BANNER IKLAN

Potensi Hutan Kota Aceh Tamiang Perlu Dikembangkan

oleh -343 views

Aceh Tamiang| CN- Hutan Kota di Kabupaten Aceh Tamiang  memiliki banyak potensi wisata alam, karna terdapat beberapa ruang terbuka hijau (RTH) yang menarik.

Namun sayangnya, Hutan Kota yang berada di Desa Aras Sembilan, Kecamatan Bandar Pusaka, Sampai sekarang belum juga dapat di fungsikan sebagai objek wisata di Kabupaten Aceh Tamiang, Padahal, di tahun 2007 pemerintah setempat telah menetapkan lokasi itu untuk dijadikan objek wisata.

Sebenarnya ada beberapa potensi yang akan menjadi sumber PAD (Pendapatan Asli Daerah) jika hutan kota itu dapat direalisasikan.

Tapi kondisinya saat ini terlihat kian memprihatinkan.  Keberadaan Hutan Kota yang berada di Aras Sembilan sebenarnya sangat representatif sebagai pusat wisata alam bagi masyarakat, apalagi jika dijadikan bentuk ekowisata. Karena, jarak tempuh dari pusat kota kabupaten Aceh Tamiang hanya membutuhkan waktu tempuh kurang lebih 20 menit, dengan luas lahan 15 hektare.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Aceh Tamiang, Safri, mengatakan hutan kota  juga dapat menjadi pusat kesimbangan karbon dan terjaganya kelestarian alam. “Hutan kota juga bisa dijadikan sebagai pusat riset study bagi dunia pendidikan nantinya,” ujar safri, Jum’at (2/10/2020).

Karna pada Tahun 2016 lalu, menurut Safri pemerintah pernah mengeluarkan anggaran melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp. 450.000.000, (empat ratus lima puluh juta rupiah) untuk pembangunan dan pengelolaan hutan tersebut. Namun, seiring berjalannya waktu, saat ini hutan kota tersebut terabaikan tanpa ada tindak lanjut pembangunan dan pengelolaannya.

Untuk itu, Safri mengatakan, saat ini pihaknya mencoba untuk membenahi kembali hutan kota dengan membersihkan beberapa bagian di gerbang , juga membuka akses jalan dengan menggunakan alat berat.

Safri berharap pemerintah nantinya dapat mengucurkan anggaran, baik dari APBK, APBA, dan APBN. Mudah – mudahan ada investor yang tertarik dan mau menginvestasikan uang mereka untuk membangun hutan kota yang kita miliki sekarang ini,” katanya.

Karna hutan kota sangat perlu untuk dilanjutkan kembali dengan membuat perencanaan anggaran dan design nya. Ia pun menyadari bahwa tidak sedikit biaya yang dibutuhkan untuk membangunnya, meskipun secara bertahap nantinya.

Safri menambahkan semua itu tidak terlepas dari dukungan banyak pihak, baik eksekutif maupun legislatif dalam penetapan anggarannya. “Agar hutan kota ini dapat segera dilanjutkan pembangunannya, sehingga masyarakat Tamiang memiliki tempat wisata sendiri tanpa harus keluar kota dan menempuh jarak yang jauh,” pungkasnya.(Amir)

No More Posts Available.

No more pages to load.