Langkat Salapian CN – Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Salapian H. Muhammad Kurnia Amir, S.Sos.I, S.Pd. I, MM ketika memberi tausiyah pada peringatan tahun baru Islam 1 Muharram 1448 H yang dirangkai dengan kegiatan khataman massal 41 orang Santri dan 10 orang santri untuk kenaikan tingkat Al-Qur’an di TPQ Al-Ikhlas dusun III desa Aman Damai Sirapit, Selasa 16 Juni 2026 mengatakan bahwa di era globalisasi ini, umat muslim dihadapkan dengan tantangan dan godaan yang semakin besar, salah satunya yaitu perkembangan teknologi, informasi dan digitalisasi yang semakin meluas dan pesat. Hal tersebut tentunya akan berdampak besar pada keluarga umat muslim, termasuk dalam membangun generasi yang berpegang teguh pada nilai-nilai Al-Qur’an di tengah berbagai godaan duniawi yang terkadang membuat manusia terlena. Maka pembinaan anak sejak usia dini terhadap Al-Qur’an atau pembinaan generasi Qurani menjadi sebuah keniscayaan.
Lebih lanjut Kurnia menjelaskan bahwa Generasi Qur’ani adalah mereka yang tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an dengan fasih, tetapi juga dapat memahami maknanya, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam surat As-Shad ayat 29:
كِتٰبٌ اَنْزَلْنٰهُ اِلَيْكَ مُبٰرَكٌ لِّيَدَّبَّرُوْٓا اٰيٰتِهٖ وَلِيَتَذَكَّرَ اُولُوا الْاَلْبَابِ
Artinya: “Ini adalah sebuah kitab yang kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.”
Ketika menyinggung tentang tahun baru Islam, ustadz idola emak-emak ini mengajak untuk intropeksi diri tentang nikmat umur yang Allah berikan sekaligus menanamkan semangat hijrah dan membangun optimisme untuk kualitas hidup yang lebih baik lagi dimasa depan, khususnya dalam menyongsong generasi emas 2045 dengan pembinaan generasi Qurani ungkapnya diantara petikan tausiyah yang disampaikannya.
Sementara itu Kepala desa Aman Damai Sugiman mengharap agar anak-anak yang khatam Al-Quran agar lebih berbakti kepada kedua orang tua terutama kepada ibu.
Hal senada juga disampaikan tokoh agama Toha Arifin yang mengatakan bahwa orang tua berperan penting dalam mengawasi anak-anak terutama di tengah zaman yang tidak menentu ini.
Hadir pada acara tersebut camat Sirapit yang diwakili kasi trantib Suliadi. S. Sos, dan ratusan santri yang didampingi orangtuanya
Usai khataman Al-Qur’an dilanjutkan pemakaian mahkota dan membasuh Cuci kaki ibu yang diakhiri tepung tawar yang dipimpin langsung Kepala TPQ Al-Ikhlas Ahmad beserta para dewan guru berlangsung hikmat penuh keharuan.
Editor (zulfan nasution)















