Medan| CN- Air dari luapan Sungai Deli mengakibatkan ribuan rumah di Medan, Sumatera Utara, terendam banjir, Jumat (4/12/2020). Menyikpai itu, dengan sigap 140 orang personil Baterai Meriam B Batalyon Arhanud 11/WBY diturunkan untuk membantu evakuasi korban Banjir di daerah Perumahan Flamboyan Desa Tanjung Selamat di sekitar Sungai Tuntungan.
Komandan Batalyon Arhanud 11/WBY Mayor Arh Rendra Febrandari Suparman., S.I.P. memberi perintah langsung kepada Komandan Baterai Meriam B Letnan Satu Arh Ari Ristanto., S.T. Han. untuk membantu proses evakuasi dan menyiapkan lokasi penampungan sementara korban Banjir di wilayah Tanjung Selamat.
Evakuasi dimulaipukul 00.00 WIB sampai pukul 04.00 WIB, dan dilanjutkan pada pagi hari mulai pukul 08.00 WIB hingga seluruh warga yang menjadi korban dapat dievakuasi.
Jumlah warga yang telah dievakuasi sebanyak 35 KK atau kurang lebih 250 orang yang selanjutnya ditampung sementara di Aula Kantor Desa Tanjung Selamat dan di Asrama Baterai Meriam B Yonarhanud 11/WBY.
Selaku Komandan Baterai Meriam B Letnan Satu Arh Ari Ristanto S.T. Han. langsung turun ke lapangan untuk membantu proses evakuasi warga yang terdampak musibah Banjir bersama dengan personel Basarnas, BNPB, dan Warga sekitar.
Komandan Batalyon Arhanud 11/WBY mengatakan banjir bukan hanya terjadi di wilayah Tanjung Selamat saja namun juga menimpa beberapa wilayah lainnya. Beliau menghimbau kepada seluruh warga masyarakat khususnya di wilayah Sumut untuk selalu waspada bencana banjir mengingat saat ini sudah memasuki musim penghujan yang memiliki curah hujan yang tinggi.
“Tebing tinggi, Sergai, Deli Serdang, Humbahas, Medan, Binjai merupakan wilayah yang memiliki kerawanan bencana banjir. Oleh karena itu dihimbau kepada seluruh Instansi serta stakeholder terkait untuk senantiasa waspada serta bekerja sama dalam penanganan akibat banjir. Dan seluruh masyarakat tidak boleh terlena dan harus bersiap terhadap segala kemungkinan yang akan terjadi,” ucapnya. (Rid/deD)















