Ada Tiga Sekolah di Desa Ini, Jalan Berlumpur Puluhan Tahun Anak Sulit Sekolah

oleh

ACEHTIMUR — Cakrawala nusantara id- Keuchik Desa Blang Seunong, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, Mulyono. menyampaikan permohonan mendesak kepada pemerintah daerah agar segera merealisasikan pembangunan parit dan saluran pembuangan air menuju sungai sepanjang kurang lebih 6 kilometer di desanya. Langkah ini dinilai sangat penting karena kondisi jalan yang rusak tidak hanya menghambat aktivitas warga, tetapi juga merugikan proses belajar mengajar di tiga sekolah yang ada di desa tersebut, selasa 27 Oktober 2026

Selama puluhan tahun, akses jalan utama desa ini berada dalam kondisi berlumpur dan belum pernah mendapatkan penanganan yang memadai. Di Desa Blang Seunong terdapat tiga jenjang pendidikan, yaitu SD, SMP, dan SMAN. Setiap hari, siswa beserta para guru harus berjuang melewati jalan yang penuh kubangan lumpur. Apalagi saat musim hujan tiba, jalan hampir tidak dapat dilalui, sehingga anak-anak terpaksa melintasi lahan perkebunan warga hanya untuk sampai ke sekolah.

BACA  Warga Perintis Makmur Gotong Royong Bangun Musholla, Pengurus Ketok Pintu DPRD dan BAZNAS Tebo
example banner

Tidak hanya melayani warga Blang Seunong, jalan tersebut juga merupakan penghubung menuju desa-desa tetangga. Jika kondisinya memburuk, maka akses warga dari beberapa desa sekaligus akan terputus.

BACA  Diduga Rp 20 Juta Pasien Raib di RS Columbia Asia Medan, Keamanan RS Mewah Dipertanyakan

“Pembangunan parit dan saluran pembuangan air sepanjang kurang lebih 6 kilometer ini sangat kami harapkan dapat segera dilaksanakan. Sebab, kondisi jalan akses desa sudah puluhan tahun berlumpur, dan saat musim hujan keadaannya semakin parah. Anak-anak sekolah, guru, dan warga dari desa-desa sekitar semuanya kesulitan melintas,” ungkap Mulyono.

Dijelaskannya, dengan adanya saluran pembuangan air yang baik, air hujan akan langsung mengalir menuju sungai sehingga tidak lagi menggenangi dan merusak badan jalan. Dengan begitu, akses masyarakat akan tetap terjaga meski musim hujan tiba.

BACA  Tanamkan Nilai Keagamaan, SDN Madat Gelar Latihan Dzikir Menyambut Maulid Nabi

Mulyono memohon kepada pemerintah daerah dan instansi terkait untuk segera meninjau langsung kondisi di lapangan. Kebutuhan ini diharapkan dapat menjadi prioritas dalam perencanaan pembangunan infrastruktur, mengingat penderitaan warga dan siswa sudah berlangsung terlalu lama.

Masyarakat berharap ada langkah nyata segera, agar anak-anak tidak lagi harus berjalan melewati kebun dan lumpur hanya demi menuntut ilmu, serta akses antar-desa dapat terbuka lancar sepanjang tahun.

No More Posts Available.

No more pages to load.