Kemerdekaan Insan Pers di Pertaruhkan, Wartawan Lampung Utara di Sidang Minggu Depan

oleh

LAMPUNG UTARA, CN – Dengan di limpahkannya berkas perkara Fran Klin dari Polres ke kejaksaan Negeri Kotabumi, salah satu Wartawan di kabupaten Lampung Utara itu yang mana, dalam waktu dekat ini kemungkinan akan di sidangkan atas tuduhan pelanggaran pasal 170 KUHPidana. Hal itu terindikasi berdampak Kemerdekaan Insan Pers di terbelenggu. Kamis 9 Mei 2024.

 

example banner

Kabar akan disidangkannya perkara itu, pada kamis 17 Mei 2024 minggu depan, di Pengadilan Negeri Lampung Utara. Dengan nomor perkara 87/Pid.B/2024/PN.Ktb.

 

Singkat di ceritakan wartawan itu, pada pristiwa yang dirinya saat meliput ikut di bawa-bawa, hingga menjadi tersangka kemudian akan di sidangkan.

 

Pada tanggal 29 Agustus tahun 2023 lalu, kedatangan Wartawan di lokasi kebun tebu, di dusun Dorowati desa Penagan Ratu kecamatan Abung Timur kabupaten Lampung Utara Fran datang, kedua belah pihak antara warga adat dan security sudah beradu argumen.

 

Agus Kristian Hulu bersama dua security lainnya dan dari pihak warga adat, Puncak bersama 4 orang lain berada di sebuah pos perkebunan.

BACA  Koreksi News 0 Type and enter KOREKSI TV EKONOMI SOSIAL POLITIK KESEHATAN OLAHRAGA Beranda Daerah pemkab waykanan Way kanan Bupati Ayu Asalasiyah Buka Peringatan HARGANAS Ke-33 Kabupaten Way Kanan Koreksi News Koreksi News 4 menit baca Berita 29 Juni 2026 WAYKANAN //KoreksiNews - Peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-33 tingkat Kabupaten Way Kanan resmi digelar di UPT Puskesmas Baradatu pada Senin (29/06/2026). Melalui momentum ini, Pemerintah Kabupaten Way Kanan menegaskan kembali komitmen bersama untuk membangun ketahanan keluarga yang berkualitas sebagai pilar utama dalam mencetak sumber daya manusia unggul menuju visi Indonesia Emas 2045 serta mewujudkan Way Kanan yang Mandiri dan Sejahtera. Peringatan HARGANAS dihadiri oleh Bupati Way Kanan Ayu Asalasiyah, S.Ked., didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung, Dinas Komunikasi dan Informatika, Camat Baradatu, Plt. Ketua TP PKK Kabupaten Way Kanan, unsur Dharma Wanita Persatuan serta Ketua TP PKK Kecamatan Baradatu. Dalam sambutannya, Bupati Ayu Asalasiyah menegaskan bahwa Hari Keluarga Nasional merupakan momentum penting untuk mengingatkan seluruh masyarakat bahwa keluarga merupakan pondasi utama dalam membentuk pembangunan bangsa. Keluarga menjadi lingkungan pertama dalam membentuk karakter, menanamkan nilai-nilai kehidupan, serta mempersiapkan generasi penerus yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. Mengusung tema “Ayah Wajib Hadir”, Bupati menjelaskan bahwa tema tersebut mengandung makna penting tentang perlunya kehadiran seorang ayah, tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara emosional, sosial, dan spiritual dalam proses tumbuh kembang anak. “Peran ayah sangat penting dalam membangun rasa percaya diri anak, memberikan perlindungan, menjadi teladan, membentuk karakter, serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Kehadiran ayah hari ini akan menentukan kualitas generasi masa depan”, ujar Bupati Ayu. Bupati juga mengajak seluruh ayah di Kabupaten Way Kanan untuk meningkatkan keterlibatan dalam pengasuhan anak, mendampingi proses pendidikan, menjaga komunikasi yang harmonis dalam keluarga, serta bersama-sama menciptakan lingkungan keluarga yang penuh kasih sayang dan kebahagiaan. Lebih lanjut disampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Way Kanan terus berkomitmen mendukung pembangunan keluarga melalui berbagai program strategis, di antaranya Program Bangga Kencana, percepatan penurunan stunting, pembinaan keluarga balita, keluarga remaja, keluarga lansia, serta penguatan Kampung Keluarga Berkualitas. Menurut Bupati Ayu, keberhasilan pembangunan keluarga tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, tetapi membutuhkan sinergi seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, hingga lembaga pendidikan agar mampu menciptakan keluarga yang tangguh, mandiri, dan sejahtera. Apresiasi juga disampaikan oleh Bupati Ayu kepada seluruh jajaran Dinas P3APPKB Kabupaten Way Kanan, para Penyuluh Keluarga Berencana (PKB), kader Institusi Masyarakat Perdesaan (IMP), kader PKK, Tim Pendamping Keluarga (TPK), serta seluruh pihak yang selama ini berperan aktif dalam menyukseskan program pembangunan keluarga di Kabupaten Way Kanan. Related Posts Perkuat Fondasi Generasi Emas, Bunda PAUD Way Kanan Kukuhkan Pengurus di Tiga Kecamatan Perkuat Fondasi Generasi Emas, Bunda PAUD Way Kanan Kukuhkan Pengurus di Tiga Kecamatan Dukung Sensus Ekonomi 2026, DPMPTSP Way Kanan: Data Akurat Kunci Pembangunan Dukung Sensus Ekonomi 2026, DPMPTSP Way Kanan: Data Akurat Kunci Pembangunan Peringatan HARGANAS Ke-33 ini juga menjadi sarana memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengasuhan yang berkualitas, peningkatan ketahanan keluarga, pencegahan stunting, serta penguatan peran orang tua dalam membentuk generasi yang sehat, berkarakter, dan produktif. Sebelumnya, Kadis P3APPKB Andi Oktoviandi, S.KM.,M.M., dalam laporannya menyampaikan bahwa peringatan Hari Keluarga Nasional Ke-33 Tahun 2026 mengusung tema “Ayah Wajib Hadir”, yang menjadi pengingat bagi seluruh keluarga akan pentingnya peran ayah dalam pengasuhan anak serta pembangunan keluarga yang berkualitas. Menurutnya, kehadiran seorang ayah tidak hanya diukur dari keberadaan secara fisik, tetapi juga dari keterlibatan emosional, sosial, dan spiritual dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Temukan lebih banyak POLITIK Politik “Kehadiran ayah yang aktif dalam keluarga terbukti mampu memberikan dampak positif terhadap tumbuh kembang anak, sekaligus membantu menurunkan tingkat stres pada ibu dan anak. Kondisi tersebut secara tidak langsung turut mendukung upaya percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Way Kanan. Ayah yang hadir juga merupakan ayah yang peduli terhadap kesehatan reproduksi keluarga serta mendukung perencanaan keluarga yang matang”, ujar Andi. Lebih lanjut disampaikan bahwa sebagai bentuk implementasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) serta komitmen Pemerintah Kabupaten Way Kanan dalam percepatan penurunan stunting, rangkaian peringatan HARGANAS Ke-33 tahun ini diisi dengan pelayanan keluarga berencana secara langsung kepada masyarakat. Di Kecamatan Baradatu dilaksanakan pelayanan kepada 15 akseptor implan dan 10 akseptor suntik, sementara di Klinik Kamino diberikan pelayanan Metode Operasi Wanita (MOW) kepada dua akseptor sebagai bagian dari pelayanan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). Temukan lebih banyak Olahraga Panduan & Petunjuk Perjalanan EKONOMI Referensi Geografis News Menurut Andi, pelayanan tersebut merupakan langkah konkret untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam merencanakan keluarga yang sehat dan berkualitas, sekaligus memperkuat peran keluarga sebagai fondasi utama dalam mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. "Melalui pelayanan ini kami berharap semakin banyak keluarga di Way Kanan yang memiliki kesadaran untuk merencanakan kehidupan berkeluarga secara baik. Keluarga yang sehat, terencana, dan harmonis akan melahirkan generasi yang berkualitas serta menjadi modal utama dalam mewujudkan Way Kanan Mandiri dan Sejahtera," katanya. Pada kesempatan tersebut, Andi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh Penyuluh KB, Kader Institusi Masyarakat Perdesaan (IMP), Tim Pendamping Keluarga (TPK), kader PKK, tenaga kesehatan, serta seluruh mitra kerja yang selama ini menjadi ujung tombak pelaksanaan Program Bangga Kencana di Kabupaten Way Kanan. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan keluarga tidak dapat dicapai oleh pemerintah semata, melainkan memerlukan dukungan dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Temukan lebih banyak POLITIK Politik Mengakhiri laporannya, Andi mengajak seluruh kader dan petugas lapangan untuk terus menggaungkan Gerakan "Ayah Wajib Hadir" hingga ke tingkat keluarga. "Mari kita jadikan momentum HARGANAS ini sebagai penguat komitmen bersama untuk menghadirkan ayah yang lebih peduli, lebih terlibat, dan lebih bertanggung jawab dalam pengasuhan anak. Karena keluarga yang kuat akan melahirkan generasi yang unggul menuju Indonesia Emas 2045 dan Way Kanan Mandiri dan Sejahtera," pungkasnya. Melalui momentum HARGANAS Ke-33, Pemerintah Kabupaten Way Kanan berharap seluruh keluarga semakin memperkuat fungsi keluarga sebagai tempat tumbuh kembang anak yang aman, harmonis, dan penuh kasih sayang, sehingga mampu melahirkan generasi unggul yang menjadi modal utama dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 dan Way Kanan Mandiri dan Sejahtera.(Ibrahim)

 

Terdengar dari perkataan keduanya, mengenai persolan patok tanah. Kemudian jurnalis yang bersangkutan langsung mendokumentasikan mengambil gambar vidio sebagai bahan pemberitaan.

 

Wartawan itu menerangkan, usai dirinya melakukan tugas, dengan merasa adu argumen yang terjadi sudah mereda, ia pergi meninggalkan kedua belah pihak tersebut.

 

Menurutnya, pada saat ia masih berada di lokasi, dirinya tidak melihat adanya kontak fisik. Baik dari pihak Agus Kristian Hulu atau ke lima masyarakat adat yang di maksud dengan bukti vidio yang ia punya.

 

“Setelah itu, saya pergi mengendarai motor saya sendiri tidak jauh dari lokasi, saya berhenti disebuah rumah perkebunan milik masyarakat adat itu.

 

Tidak berselang lama, kelimanya juga datang kerumah itu yang berada di perkebunan jeruk. Kemudian saya berniat mengkonfirmasi ulang penyebab dari kedua belah pihak tersebut, atas adu argumen yang terjadi sebenarnya.

 

Namun salah satu pemuda yang di ketahui bernama Ari, langsung menceritakan hal lain. Ia mengatakan setelah saya (wartawan) pergi, dirinya dan Agus Kristian Hulu terjadi aksi saling tampar.

BACA  Kapolres Tebing Tinggi Pimpin Upacara Hari Bhayangkara ke 80, Tegaskan Komitmen Polri untuk Masyarakat

 

Yang mana menurutnya, Agus telah menampar wajahnya terlebih dahulu, kemudian ia membalas tamparan itu” ungkap Fran memperagakan keterangan narasumber.

 

Singkat kejadian itu, lanjut Fran. Sudah saya tuangkan kedalam karya Jurnalistik dan saya ada vidionya.

 

Pada malam harinya informasi yang didapat, Agus Kristian Hulu yang beradu argumen dengan warga adat ternyata adalah seorang Angkatan Laut aktif.

 

Lantaran masyarakat adat ingin melaporkan kejadian itu ke Polsek Abung Timur, namun terungkap, Agus yang mengenakan baju biasa, adalah anggota militer lalu laporan di tolak.

 

Masih kata Fran, Dimalam yang sama Kemudian beredar di group WhatsApp, pihak Agus juga melakukan visum dan melapor langsung ke Polres Lampung Utara dengan beredar rilisan hasil visum dan foto-foto.

 

Lantaran tempat laporan yang kurang tepat, warga adat yang semula ingin melapor ke polsek, namun menunda esok harinya untuk berangkat ke provinsi Lampung menuju POMAL guna melaporkan kejadian itu ke Polisi Militer.

BACA  Polsek Bandar Khalipah Terima Laporan Pencurian dengan Pemberatan di Komplek Sekolah

 

Singkat dikatakan Wartawan itu, menanggapi laporan Agus Kristian Hulu dengan membawa dua orang saksi yang juga sebagai temannya dalam peristiwa itu. Polres Lampung Utara melalui kasat Reskrim dan jajarannya, melakukan gelar perkara ke pada 5 orang warga adat.

 

“Pada saat gelar perkara, saya belum di panggil pihak polres. Karena warga adat menerangkan dan tahu, saya di situ adalah sebagai wartawan yang mana kepentingannya hanya meliput lalu pergi terlebih dahulu, sebelum adanya kontak fisik antara Ari dan Agus Kristian Hulu.

 

Setalah itu, pada tanggal 18 Oktober tahun 2023, saya di panggil sebagai saksi melalui surat yang di tandatangani Kasatreskrim Stefanus Boyoh. Dengan nomor surat S.pgl/366/X/2023/Reskrim untuk di periksa.

 

Saya hadir didampingi Dr. Suwardi sebagai tim kuasa hukum. Saya sudah sampaikan ke penyidik.

No More Posts Available.

No more pages to load.