas Pendidikan Lahat Habiskan Rp. 2 Milyar Lebih Untuk Biayai Makan Minum Rapat

No More Posts Available.

No more pages to load.