KUA Bahorok Hadiri Monitoring dan Penguatan Ekosistem Implementasi Aplikasi EWS – Si-Rukun

oleh

Langkat Bahorok CN –  EWS SI-RUKUN (Early Warning System – Sistem Deteksi Dini Indonesia Rukun) adalah aplikasi berbasis web buatan Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) untuk mendeteksi, memetakan, dan mencegah potensi Konflik Sosial Berdimensi Keagamaan (KSBK). Fungsi Utama Aplikasi deteksi Dini adalah Merekam dan mengidentifikasi gejala awal atau kerawanan sosial-keagamaan di masyarakat sebelum berkembang menjadi konflik terbuka. Pusat Pengaduan ini menjadi sarana penyerapan aduan serta informasi dari masyarakat terkait masalah keagamaan di daerah.

Kepala Kantor urusan Agama Kecamatan Bahorok H. Muhammad Kurnia Amir, S. Sos I, S. Pd. I, MM menghadiri sebagai peserta bersama penyuluh agama Islam Tengku Mahyaruddin, S.Pd, SH dan Bahlian, S.Th.I pada kegiatan monitoring dan Implementasi EWS Si-Rukun di aula kementerian agama Kabupaten Langkat, Selasa, (22/09/2026), menjelaskan bahwa KUA kecamatan Bahorok siap mendukung dan mensukseskan program Asta Protas Kementerian agama Republik Indonesia khususnya dalam meningkatkan Kerukunan dan Cinta Kemanusiaan. Kurnia yang juga sebagai sekretaris Forum Kerukunan umat beragama (FKUB) Kabupaten Langkat berupaya akan berkoordinasi dengan tokoh lintas agama yang tergabung dalam kepengurusan FKUB Langkat dan mendorong para penyuluh agama aktif sebagai infuter di aplikasi EWS Si-Rukun cegah dini potensi konflik berdimensi keagamaan.

BACA  Personel Satlantas Polres OKU Gelar Strong Point Pagi, Pastikan Arus Lalu Lintas Aman dan Lancar
example banner

H. Ibnu Mufid, S.Ag, MAP Ketua Tim KUB dan Pelayanan Umat Khonghucu Kanwil Kemenag dan Agung Purnomo Sidik, S.Kom Admin KUB Kanwil Kemenag Prov Sumut sebagai narasumber dalam paparannya menjelaskan Fase umum eskalasi konflk keagamaan dalam sistem EWS Si-Rukun mencakup lima tahapan: fase laten, persepsi, manifest, eskalasi, dan krisis. EWS Si-Rukun (Early Warning System Kerukunan) yang dikembangkan oleh Kementerian Agama mendeteksi perkembangan ketegangan sosial melalui tahapan berikut, Tahapan Fase Konflik Fase Laten adalah Kondisi awal ketika akar masalah atau potensi ketidakadilan dan perbedaan mulai ada, tetapi belum disadari atau belum tampak ke permukaan. Fase Persepsi ditandai munculnya kesadaran atau pandangan dari kelompok tertentu bahwa ada ancaman, perbedaan kepentingan, atau gesekan nilai antar umat beragama.

BACA  Dorong Pariwisata Daerah, Sekda Tebing Tinggi Minta Pelaku Usaha Hotel dan Restoran Perkuat Promosi

Fase Manifest yaitu Konflik mulai terbuka dan dapat diamati, ditandai oleh ketidaksepakatan yang diekspresikan secara verbal maupun tindakan nyata di tengah masyarakat. Fase Eskalasi adalah meningkatnya intensitas ketegangan secara cepat, di mana ketidaksepakatan berubah menjadi permusuhan atau aksi yang lebih luas dan melibatkan lebih banyak pihak. Terakhir Fase Krisis: Puncak dari eskalasi konflik yang membahayakan keamanan umum dan membutuhkan penanganan cepat serta darurat dari aparat atau instansi terkait. Melalui aplikasi EWS Si-Rukun dapat mencegah dini terjadinya potensi konflik sekaligus pemetaan wilayah rawan konflik dan dapat membuat solusi alternatif serta menjadi bahan laporan dan koordinasi katanya.

BACA  Polsek Baturaja Timur Laksanakan Patroli Mitigasi Karhutla di Lokasi Rawan

Sebelumnya kepala kantor wilayah kementerian agama provinsi sumatera Utara H. Ahmad Qosbi, S.Ag, MM telah dibuka secara resmi sekaligus memberikan pembinaan kepada ASN kemenag kabupaten Langkat yang didampingi kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Langkat H. Ainul Aswad, MA terlebih dahulu telah memberikan kata sambutan ucapan selamat datang.

Hadir dan menjadi peserta sebanyak 100 orang pada kegiatan tersebut adalah pejabat dijajaran kemenag Langkat mulai dari Kasub bag Tata usaha, kepala seksi dan penyelenggara, kepala KUA , penghulu dan Penyuluh agama.

Editor (zulfan nasution)

No More Posts Available.

No more pages to load.