LABUHANBATU – CN
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labuhanbatu menggelar rapat evaluasi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi basah maupun kering di wilayah Kabupaten Labuhanbatu, Senin 26/10/2026, diruang rapat Bupati.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kesiapan pemerintah daerah dalam mengantisipasi berbagai kemungkinan bencana, seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Rapat tersebut, di pandu Asisten II Drs Ikramsyah Putra Nasution dihadiri Sekdakab Labuhanbatu Abdi Jaya Pohan, SH, MH, Asisten I Drs Sarimpunan Ritonga MPd, Asisten III Zaid Harahap,S.Sos,MM, Kadis Kominfo Ahmad Fadly Rangkuti, ST,M.Kom, Kadis Perukim Hamdi Erazona , Kepala BPBD M.Perjuangan Hasibuan, Kasatpol PP Ade Rahmadyansyah, Dirut PUDAM Tirta Bina, Para Camat dan Kepling.
Pembahasan difokuskan pada langkah-langkah antisipasi, koordinasi lintas perangkat daerah, serta kesiapan menghadapi potensi bencana yang dapat mengancam keselamatan masyarakat, mengganggu aktivitas warga, dan merusak infrastruktur.
Salah satu langkah yang menjadi perhatian Pemkab Labuhanbatu adalah rencana normalisasi saluran parit dan drainase yang mengalami pendangkalan maupun penyempitan. Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat penanganan agar aliran air dapat berjalan lebih lancar, terutama ketika curah hujan meningkat.
Normalisasi saluran parit dan drainase diharapkan dapat membantu mengurangi risiko genangan dan banjir di kawasan permukiman maupun titik-titik yang rawan terdampak luapan air. Selain itu, pemeliharaan saluran air secara berkala juga menjadi bagian penting dalam menjaga fungsi drainase agar tetap optimal.
Sekdakab Labuhanbatu Abdi Jaya Pohan SH, MH, menekankan kepada para camat dan instansi terkait untuk melakukan peningkatan kewaspadaan, pemantauan wilayah rawan, serta koordinasi dengan instansi terkait agar potensi kebakaran dapat diantisipasi sejak dini.
Melalui rapat evaluasi dan kesiapsiagaan ini, seluruh perangkat daerah dan pihak terkait diharapkan dapat memperkuat sinergi, meningkatkan kesiapan personel, serta menyusun langkah penanganan yang terarah sesuai dengan potensi risiko bencana di wilayah masing-masing.ujar Abdi.
Dengan langkah antisipatif, termasuk rencana normalisasi parit dan drainase yang mengalami pendangkalan dan penyempitan, Pemkab Labuhanbatu berharap risiko bencana dapat ditekan dan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas.
Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat mitigasi bencana, menjaga lingkungan, serta mewujudkan Kabupaten Labuhanbatu yang aman, tangguh, dan siap menghadapi berbagai potensi bencana. Ujarnya.
Diakhir rapat, Abdi memberikan atensi kepada seluruh camat, lurah, kades dan Kepling untuk melakukan gotong royong tidak hanya di hari Jum’at, ” secepatnya lakukan gotong royong, ajak masyarakat bersihkan parit dan gorong-gorong” pungkasnya.
Kaban BPBD Labuhanbatu, Muhammad Perjuangan Hasibuan menyampaikan, ada beberapa hal permasalahan penyebab banjir yang dialami saat ini, diantaranya peningkatan intensitas curah hujan yang cukup tinggi, sedimentasi daerah aliran sungai, penyempitan, pendangkalan dan penyumbatan drainase.
Menyikapi itu, kita menyiapkan beberapa solusi, yaitu normalisasi dan pembersihan drainase, pengerukan sedimen sungai, perbaikan tanggul atau bronjong, koordinasi antar instansi terkait dan koordinasi BMKG wilayah I Sumut.
Sementara itu, Camat Rantau Utara Nafsir Rambe melaporkan beberapa titik berpotensi mengalami dan menjadi penyebab terjadinya banjir di wilayah kota Rantauprapat dan sekitarnya. (Ojak.H)











